27.7.17

Bismillaah...
      Sobat Info...keimanan memang bukan hanya sekedar teori atau untuk di "teorikan", tapi jelas untuk dibuktikan dengan amal perbuatan, hanya saja ilmu itu harus di ikat, salah satu pengikatnya adalah catatan, semoga artikel ini menjadi pengingat dan pengikat yang bermanfaat bagi semua...  
   Berbicara mengenai keimanan...sebagaimana telah di ketahui oleh mayoritas kaum muslimin bahwa Aqidah Islam itu terbagi kepada 6 landasan, yaitu :
1.      الإيمان بالله عز وجل / Iman kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
2.      الإيمان بالملائكة / Iman kepada Malaikat.
3.      الإيمان بالكتب / Iman kepada Kitab-kitab.
4.      الإيمان بالرسل / Iman kepada para Rasul.
5.      الإيمان باليوم الآخر / Iman kepada Hari Akhir.
6.      الإيمان بالقضاء والقدر / Iman kepada Qadla dan Qadar. 
Banyak nash dari alQuran dan asSunnah yang menunjukan atas  ketentuan pokok-pokok Aqidah Islam ini, dan kita kenal pokok-pokok ini sebagai Rukun Iman. Allah Ta’ala berfirman :
لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ...
" Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi.." (Q.S. AlBaqarah:177).
Firman-Nya Ta’ala :
إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ
" Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran" (Q.S . AlQamar:49 ).

Dan Firman-Nya Ta’ala :
آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ...
" Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya.."". (Q.S. AlBaqarah:285).
Dalam hadits shahih dijelaskan, Rasulullah saw bersabda :  
الْإِيمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْقَدَرِ كُلِّهِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ (رواه أحمد)
"Iman adalah kamu beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab Kitab-Nya, para Rasul-Nya, Hari akhir dan kepada Taqdir yang baik dan yang buruk."( H.R. Ahmad).
          Para nabi dan rasul berada diatas syari’at yang sama sesuai dengan pokok-pokok dan rukun-rukun iman ini, hanyalah orang-orang yang kafir yang suka memilih-milih dan membeda-bedakan, Allah Ta’ala berfirman :
إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَنْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ اللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَنْ يَتَّخِذُوا بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا
" Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebahagian dan Kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan Perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir),"(Q.S. AnNisa:150).
 الإيمان بالله عز وجل / Beriman kepada Allah ‘Azza wa Jalla.
Beriman kepada Allah Ta’ala merupakan landasan pokok dan perkara yang sangat penting dan merupakan seagung-agungnya ilmu. Point-point nya telah dijelaskan sebelumnya dalam pembahasan tauhid yang tiga.  
Beriman kepada Allah yaitu :
التَّصدِيقُ الجَازِمُ بِوُجُودِ اللهِ، وَبِأَنَّهُ رَبُّ كُلِّ شَيءٍ وَمَلِيكُهُ، وَأَنَّهُ الخَالِقُ وَحدَهُ، الْمُدَبِّرُ لِلكَونِ كُلِّهِ، وَأَنَّهُ هُوَ الَّذِي يَستَحِقُّ العِبَادَةَ وَحدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّهُ مُتَّصِفٌ بِصِفَاتِ الكَمَالِ وَالجَلَالِ، وَأَنَّهُ مُنَزَّهٌ عَن كُلِّ عَيبٍ، وَنَقصٍ، وَمُمَاثِلَةٍ لِلمَخلُوقِينَ.[1]
Membenarkan secara mutlak terhadap keberadaan Allah, bahwa sesungguhnya Dia adalah Tuhan segala sesuatu dan Maha Pemilik segalanya, dan sesungguhnya hanya Dia yang Maha Menciptakan tanpa bantuan seorangpun, yang Maha Mengurus alam semesta seluruhnya, dan sesungguhnya hanya Dia yang berhak disembah tiada sekutu bagi-Nya, dan sesungguhnya Dia yang disifati dengan segala sifat yang Maha Sempurna dan Maha Agung, dan sesungguhnya Dia Maha Suci dan jauh dari segala ‘aib [2], dari kekurangan, dan dari keserupaan dengan seluruh makhluq Nya.
gbr. beriman kepada Allah
Keimanan kepada Allah ini merupakan keimanan yang telah Allah tetapkan sebagai fitrah bagi setiap insan, yakni setiap orang pada permulaan penciptaannya, telah di-fitrah-kan berada diatas keimanan kepada yang menciptakan dirinya tanpa terlebih dulu dapat berfikir dan berilmu, dan tidak akan berpaling dan berubah dari ketetapan ini kecuali orang yang dihatinya muncul dan berkembang apa-apa yang akan merubahnya dari fitrah tersebut berupa pengaruh yang merusak hati dan pemikirannya. Mengenai ini Allah Ta’ala berfirman :
فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
" .. (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui " [3]
Demikian fitrah Allah, maksudnya bahwa semua manusia itu diciptakan-Nya mempunyai naluri beragama kepada agama tauhid, adapun jika manusia tidak beragama tauhid, maka ini menyelisihi fitrah Allah, mereka tidak beragama tauhid disebabkan pengaruh lingkungan. Sebagaimana AlMaraghi menjelaskan :
الفِطرَةُ: هِىَ الحَالُ الَّتِي خَلَقَ اللهُ النَّاسَ عَلَيهَا مِنَ القَابِلِيَّةِ لِلحَقِّ، وَالتَهَيُّؤِ لِإِدرَاكِهِ.[4]
Fitrah yaitu satu kondisi yang Allah telah menciptakan manusia, pada dirinya terdapat potensi alhaq (kebenaran) dan kesiapan untuk menemukannya.
          Makna Fitrah pada ayat tersebut yaitu Islam,  dijelaskan dalam Fathulbayan:
 الفِطرَةُ فِي الأَصلِ الخِلقَةُ، وَالْمُرَادُ بِهَا هُنَا الْمِلَّةُ وَهِيَ الِإسلَامُ وَالتَّوحِيدُ [5]
Fitrah asal maknanya yaitu alhilqah (watak penciptaan), dan yang dimaksud adalah millah (agama), yaitu Islam dan Tauhid.
Rasulullah saw bersabda :
كُلُّ مَولُودٍ يُولَدُ عَلَى الفِطرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَو يُنَصِّرَانِهِ أَو يُمَجِّسَانِهِ كَمَثَلِ البَهِيمَةِ تُنتَجُ البَهِيمَةَ هَل تَرَى فِيهَا جَدعَاءَ. [6]
"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fithrah. Kemudian kedua orang tuanyalah yang menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat ada cacat padanya?" (H.R. Bukhari).

Topik Selanjutnya : Beriman kepada Malaikat

[1] . الطريق إلى الإسلام :تأليف الشيخ: محمد بن إبراهيم الحم (المكتبة الشاملة)
[2] . kekurangan, kelemahan, kerusakan, kecacatan, dan setiap keburukan.

[3] . Q.S. ArRuum :30
[5] . المكتبة الشاملة ( فتح البيان في مقاصد القرآن - (ج 10 / ص 246
 [6]. المكتبة الشاملة ( صحيح البخاري - (ج 1 / ص 465

0 Comments

Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik