3.7.17

Isim Jinis (اِسمُ الِجنسِ  ) dan Isim Jama’ ( اِسمُ الجَمعِ )
Isim Jinis yaitu isim yang dibedakan antara jamak dan mufradnya dengan huruf ة  . Misalnya : شَجَرٌ, ثَمَرٌ , yang mana bentuk mufradnya yaitu : شَجَرَةٌ, ثَمَرَةٌ .
Isim Jama’ yaitu isim yang tidak ada bentuk mufrad dalam lafazhnya. Contoh : نِسَاءٌ  .
 Bertemunya Dua Sukun (اِلتِقَاءُ السَّاكِنَينِ  )

Yang pokok pada dua sukun adalah tidak boleh bertemu, akan tetapi diperbolehkan pada beberapa keadaan, yaitu diperkenankan bertemunya dua sukun pada 3 tempat, yakni:

1.     Apabila awalnya dua sukun adalah huruf lin [1]. Dan yang keduanya di idghomkan pada yang semisalnya, dan kedua huruf tersebut berada dalam satu kata. Contoh : وَلَا الضَّالِّينَ , مَادَّةٌ ، دَابَّةٌ .
2.    Apabila bermaksud untuk menyebutkan satu per satu dari nama-nama huruf . Misalkan : جِيْمْ , ميْمْ  .
3.    Apabila waqaf (berhenti) pada suatu kata, misalnya :.  زَيْدْ, ثَوْبْ

Lanjut kaidah 6
Back to kaidah :1, 2, 3

[1] . yaitu wawu (و ) ,ya ( ي ) dan alif ( ا )

0 Comments

Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik