1.6.17

           Bismillaah....Maha Suci Allah Yang Maha Terpuji yang telah menjadikan sholat sebagai tiang agama yang menjembatani antara Allah dan hamba-Nya yang beriman. Sholat merupakan amaliah orang beriman yang pertama kali dihisab pada hari kiamat.
Perintah shalat

           Allah Ta’ala telah mewajibkan sholat atas hamba-hamba-Nya dan memerintahkan agar mendirikannya dan menyempurnakan pelaksanaannya dengan penuh keimanan dan kekhusyu’an sehingga tercapai kesuksesan dan keberuntungan, sebagaimana Firman-Nya :
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ    الَّذِينَ هُمْ فِي صَلاتِهِمْ خَاشِعُونَ
" Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,  (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sholatnya " (Q.S.Al-Mukminun:1-2).
        Demikian Ayat diatas menyebutkan sungguh beruntung orang-orang beriman, yaitu  orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya, mereka mengakui bahwa apa yang dibawa oleh Rasulullah saw kepada mereka adalah dari Sisi Allah Ta’ala, dan mereka mengamalkan Syari’at-Nya. Kemudian apabila mereka berdiri melaksanakan sholat, mereka melaksanakannya dengan penuh kekhusyu’an, yaitu mereka merendahkan diri dihadapan Allah Ta'ala dengan penuh keta’atan.
        Kemudian diantara nikmat yang dikaruniakan Allah kepada seorang hamba adalah diterimanya suatu ibadah yang akan mendatangkan rahmat Allah berupa ampunan-Nya dan bonus diakhirat kelak yaitu pahala yang besar yakni surga, adapun syarat diterimanya suatu ibadah adalah ikhlash (murni karena Allah Ta’ala) dan sesuai dengan contoh Rasulullah saw baik dalam hal niat maupun kaifiyatnya, demikian halnya dengan ibadah sholat, Rasulullah saw memerintahkan agar memperhatikan bagaimana beliau saw sholat, sebagaimana sabda beliau saw kepada para shahabat : صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي  : "sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat" (H.R. Bukhari).
          Adapun kenikmatan sholat dari segi bersemangat dan suka cita dalam melaksanakannya sehingga menghasilkan pribadi yang mampu mencegah perbuatan keji dan munkar tentu tergantung pendorong dari keimanan dalam dirinya yang akan didapatkan melalui kesungguhan dirinya dalam membina ruhyahnya berdasarkan ketentuan Allah yang dirisalahkan kepada rasul-Nya. 

Perintah Mendirikan Shalat     
           Diantara ciri orang-orang yang bertaqwa adalah mereka yang senantiasa mendirikan shalat, sebagaimana Firman Allah dalam Q.S. AlBaqarah ayat 3:   الَّذِينَ  يُؤْمِنُونَ  بِالْغَيْبِ  وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ " (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, dan yang mendirikan shalat, ...".

           AlMaraghi menjelaskan :  

الصَّلَاةُ فِى اللُّغَةِ الدُّعَاءُ كَمَا قَالَ تَعَالَى: وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ,وَدُعَاءُ الْمَعبُودِ بِالقَولِ أَو بِالفِعلِ أَو بِكِلَيهِمَا يَشعُرُ العَابِدُ بِالحَاجَةِ إِلَيهِ استِدرَارًا لِلنِّعمَةِ أَو دَفعًا لِلنِّقمَةِ 
Sholat secara bahasa bermakna do'a , sebagaimana Firman-Nya Ta'ala : " dan berdo'alah untuk mereka!", dan permohonan bagi yang disembah dengan ucapan atau perbuatan atau kedua-duanya atas kesadaran seorang hamba karena kebutuhan terhadap-Nya agar mendapatkan kenikmatan atau terhindarkan dari bencana. 
          Ibnu Katsir menjelaskan : 
قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ أَيْ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ بِفُرُوضِهَا. وَقَالَ الضَّحَّاكُ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ: إِقَامَةُ الصَّلَاةِ إِتْمَامُ الرُّكُوعِ وَالسُّجُودِ وَالتِّلَاوَةِ وَالْخُشُوعِ.
 وَقَالَ قَتَادَةُ إِقَامَةُ الصَّلَاةِ الْمُحَافَظَةُ عَلَى مَوَاقِيتِهَا وَوُضُوئِهَا وَرُكُوعِهَا وَسُجُودِهَا. وَقَالَ مُقَاتِلُ بْنُ حَيَّانَ: إِقَامَتُهَا الْمُحَافِظَةُ عَلَى مَوَاقِيتِهَا وَإِسبَاغِ الطَّهُورِ بِهَا وَتَمَامُ رُكُوعِهَا وَسُجُودِهَا وَتِلَاوَةُ الْقُرْآنِ فِيهَا وَالتَّشَهُّدُ وَالصَّلَاةُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَهَذَا إِقَامَتُهَا

Ibnu ’Abbas berkata : وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ yaitu mendirikan sholat dengan segala kewajibannya. Dan AdhDhahak berkata dari Ibnu ’Abbas : mendirikan sholat berarti menyempurnakan ruku, sujud, bacaan, dan penuh kekhusyu’an.
Dan  Qatadah berkata : mendirikan sholat yaitu memelihara waktu-waktunya, wudhu'nya, ruku'nya dan sujudnya. Dan Muqatil Ibnu Hayyan berkata : mendirikan sholat itu memelihara waktu-waktunya, menyempurnakan bersuci, menyempurnakan ruku’nya, sujudnya dan bacaan alQuran didalamnya, dan tasyahud serta membaca sholawat atas Nabi saw, maka inilah makna: إِقَامَةُ الصَّلَاةِ.
          Dalam ayat yang lain secara tegas Allah Ta'ala menggunakan kalimat perintah yang menunjukan wajibnya sholat, Allah swt berfirman :
وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ
" dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku' " (Q.S. AlBaqarah:43).
              Dan Ibnu Katsir menjelaskan :
قَالَ مُقَاتِلٌ: قَوْلُهُ تَعَالَى لِأَهْلِ الْكِتَابِ:وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ, أَمَرَهُمْ أَنْ يُصَلُّوا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Muqatil berkata : Firman-Nya Ta'ala kepada Ahli Kitab : "Tegakkanlah Sholat". Allah Ta'ala memerintahkan kepada mereka supaya melaksanakan sholat bersama Nabi saw.
              AlMaraghi juga menjelaskan :
وَإِقَامَتُهَا هِىَ التَّوَجُّهُ إِلَى اللهِ بِقَلبٍ خَاشِعٍ وَالإِخلَاصِ لَهُ فِي الدُّعَاءِ،وَهَذَا هُوَ رُوحُ الصَّلَاةِ الَّذِي شُرِعَت لِأَجلِهِ
Mendirikan Sholat yaitu menghadap kepada Allah dengan hati yang khusyu’ dan penuh keikhlashan didalam berdo'a, dan inilah ruhnya sholat yang karena itulah disyari'atkan.
            Demikian makna aqiimussholah sesuai perintah mendirikan shalat menurut bebrapa ahli tafsir, semoga kita semua termasuk kedalam golongan orang-orang yang senantiasa melaksanakan perintah mendirikan shalat...
wallaahul muwaffiq. 
 
_____________________
Maraji' :
- AlQuran Al Karim
- Tafsir Ibnu Katsir
- Tafsir AlMaraghi
- Tafsir AlThobari
- Shahih Bukhari bab :الأذان للمسافر إذا كانوا جماعة والإقامة وكذلك بعرفة
- المكتبة الشاملة
 

0 Comments

Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik