Lintasan
Memuat artikel terbaru...

Ringkasan Kaidah Bahasa Arab dan I'rab (Kaidah Ke-1)

Kaidah Bahasa Arab: Tersembunyinya Dhamir dalam Keadaan Wujuban dan Jawazan

Kategori: Kaidah Bahasa Arab & Nahwu
Dalam kajian tata bahasa Arab (nahwu), pemahaman mengenai kedudukan kata ganti atau dhamir memegang peranan esensial dalam menyusun struktur kalimat yang baik, benar, dan sesuai dengan kaidah baku. Baik bagi pelajar pemula di kalangan generasi muda maupun para pengkaji senior yang mendalami khazanah keilmuan klasik, penguasaan kaidah kebahasaan ini menjadi jembatan penting untuk menyelami makna teks-teks literatur Arab secara akurat. Artikel ini mengulas secara terstruktur mengenai ketentuan tersembunyinya dhamir dalam keadaan wujuban dan jawazan beserta contoh aplikatifnya.

1. Tersembunyinya Dhamir dalam Keadaan Wujuban

Tersembunyinya dhamir dikatakan secara wujuban (wajib) ketika ia berada pada bentuk kata ganti pembicara (*mutakallim*), lawan bicara tunggal (*mukhatab mufrad*), atau dalam struktur gaya bahasa takjub (*sighat ta'jub*).

Contoh Penggunaan:

أُطَهِّرُ لِسَانِي مِنَ الغِيبَةِ [للمتكلم]
"Aku menyucikan lisanku dari ghibah." [Untuk mutakallim / pembicara tunggal]
نُطَهِّرُ أَلسِنَتَنَا مِنَ الغِيبَةِ [للمتكلمين]
"Kami menyucikan lisan kami dari ghibah." [Untuk mutakallimin / pembicara lebih dari satu]
طَهِّرْ لِسَانَكَ مِنَ الغِيبَةِ [للمخاطب]
"Sucikanlah lisanmu dari ghibah!" [Untuk mukhatab / lawan bicara]
يَجِبُ أَن تُطَهِّرَ لِسَانَكَ مِنَ الغِيبَةِ [للمخاطب]
"Kamu harus menyucikan lisanmu dari ghibah." [Untuk mukhatab]

Contoh pada Gaya Bahasa Takjub (Ta'jub):

مَا أَعْظَمَ نُورَ القُرآنِ . أَعْظِمْ بِالقُرْآنِ
"Alangkah agungnya nur Al-Qur'an."

2. Tersembunyinya Dhamir dalam Keadaan Jawazan

Tersembunyinya dhamir dikatakan secara jawazan (boleh nampak atau tersembunyi) ketika berada pada posisi kata yang secara takdir menunjuk pada kata ganti هو (dia laki-laki) atau هي (dia perempuan).

Contoh Penggunaan:

إِنَّ اللهَ رَفَعَ أَقدَارَ العُلَمَاءِ
"Sesungguhnya Allah meninggikan derajat ulama." [Takdir dhamir kembali kepada Allah]
إِنَّ اللهَ يُحِبُّ أَن يَرَى أَثَرَ نِعْمَتِهِ عَلَى عَبدِهِ
"Sesungguhnya Allah senang bila melihat bekas nikmat-Nya yang diberikan kepada hamba-Nya."
اَلشَّمْسُ أَشرَقَتْ فَعَمَّ النُّورُ
"Matahari telah terbit maka cahaya menyebar." [Takdir dhamir *hiya* pada kata asy-syams]
Kategori Pilihan

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik