Lintasan
Memuat artikel terbaru...

Bersungguh-sungguh di sepuluh akhir Ramadlan

Bersungguh-sungguh di Sepuluh Akhir Ramadhan

Kategori: Ramadhan & Amalan Utama
Bismillaahi walhamdulillaah washsholaatu wassalaamu 'alaa Rasuulillaah wa 'alaa aalihii wa ashhaabihi ajma'iin. Di tengah ritme kehidupan modern yang serba cepat, hari-hari terakhir bulan suci sering kali berlalu begitu saja tanpa persiapan optimal. Padahal, fase penutup bulan Ramadhan menyimpan permadani kemuliaan yang tak ternilai harganya.

Ikhwah fillah, semoga kita senantiasa dirahmati Allah. Di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, terdapat satu malam mulia bernama Al-Qadar yang dimuliakan oleh Allah SWT di atas malam-malam lainnya. Allah Ta'ala telah memuji keutamaan malam tersebut di dalam Al-Qur'an:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ , فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ , أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا..
"Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami..." (Q.S. Ad-Dukhan: 3-5).

Allah SWT menyifati malam tersebut sebagai malam yang penuh keberkahan karena melimpahnya kebaikan di dalamnya. Salah satu bentuk keberkahannya adalah diturunkannya Al-Qur'an pada malam itu, sebagaimana firman-Nya:

يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

Ayat tersebut menjelaskan bahwa pada malam itu segala urusan yang penuh hikmah dirinci dari Lauhul Mahfuzh. Urusan tersebut meliputi ketetapan rezeki, ajal (hidup dan mati), kebaikan, keburukan, dan segala ketentuan Allah SWT yang ditetapkan dengan penuh keadilan, kesempurnaan, serta tanpa cacat.

Dalam surat yang lain, Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (Q.S. Al-Qadr: 1-5).

Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa kata Al-Qadar bermakna الشَّرَفُ وَ التَّعظِيمُ (kemuliaan dan keagungan) atau التَّقدِيرُ وَ القَضَاءُ (ketetapan dan takdir), karena malam tersebut merupakan malam yang agung di mana Allah menetapkan berbagai takdir.

Ungkapan bahwa malam tersebut lebih baik dari seribu bulan menunjukkan keutamaan, kemuliaan, serta besarnya pahala ibadah di dalamnya. Barangsiapa mendirikan shalat malam pada saat itu dengan landasan iman dan mengharap ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Para malaikat turun ke bumi membawa kedamaian, keberkahan, dan rahmat. Malaikat Jibril (yang disebut Ar-Ruh sebagai bentuk penghormatan) turut turun bersama mereka. Malam tersebut juga dipenuhi kesejahteraan bagi orang-orang beriman hingga terbitnya fajar.

Syaikh Al-Utsaimin merinci beberapa fadilah utama Lailatulqadar:

  • Turunnya Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup bagi manusia.
  • Pengagungan malam tersebut melalui kalimat tanya dalam Al-Qur'an.
  • Nilai ibadah yang lebih baik daripada seribu bulan.
  • Turunnya para malaikat membawa rahmat dan keberkahan.
  • Malam penuh keselamatan dari siksa neraka bagi hamba yang taat.
  • Keutamaan malam tersebut terus berlaku abadi hingga hari kiamat.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.:

مَن قَامَ لَيلَةَ القَدرِ إِيمَانًا وَاحتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنبِهِ
"Barangsiapa mendirikan shalat pada malam Lailatulqadar karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (Muttafaq 'Alaih).

Lailatulqadar dipastikan berada pada bulan Ramadhan, merujuk pada firman Allah SWT:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ
"Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan permulaan Al-Qur'an..." (Q.S. Al-Baqarah: 185).

Dalam riwayat Abu Dzar r.a., Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa malam tersebut tetap ada hingga hari kiamat (H.R. Ahmad). Secara khusus, malam mulia ini terletak pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil.

Hikmah dirahasiakannya waktu pasti Lailatulqadar adalah agar umat Islam bersungguh-sungguh memperbanyak ibadah, shalat, zikir, dan doa sepanjang sepuluh malam terakhir, sekaligus menjadi ujian untuk menyaring hamba yang bersungguh-sungguh dari hamba yang lalai.

Mari kita bulatkan tekad untuk memanfaatkan sisa waktu Ramadhan ini dengan meningkatkan kualitas ibadah, memohon ampunan, serta menjauhi segala bentuk kelalaian.

وَآتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا وَلِجَمِيعِ الْمُسْلِمِينَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ ، وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
"Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa neraka..."
Sumber / Referensi:
  • Majalis Syahri Ramadhan, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
  • Shahih Al-Bukhari & Shahih Muslim
  • Musnad Ahmad
Kategori Pilihan

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik