4.6.17

          Bismillaah...Assalamu'alaikum warahmatullaah sobat netizen semua, semoga hidup kita penuh dengan barokah...aamiin. Didalam kehidupan ini, setiap manusia tidak terlepas dari yang namanya persaingan, baik secara moril maupun materil, dan mengandung dua unsur didalamnya yaitu persaingan secara sehat dan tidak sehat.
gbr persaingan
  
Adanya suatu karakter dalam jiwa manusia yang selalu ingin lebih baik dari orang lain, merupakan potensi yang harus dikelola dengan benar agar membuat dirinya menjadi orang yang senantiasa tampil dalam segala medan kebaikan demi meraih prestasi didunia dan akhirat, sehingga ia selalu bersemangat untuk bergerak, bekerja dan berjuang menjadi lebih baik lagi.
          Dalam hal ini Allah swt telah membimbing dan memberikan semangat kepada kita semua agar dapat meraih gelar "The Winner" bukan hanya di dunia, melainkan diakhirat pula, dan kemenangan ini dapat diraih dengan suatu metode yang lurus yaitu fastabiqul khairat.
            Jika dikaitkan dengan naluri bersaing dalam diri manusia, kita ketahui bahwa hanya orang yang memiliki moralitas yang bersihlah yang mampu bersaing secara sehat, dia akan berusaha, beramal,  berjuang dengan seluruh kemampuannya berdasar kepada nilai-nilai keikhlasan, murni, bersih dari kedustaan, kecurangan dan pengkhianatan.
          Perintah fastabiqulkhairat secara jelas tertuang dalam ayat:  
وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَمَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
"Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu" (Q.S. AlBaqarah:148).
Di sini Allah Ta'ala memberikan bimbingan yang luas kepada kita, diantaranya adalah sebagai isyarat agar kita senantiasa menetapi keikhlasan, dan dimaksud secara hakiki yaitu bermuwajahah (menghadapkan diri) hanya kepada Allah yakni mengikhlaskan ibadah hanya kepada-Nya,  baik itu ibadah yang ditentukan waktu, tempat, niyat dan kaifiyatnya secara eksplisit, seperti wudhu, sholat dan lain sebagainya. Ataupun ibadah yang tidak ditentukan waktu dan tatacaranya, berkaitan dengan perbuatan atau muammalah yang bisa bernilai pahala ibadah disisi Allah swt, seperti dalam hal mencari nafkah, baik itu dengan bekerja, berdagang, berbisnis atau dengan profesi yang lain dan sebagainya, maka hal ini dapat menjadi suatu nilai pahala keshalihan disisi Allah jika termasuk kepada Fastabiqul Khairat, yakni bersaing dan berlomba dalam beramal shalih, dan boleh jadi masuk kepada ibadah yang hakikatnya mempunyai aturan secara implisit.
          Menurut Dr. Wahbah al-Zuhaili, Firman-Nya : اسْتَبِقُوا الْخَيْراتِ (Berlomba-lombalah dalam kebaikan), ini menjelaskan bahwa yang dituju adalah : الْمُبَادَرَةُ إِلَى تَنفِيذِ مَا أَمَرَ اللهُ بِهِ  : yakni: Action, bergerak untuk mengimplementasikan/melaksanakan apa yang Allah perintahkan. Sebagaimana ta'atnya Rasulullah saw terhadap perintah Allah untuk menghadap ke Baitul maqdis ketika sholat, maka beliau saw dan para sahabat pun melaksanakannya dengan penuh keikhlasan, kendati hati beliau pada waktu itu sebenarnya sangat ingin menghadap ke arah Ka'bah, yang pada akhirnya Allah swt pun memerintahkan kembali menghadap Ka'bah.
          Inilah isyarat bahwa perintah kebaikan dan amal shalih itu terkadang menyalahi hasrat hati, sepertinya berat memang, namun inilah yang membedakan mana orang-orang yang sanggup bersaing dan berlomba dalam beramal shalih, mana yang tidak.
          Dan pada akhirnya tidak peduli status seorang hamba itu apakah ia pemimpin, rakyat jelata, pemilik perusahaan, pekerja, pengajar, siswa atau profesi apapun. Ketika ia bersaing, saling berlomba dalam kebaikan dan mampu berlomba beramal shalih dengan penuh keikhlasan. Maka inilah "The Winner"... Sang Pemenang.
          Pada dasarnya alQuran telah memberikan pedoman dari perkara terkecil hingga perkara yang besar, bahwa setiap gerak-gerik kita jika sesuai dengan program alQuran, maka akan mengantarkan diri kita kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Demikian penting memanfaatkan waktu dalam setiap gerak dan perbuatan, dengan merenungi dan menilai kembali apakah perbuatan kita termasuk kepada perbuatan alkhairāt ? yaitu perbuatan yang bernilai amal shalih disisi Allah, juga bernilai manfaat di sisi manusia sehingga kita termasuk kepada orang-orang yang Attasaabuq fil Khairaat...bersungguh-sungguh berbuat kebaikan hanya demi mengharap ridlo Allah swt, bersaing dalam kebaikan tanpa harus menjatuhkan dan merugikan orang lain dengan sikap curang dan batil, karena bemuammalah/bergaul dengan cara yang baik merupakan bagian dari perintah Allah dan Rasul-nya yang dicintohkan dalam prilaku manusia terpuji dan terpercaya yakni Rasulullah Muhammad saw.
Semoga kita semua mampu meningkatkan hasrat bersaing dalam kebaikan, sehingga kita kelak dikumpulkan oleh Allah  swt bersama para kekasih-Nya.

0 Comments

Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik