26.6.17

Tetap Istiqomah Setelah Idul Fitri

Oleh: Den Herians
           
Alhamdulillah washsholaatu 'alaa Rasulillah saw, Happy 'Iidul Fitri sobat Wijad... Semoga pasca romadlan ini tidak menyurutkan semangat taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah Ta'ala, melainkan justru lebih bersemangat untuk istiqomah dalam keta'atan kepada-Nya, insyaa Allah...sebagai bukti kekuatan dan keikhlashan ibadah ramadlan, karena jaminan bagi orang-orang yang senantiasa istiqomah adalah hilangnya kesedihan dan kekhawatiran dunia dan akhirat, sebagaimana firman-Nya Ta'ala :
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:"Tuhan Kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah. Maka tidak ada kekhawatiran atas mereka dan mereka tiada (pula) bersedih hati. Mereka Itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai Balasan atas apa yang telah mereka kerjakan".(Q.S. Al Ahqaf:13-14).    
            Sahabat... Maha Suci Allah yang Maha Terpuji, Dia yang telah menciptakan manusia dengan memberikan keutamaan dan kelebihan dari makhluq lainnya, yakni akal dan qalbu, yang sudah semestinya kedua karunia tersebut difungsikan sebagaimana kehendak-Nya swt, dipergunakan untuk memikirkan dan memahami ayat-ayat-Nya kemudian berbuah amal shalih demi menghambakan diri kepada Allah semata dengan pengamalan yang terus menerus hingga akhir hayatnya, inilah nilai istiqomah yang Allah janjikan bagi para pelakunya tidak ada kesedihan  dan kekhawatiran, mereka mendapat kebahagiaan surga yang kekal penuh kenikmatan, semoga kita semua termasuk kedalam golongan yang berbahagia ini..Aamiin.
          Berlapang dada dan istiqomah dalam menjalani keta'atan kepada Allah swt, memang memerlukan latihan, ketekunan dan perjuangan keras, sebagaimana kita sering berjuang dalam keduniawian demi mendapatkan penghargaan dan konvensasi dari bos, dari atasan ataupun dari customer bahkan kawan seperjuangan dan para pesaing.
          Istiqomah merupakan pertengahan diantara dua sisi, yaitu seimbang tanpa ada kebengkokan, sebagaimana Allah swt berfirman dalam surat alKahfi;1-2 :
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا * قَيِّمًا   
"Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya AlQuran dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya; (melainkan) sebagai bimbingan yang lurus..."
Yaitu, Allah swt menurunkan alQuran kepada Rasulullah saw adalah sebagai qayyiman (bimbingan yang lurus), tidak ada pada alquran itu 'iwajan (kebengkokan), tidak ke kanan tidak juga kekiri, tidak kebawah tidak juga keatas, melainkan seimbang dan lurus.
          Pernah suatu ketika Abu Bakr ashShidiq membaca ayat :
 إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا    
kemudian beliau berkata :
  آمِنُوا بِاللهِ   وَاستَقِمُوا عَلَى ذَلِكَ حَتَّى مَاتُوا 
 "Berimanlah kalian kepada Allah dan tetaplah berlaku lurus terhadap itu hingga kalian mati".(Lih: Syarh Arba'in Nawawi karya 'Athiyah  bin Muhammad Salim).
          Dengan demikian istiqomah itu adalah menjalani keta'atan kepada Allah hingga ajal tiba. Adapun hubungan dengan ayat yang disebutkan di awal, Dr Wahbah Zuhali menjelaskan dalam Tafsir alMunir bahwa ayat :
 إِنَّ الَّذِينَ قالُوا: رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقامُوا، فَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ، وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ   
yaitu sungguh orang-orang yang menghimpun menjadi satu diantara keimanan dan ketauhidan kepada Allah swt semata tanpa menyekutukan-Nya, ia istiqomah diatas syari'at Islam demi mencapai kebahagiaan jiwa dan raganya, maka mereka itu aman tenteram sentosa, tidak merasa susah karena khawatir akan masa depan, dan tidak juga bersedih meratapi yang telah lalu, dan mereka itu kekal selamanya fi jannaatin na'iim..disebabkan sewaktu didunia mereka itu orang yang beramal shalih.
Bahkan dalam ayat yang lain Allah Ta'ala berfirman :
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan Kami ialah Allah",kemudian mereka istiqomah, Maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu".(Q.S. Fushshilat:30).
            Terdapat penjelasan yang diriwayatkan dari AlKhulaafa-ur Raasyidiin mengenai makna istiqomah, yaitu : الثَّبَاتُ عَلَى الإِيمَانِ : teguh diatas keimanan, إِخلَاصُ العَمَلِ : ikhlasnya amal, أَدَاءُ الفَرَائِضِ فَجُزئِيَاتِهَا : melaksanakan yang fadlu dan cabang-cabangnya.
          Demikian sahabat rahiimakumullah, begitu mulyanya para pelaku keistiqomahan, malaikat akan turun kepada mereka dan mengilhamkan sesuatu yang menyejukan jiwa dan menggembirakan hati dan melenyapkan kekhawatiran serta mengusir kesedihan. Maka apalah lagi yang dibutuhkan ketika Allah swt telah memberikan kita ketenangan dan menghilangkan kecemasan?...
Kita memohon kepada Allah yang Maha Mengetahui Segalanya, semoga kita diberikan Qalbu yang istiqomah dalam keta'atan kepada-Nya, diperkenankan segala do'a dan harapan, diberikan limpahan rizqi yang toyyiban, diberikan jamuan kemulyaan, nikmat yang sangat besar , diberikan ampunan-Nya, ditutupi segala dosa, limpahan segala kenikmatan.
مِنَ اللهِ الغَفَّارِ السِّتَارِ لِذُنُوبِ  عِبَادِهِ التَّائِبِينَ، الرَّحِيمِ الرَّحمَنِ الرَّؤُوفِ بِعِبَادِهِ  فِي جَمِيع ِالأَحوَالِ...
(hanya) dari Allah yang Maha Mengampuni Yang Maha Menutupi bagi segala dosa hamba-hamba-Nya yang bertaubat Yang Maha Penyayang Maha Pengasih Yang maha Pemurah kepada hamba-Nya dalam semua keadaan.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ


0 Comments

Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik