Bismillaah...ketemu lagi sobat netizen di blog sederhana ini, semoga kita semua senantiasa di rahmati Allah Ta'ala. Kali ini saya mencoba menulis artikel yang berkaitan dengan pembahasan ulumulquran, ok..kita langsung aja..
Sahabat yang budiman...derajat seorang mukmin bergantung kepada sejauh mana dia mengimani alQuran, yang akan melahirkan pribadi Qurani, adapun dalam mengimaninya tentu saja memiliki berbagai tahapan demi mencapai keyakinan yang mendalam sebagai dasar untuk mengamalkan keimanan tersebut.
Proses untuk mengetahui kemudian faham dan yakin, diawali dengan Tahapan Belajar, yaitu mempelajari alQuran yang mencakup dari segi pengetahuan tentang : apa itu alQuran?, bagaimana cara membacanya, memahaminya, mengamalkan kemudian menda’wahkannya?. Oleh karena itu yang dimaksud proses awal belajar ini adalah mengetahui bahwa al Qur-an itu :
Proses untuk mengetahui kemudian faham dan yakin, diawali dengan Tahapan Belajar, yaitu mempelajari alQuran yang mencakup dari segi pengetahuan tentang : apa itu alQuran?, bagaimana cara membacanya, memahaminya, mengamalkan kemudian menda’wahkannya?. Oleh karena itu yang dimaksud proses awal belajar ini adalah mengetahui bahwa al Qur-an itu :
1. Secara bahasa, berasal dari bahasa arab dari kata:
قُرْاَناً, قِرَاءَةً, يَقرَأُ , قَرَأَ , sebagaimana terdapat dalam alQuran, Firman Allah Ta’ala :
“Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. apabila Kami telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu” (Q.S alQiyamah:17-18 ).
Pengertian قُراءَانَهُ ( Qurānah ) disini berarti قِرَاءَتُهُ yang berarti bacaannya atau cara membacanya. Kata Qur-an menunjukan mashdar (kata dasar) dari kata tersebut diatas yang berarti "bacaan", bentuk mashdar dengan arti isim maf’ul (objek) yaitu مَقرُوأٌ : maqrū’(yang dibaca).
2. Secara Istilah, definisi al Qur-an adalah kalam Allah Ta'ala yang merupakan mu’jizat yang diturunkan ( diwahyukan ) kepada Nabi Muhammad saw , dan yang ditulis di mushaf dan diriwayatkan dengan mutawwatir serta membacanya adalah ibadah. ( Qur-an terjemah depag .)AlQuran sebagai kitab suci , merupakan sumber utama dalam ajaran islam, yang diyakini oleh setiap mu’min bahwa membacanya saja akan mendapat pahala yang berlipat ganda terlebih lagi jika mempelajari dan mengamalkannya.
3. Merupakan kabar gembira dan peringatan yang dibawa oleh Rasul saw sebagai utusan Allah swt, sebagai Risalah Allah kepada seluruh manusia, sebagaimana firman-Nya :
" Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar Dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam" (Q.S:al Furqon:1).
Pada ayat ini alQuran disebut pula alFurqon, Furqon artinya pembeda atau pemisah, dalam artian bahwa orang yang telah menerima alFurqon itu mesti dapat membedakan yang benar dengan yang salah. AlQuran bukan hanya untuk di dengar, tapi dibaca dan di fahami, kemudian diamalkan. Sebagaimana Umar bin Khathab setelah memeluk islam dan memahami isi alQuran, beliau dapat membedakan yang hak dengan yang bathil, maka oleh Rasulullah saw, Umar digelari alFaruq yang artinya sanggup untuk membedakan buruk dan baiknya sesuatu hal.
4. AlQuran memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh kitab-kitab sebelumnya, dan akan dipelihara oleh Allah kemurniannya sebagai mana termaktub dalam Q.S al Hijr ayat 9 :
“ Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya .
Demikian Allah Ta'ala menjelaskan akan menjamin terpeliharanya alQuran selamanya, berbeda dengan kitab-kitab terdahulu, maka dari itu setiap orang mestinya memiliki keyakinan bahwa alQuran sungguh benar adalah wahyu dari Allah swt, bagaimana tidak mau beriman ?, sedangkan Rasulullah saw pun telah menantang orang-orang arab dengan alQuran, padahal alQuran diturunkan dengan bahasa mereka yang mana mereka pun ahli dalam bahasa dan retorikanya. Di dalam surat alBaqarah ayat 23-24 Allah Ta'ala menantang orang-orang kafir dan musyrikin , yaitu Firman Allah Ta’ala :
"Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) - dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir".
Ayat ini menantang orang kafir untuk membuat satu surat saja, bahkan jika mau mintalah bantuan kepada selain Allah, yaitu yang mereka pertuhankan, kepada ahli bahasa, ahli sastra seluruhnya yang mereka anggap benar. Kemudian didalam surat al Isra’ ayat 88, Allah pun berfiman:
"Katakanlah: "Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan Dia, Sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain".
Sesungguhnya Allah telah menantang semua orang, baik secara berkelompok maupun dengan bersatu semuanya, baik menyertakan orang awam maupun yang diklaim sebagai para ahli. Itu merupakan tantangan yang amat sempurna dan komperehensif (Mukhtashor Tafsir Ibnu Katsir). Ini membuktikan bahwa alQuran itu memang Haq, maka tiada alasan lagi untuk tidak mengimaninya.
Demikian sahabat-sahabat yang dirahmati Allah, satu tahapan dalam mengimani alQuran yaitu tahapan belajar awal, insyaa Allaah kita lanjutkan ke tahapan mengimani alQuran berikutnya.
Next: Membaca dan mengamalkan alQuran
Next: Membaca dan mengamalkan alQuran


0 Comments
Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik