19.6.17

  1. Tersembunyinya Dhamir Dalam Keadaan Wujuban dan Jawazan.
Tersembunyinya dhamir dikatakan "wujuban" ketika ia berada pada Mutakallim, Mukhatab mufrad, atau gaya bahasa ta’jub.
Contoh :
1- أُطَهِّرُ لِسَانِي مِنَ الغِيبَةِ  [1].[للمتكلم]

2-
نُطَهِّرُ أَلسِنَتَنَا مِنَ الغِيبَةِ [2]. [للمتكلمين]

3-
طَهِّرْ لِسَانَكَ مِنَ الغِيبَةِ [3]. [للمخاطب]

4-
يَجِبُ أَن تُطَهِّرَ لِسَانَكَ مِنَ الغِيبَةِ  [4]. [للمخاطب]
Contoh ta’jub:
مَا أَ عْظَمَ نُورَ القُرآنِ . أَعْظِم بِالقُرآنِ .[5]

Tersembunyinya dhamir dikatakan "jawazan" ketika berada pada kata yang secara takdir menunjukan  هو atau هي , contoh:
إِنَّ اللهَ رَفَعَ أَقدَارَ العُلَمَاءِ .[6]

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ أَن يَرَى أَثَرَ نِعْمَتِهِ عَلَى عَبدِهِ . [7]

اَلشَّمْسُ أَشرَقَتْ فَعَمَّ النُّورُ .[8]



[1] . "Aku mensucikan lisanku dari ghibah".
[2] . "Kami mensucikan lisan kami dari ghibah".
[3]  . "Sucikanlah lisanmu dari ghibah!".
[4]  . "Kamu harus mensucikan lisanmu dari ghibah".
[5]  .  Alangkah agungnya nur AlQuran.
[6]  . Sesungguhnya Allah meninggikan derajat ‘Ulama.
[7]  . "Sesungguhnya Allah senang bila melihat bekas nikmat-Nya yang diberikan kepada hamba-Nya."
[8] . Matahari telah terbit maka cahaya menyebar.

0 Comments

Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik