Bersungguh-sungguh di Sepuluh Akhir Ramadhan
Ikhwah fillah, semoga kita senantiasa dirahmati Allah. Di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, terdapat satu malam mulia bernama Al-Qadar yang dimuliakan oleh Allah SWT di atas malam-malam lainnya. Allah Ta'ala telah memuji keutamaan malam tersebut di dalam Al-Qur'an:
Allah SWT menyifati malam tersebut sebagai malam yang penuh keberkahan karena melimpahnya kebaikan di dalamnya. Salah satu bentuk keberkahannya adalah diturunkannya Al-Qur'an pada malam itu, sebagaimana firman-Nya:
Ayat tersebut menjelaskan bahwa pada malam itu segala urusan yang penuh hikmah dirinci dari Lauhul Mahfuzh. Urusan tersebut meliputi ketetapan rezeki, ajal (hidup dan mati), kebaikan, keburukan, dan segala ketentuan Allah SWT yang ditetapkan dengan penuh keadilan, kesempurnaan, serta tanpa cacat.
Dalam surat yang lain, Allah Ta'ala berfirman:
Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa kata Al-Qadar bermakna الشَّرَفُ وَ التَّعظِيمُ (kemuliaan dan keagungan) atau التَّقدِيرُ وَ القَضَاءُ (ketetapan dan takdir), karena malam tersebut merupakan malam yang agung di mana Allah menetapkan berbagai takdir.
Ungkapan bahwa malam tersebut lebih baik dari seribu bulan menunjukkan keutamaan, kemuliaan, serta besarnya pahala ibadah di dalamnya. Barangsiapa mendirikan shalat malam pada saat itu dengan landasan iman dan mengharap ridha Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Para malaikat turun ke bumi membawa kedamaian, keberkahan, dan rahmat. Malaikat Jibril (yang disebut Ar-Ruh sebagai bentuk penghormatan) turut turun bersama mereka. Malam tersebut juga dipenuhi kesejahteraan bagi orang-orang beriman hingga terbitnya fajar.
Syaikh Al-Utsaimin merinci beberapa fadilah utama Lailatulqadar:
- Turunnya Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup bagi manusia.
- Pengagungan malam tersebut melalui kalimat tanya dalam Al-Qur'an.
- Nilai ibadah yang lebih baik daripada seribu bulan.
- Turunnya para malaikat membawa rahmat dan keberkahan.
- Malam penuh keselamatan dari siksa neraka bagi hamba yang taat.
- Keutamaan malam tersebut terus berlaku abadi hingga hari kiamat.
Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.:
Lailatulqadar dipastikan berada pada bulan Ramadhan, merujuk pada firman Allah SWT:
Dalam riwayat Abu Dzar r.a., Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa malam tersebut tetap ada hingga hari kiamat (H.R. Ahmad). Secara khusus, malam mulia ini terletak pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil.
Hikmah dirahasiakannya waktu pasti Lailatulqadar adalah agar umat Islam bersungguh-sungguh memperbanyak ibadah, shalat, zikir, dan doa sepanjang sepuluh malam terakhir, sekaligus menjadi ujian untuk menyaring hamba yang bersungguh-sungguh dari hamba yang lalai.
Mari kita bulatkan tekad untuk memanfaatkan sisa waktu Ramadhan ini dengan meningkatkan kualitas ibadah, memohon ampunan, serta menjauhi segala bentuk kelalaian.
- Majalis Syahri Ramadhan, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
- Shahih Al-Bukhari & Shahih Muslim
- Musnad Ahmad

Tidak ada komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik