Yang dimaksud dengan ta’adzdzur yaitu seseorang tidak mampu untuk mengucapkan harakat. Dan yang dimaksud dengan tsiqal yaitu seseorang sanggup mengucapkan harakat tapi berat pada lisannya.
1. Ta’adzdzur : Terhalangnya penampakan harakat disebabkan ketidakmampuan pengucapan harakat ketika isim atau fi’il yang diakhiri dengan huruf alif. Misalnya: مُوسَى ، مُستَشفَى ، مُنتَقَى, ini merupakan contoh yang isim. Adapun pada fi’il misalnya : يَنهَى , يَسعَى يَرعَى. Maka disini keadaan harakatnya muqaddarah litta’adzdzur (diperkirakan karena ta’adzdzur) dalam hal i’rabnya, baik itu rafa’ dan nashab bagi isim ataupun fi’il. Adapun jar, maka ini khusus bagi isim. Contoh dalam i’rab:
1. Ta’adzdzur : Terhalangnya penampakan harakat disebabkan ketidakmampuan pengucapan harakat ketika isim atau fi’il yang diakhiri dengan huruf alif. Misalnya: مُوسَى ، مُستَشفَى ، مُنتَقَى, ini merupakan contoh yang isim. Adapun pada fi’il misalnya : يَنهَى , يَسعَى يَرعَى. Maka disini keadaan harakatnya muqaddarah litta’adzdzur (diperkirakan karena ta’adzdzur) dalam hal i’rabnya, baik itu rafa’ dan nashab bagi isim ataupun fi’il. Adapun jar, maka ini khusus bagi isim. Contoh dalam i’rab:
قال تعالى :
[1]
« اِستَسقَى » : فِعلٌ مَاضٍ مَبنِيٌّ عَلَى فَتحٍ مُقَدَّرٍ مَنَعَ مِن ظُهُورِهِ التَّعَذُّرُ.
«مُوسَى» : فَاعِلٌ مَرفُوعٌ عَلَامَةُ رَفعِهِ ضَمَّةٌ مُقَدَّرةٌ مَنَعَ مِن ظُهُورِهَا التَّعَذُّرُ.
«عَصَا »: اِسمٌ مَجرُورٌ بِالبَاءِ عَلَامَةُ جَرِّهِ كَسرَةٌ مُقَدَّرَةٌ مَنَعَ مِن ظُهُورِهَا التَّعَذُّرُ .
1. Tsiqal : Terhalangnya dengan sebab beratnya pengucapan pada huruf yang manqus dari isim dan fi’il yang diakhirnya huruf ' ي '. Terhalang penampakannya dalam keadaan rafa’ dan jar.
Contoh pada isim:
هَذَا القَاضِي حَكِيمٌ [2]. سَلَّمتُ عَلَى الدَاعِي لِلفَضَائِلِ [3]
Contoh pada fi’il:
أَكرَمتُ مَن يَقضِي بِحِكمَةٍ [4]
Namun perlu juga berhati-hati pada kata yang manqus, karena terdapat pula lafazh-lafazh yang diakhiri dengan huruf ' ي ', dan di jar kan serta di rafa’kan dengan harakat yang zhahirah (nampak). Seperti contoh yang diakhiri dengan ya nisbi , misalnya pada Firman-Nya Ta’ala:
نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الأَمِينُ عَلَى قَلبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنذِرِينَ بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُبِينٍ [5]
Lanjut Kaidah ke-4
Back to kaidah :1, 2
[1] . Q.S : AlBaqarah:60
[2] . Hakim ini bijaksana.
[3] .Aku mengucapkan salam kepada Da’i untuk penghormatan.
[4] . Aku memulyakan orang yang mengadili dengan bijaksana.
[5] . Q.S. AsySyu’araa':193-195.
0 Comments
Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik