29.7.17

Termasuk kepada pokok-pokok aqidah Islam selanjutnya adalah Beriman Kepada Kitab-kitab, yang maksudnya yaitu :
التَّصدِيقُ الجَازِمُ بِأَنَّ لِلَّهِ تَعَالَى كُتُبًا أَنزَلَهَا عَلَى رُسُلِهِ إِلَى عِبَادِهِ، وَأَنَّ هَذِهِ الكُتُبَ كَلَامُ اللهِ تَعَالَى تَكَلَّمَ بِهَا حَقِيقَةً كَمَا يَلِيقُ بِهِ سُبحَانَهُ، وَأَنَّ هَذِهِ الكُتُبَ فِيهَا الحَقُّ وَالنُّورُ وَالهُدَى لِلنَّاسِ فِي الدَّارِينَ.[1]
Membenarkan secara mutlak bahwa sesungguhnya Allah Ta’ala mempunyai kitab-kitab yang Dia turunkan atas rasul-rasul-Nya untuk disampaikan kepada hamba-hamba-Nya, dan kitab-kitab tersebut  merupakan Kalam Allah Ta’ala yang pada hakikatnya Dia berbicara dengannya, sebagaimana Allah Ta’ala menghendakinya, dan sesungguhnya kitab-kitab tersebut berisi kebenaran dan cahaya serta petunjuk bagi manusia di dunia.
Kitab-kitab tersebut Allah turunkan kepada para rasul untuk menjelaskan kepada umatnya kebenaran dan mengajaknya kepada alhaq tersebut, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman :
لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنْزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ ...
"Sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan" (Q.S. AlHadiid:25).
Kitab-kitab yang dimaksud pada ayat ini adalah : Shuhuf Ibrahim a.s, Taurat yang diturunkan kepada Musa a.s, Zabur yang diturunkan kepada Dawud a.s. dan Injil yang diturunkan kepada Almasih a.s. [2]
Kitab-kitab dan shuhuf tersebut merupakan Kalamullah Ta’ala yang Allah mewahyukannya kepada para Rasul-Nya.
Beriman kepada kitab-kitab termasuk kepada rukun yang agung , sesuai dengan Firman-Nya Ta’ala :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
" Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, Maka Sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya". (Q.S. AnNisa:136).
Demikian pada ayat tersebut, Allah Ta’ala memerintahkan kepada hamba-hambaNya yang beriman supaya masuk kedalam keimanan sepenuhnya baik dalam cabang-cabangnya ataupun rukun-rukunnya. Kemudian pada akhir ayat tersebut Allah menjelaskan bahwa siapa saja yang kafir terhadap salah satu rukun iman tersebut, maka dia adalah orang yang telah sangat jauh dalam kesesatan yang keluar dari jalan yang benar, artinya telah keluar dari Addiinulhaq.
Cukup banyak ayat-ayat alQuran yang menjelaskan kewajiban beriman kepada kitab-kitabNya.
Adapun kitab-kitab sebelum alQuran, tidak diturunkan untuk seluruh ummat. Sedangkan kitab terakhir yang diwahyukan dari Sisi Allah Ta’ala yaitu AlQuranul’Azhim kepada Muhammad saw , diturunkan bagi seluruh umat, yang mana alQuran senantiasa dipelihara dengan pemeliharaan Allah swt yang tidak akan ada yang bisa merubahnya ataupun mengganti dengan menambah atau mengurangi dari segi huruf, kata, harakat ataupun maknanya. Firman-Nya Ta’ala :
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan AlQuran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya" (Q.S. Alhijr:9).
    AlQuranul’Karim, didalamnya mencakup intisari hukum-hukum Allah yang menguatkan dan membenarkan apa-apa yang terdapat didalam kitab-kitab sebelumnya, mengenai berbagai urusan yang memerintahkan untuk beribadah hanya kepada-Nya saja, yang memerintahkan kepada semua manusia untuk menjalankan hukum-hukum-Nya.  Allah Ta’ala berfirman :
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
"dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu, (Q.S. Almaaidah:48).
Persamaan & Perbedaan AlQuran dengan Kitab-kitab Sebelumnya
Perbedaan yang paling utama adalah alQuran mendapat jaminan dari Allah swt terpelihara dari perubahan. Tidak seperti kitab-kitab sebelumnya yang telah hilang dan telah banyak perubahan serta penyimpangan yang dilakukan oleh ahlulkitab demi kepentingan mereka, sebagaimana yang dikisahkan diantaranya dalam surat albaqarah mengenai kaum Yahudi yang merubah Taurat. Firman Allah Ta’ala :
فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُونَ
"Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh Keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan".[3] (Q.S. Albaqarah:79).
Mereka ini merupakan satu golongan yahudi, mereka para penyeru kepada kesesatan, bermaksud melakukan tipu daya dan kedustaan terhadap Allah, dan suka memakan harta-harta orang lain dengan cara yang batil. Mereka merubah-rubah ketentuan Allah, sebagaimana dijelaskan dalam shahih Bukhari:
2539 - حَدَّثَنَا يَحيَى بنُ بُكَيرٍ حَدَّثَنَا اللَّيثُ عَن يُونُسَ عَنِ ابنِ شِهَابٍ عَن عُبَيدِ اللهِ بنِ عَبدِ اللهِ بنِ عُتبَةَ عَنِ ابنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قال: يَا مَعشَرَ الْمُسلِمِينَ كَيفَ تَسأَلُونَ أَهلَ الكِتَابِ وَكِتَابُكُم الَّذِي أَنزَلَ عَلَى نَبِيِّهِ صلى الله عليه و سلم أَحدَثُ الأَخبَارِ بِاللهِ تَقرَؤُونَهُ لَم يُشَب وَقَد حَدَّثَكُم اللهُ أَنَّ أَهلَ الكِتَابِ بَدَّلُوا مَا كَتَبَ اللهُ وَغَيَّرُوا بِأَيدِيهِم الكِتَابَ فَقَالُوا هُوَ مِن عِندِ اللهِ لِيَشتَرُوا بِهِ ثَمَناً قَلِيلًا أَفَلَا يَنهَاكُم مَا جَاءَكُم مِن العِلمِ عَن مُسَاءَلَتِهِم وَلَا وَاللهِ مَا رَأَينَا مِنهُم رَجُلًا قَطُّ يَسأَلُكُم عَنِ الَّذِي أَنزَلَ عَلَيكُم [4]
Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Yunus dari Ibnu Syihab dari 'Ubaidullah bin 'Abdullah bin 'Utbah dari 'Abdullah bin 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata: "Wahai kaum muslimin, bagaimana bisa kalian bertanya kepada Ahli kitab sedangkan kitab kalian yang diturunkan kepada nabi-Nya shallallahu 'alaihi wasallam adalah kitab paling baru tentang Allah. Kalian membacanya dengan tidak dicampur aduk, dan Allah telah memberitahu kalian bahwa orang-orang ahli kitab telah merubah apa yang telah Allah tetapkan, dan mereka merubahnya dengan tangan mereka, lalu mereka berkata ini dari Allah dengan maksud menjualnya dengan harga yang sedikit. Bukankah dengan ilmu yang telah datang kepada kalian berarti Dia melarang kalian untuk bertanya kepada mereka?. Tidak, demi Allah, kami tidak melihat seorangpun dari mereka yang bertanya tentang apa yang diturunkan kepada kalian"..
       Perbedaan yang kedua, kalaulah kitab terdahulu dianggap masih ada saat ini, sulit untuk dibuktikan keasliannya, jelas tidak diketahui sanad periwayatannya, bahkan penukilan bahasa aslinyapun tidak ditemukan, sehingga jelas artinya kitab-kitab terdahulu memang bukan kitab yang Allah jadikan pedoman hidup selamanya bagi seluruh umat. Adapun alQuran, kaum muslimin menukil dari Rasulullah saw dengan penukilan yang mutawatir baik secara lisan maupun tulisan. Bahkan kaum muslimin disetiap zaman dan negeri melahirkan banyak hufazh (para penghafal alquran) yang mampu mengusainya secara lisan dan tulisan. Bahkan cara membacanya pun penuh dengan pemeliharaan, mencerminkan bahwa alquran memang dipelihara oleh Allah Ta’ala.
        Kitab-kitab terdahulu diperuntukan bagi zaman yang terbatas dan umat tertentu, tidak untuk seluruh umat, oleh karena itu isinya menyangkut hukum-hukum yang khusus bagi umat dan zaman tersebut saja. Sedangkan alQuran merupakan kitab yang menyeluruh, diperuntukan bagi setiap zaman dan umat, didalamnya mencakup hukum-hukum, muammalah, dan perbaikan akhlaq yang akan menshalihkan setiap umat dan sesuai disetiap masa. Allah Ta’ala berfirman :
تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا
“Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar Dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam” ( Q.Sal Furqon:1 ) .
Adapun persamaan kitab-kitab terdahulu dengan alQuran adalah ajarannya yang  mengajarkan aqidah yang sama  yaitu Aqidah Islam, yakni Aqidah Tauhid. Setiap Nabi yang diberi wahyu dan kitab, mereka menyeru manusia supaya memurnikan keta’atan hanya kepada Allah Ta’ala saja. Firman-Nya Ta’ala :
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
"dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan):"Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", (Q.S. AnNahl: 36).
Dan Firman-Nya Ta’ala :
إِذْ قَالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
"Ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Tunduk patuhlah!" Ibrahim menjawab: "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam". " dan Ibrahim telahMewasiatkan Ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, Maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam".(Q.S. AlBaqarah:131-132).
Dengan demikian kitab-kitab terdahulu mengajarkan kepada umat pada zamannya inti ajaran yang sama dengan alQuran yaitu Addiinulhaq yakni Addiinul Islam. Dan tidaklah berselisih orang-orang yang telah didatangkan alkitab kepada mereka, baik ahlul kitab Nashrani ataupunYahudi melainkan karena kedengkian yang ada dalam hati mereka. Allah Ta’ala berfirman :
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ وَمَا اخْتَلَفَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ إِلَّا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ
"Sesungguhnya addiin (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab, kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka SesungguhnyaAllah sangat cepat hisab-Nya".(Q.S. Ali Imran:19).
Kaifiyat Beriman Kepada Kitab-kitab Allah Ta’ala [5] 
Beriman kepada Kitab-kitab Allah mencakup kepada beberapa aspek yang banyak sekali nash-nash Alquran menunjukan atas kewajiban menyakini dan melaksanakannya, dan sedikitnya telah dijelaskan dalil-dalil atas rukun yang agung tersebut pada pembahasan yang telah lalu.
Adapun aspek beriman kepada kitab-kitab Allah diantaranya :
1.  Membenarkan secara mutlak bahwa kitab-kitab tersebut diturunkan dari Allah swt yang merupakan Kalamullah bukan kalam selain-Nya, dan meyakini bahwa sesungguhnya Allah Ta’ala hakikatnya berbicara dengan kalam tersebut dalam bentuk kalam yang Dia kehendaki. Sebagaimana dalam Firman-Nya Ta’ala :
أَفَتَطْمَعُونَ أَنْ يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُ مِنْ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
"Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, Padahal segolongan dari mereka mendengar Kalam Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?" (Q.S. Albaqarah:75).
2. Yakin bahwa sesungguhnya kitab-kitab Allah seluruhnya berisi ajakan untuk beribadah hanya kepada-Nya saja yang didalamnya terdapat kebaikan, petunjuk, cahaya dan penjelasan yang terang. Firman-Nya Ta’ala :
مَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُؤْتِيَهُ اللَّهُ الْكِتَابَ وَالْحُكْمَ وَالنُّبُوَّةَ ثُمَّ يَقُولَ لِلنَّاسِ كُونُوا عِبَادًا لِي مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُونَ
" tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, Hikmah dan kenabian, lalu Dia berkata kepada manusia: "Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah." akan tetapi (dia berkata): "Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani [6] , karena kamu selalu mengajarkan Al kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya".( Q.S. Ali Imran:79).
Allah Ta’ala menerangkan bahwa tidaklah dibenarkan seseorang diantara manusia yang diberikan kepadanya alkitab, hikmah dan kenabian, memerintahkan kepada manusia untuk menyembah tuhan selain Allah, melainkan kitab-kitab tersebut Allah datangkan hanyalah supaya manusia memurnikan ibadah kepada Allah saja.
3.  Mengimani bahwa sesungguhnya Kitab-kitab Allah itu satu sama lainnya saling membenarkan, tidak saling bertentangan dan kontradiksi didalamnya. Sebagaimana Allah berfirman :
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ
" dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian [7] terhadap Kitab-Kitab yang lain itu ".(Q.S. Almaidah:48).
Kemudian Firman-Nya Ta’ala mengenai Injil :
وَقَفَّيْنَا عَلَى آثَارِهِمْ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ
" dan Kami iringkan jejak mereka (nabi Nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan kitab yang sebelumnya, Yaitu: Taurat. dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, Yaitu kitab Taurat. dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa".(Q.S. Almaidah:46).
Maka wajib mengimani dan membenarkan terhadap itu semua, yakni meyakini lurusnya kitab-kitab Allah dari setiap pertentangan ataupun kontradiksi, tidaklah satu dan yang lainnya saling berlawanan. Demikian itu merupakan seagung-agungnya kekhususan terhadap kitab-kitab Allah dari kitab-kitab makhluq-Nya, dan keagungan Kalam Allah dari kalam makhluqnya. Jauh berbeda dengan kitab-kitab makhluq-Nya, Karena susungguhnya kitab-kitab yang bukan berasal dari Sisi-Nya pasti terdapat indikasi yang saling bertentangan dan kelemahan bahkan konflik didalamnya. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman :
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا
" Maka Apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya".(Q.S. AnNisaa:82).
4. Beriman kepada nama-nama yang Allah berikan terhadap kitab-kitab-Nya, dan membenarkannya terhadap  apa-apa yang Allah dan Rasul-Nya khabarkan, adapun kitab-kitab tersebut yaitu :
1) Kitab Taurat : yaitu kitab yang Allah turunkan kepada Nabi Musa a.s. Firman-Nya Ta’ala :
وَلَقَدْ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ مِنْ بَعْدِ مَا أَهْلَكْنَا الْقُرُونَ الْأُولَى بَصَائِرَ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةً لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
"dan Sesungguhnya telah Kami berikan kepada Musa Al-Kitab (Taurat) sesudah Kami binasakan generasi-generasi yang terdahulu, untuk menjadi pelita bagi manusia dan petunjuk dan rahmat, agar mereka ingat".(Q.S. AlQashash:43).
Dan disinggung didalam hadits yang cukup panjang mengenai syafa’at, yang mana Ibrahim a.s berkata :
لَسْتُ هُنَاكُمْ ائْتُوا مُوسَى عَبْدًا كَلَّمَهُ اللَّهُ وَأَعْطَاهُ التَّوْرَاةَ (رواه البخاري)
'Bukan aku yang kalian maksud, tapi datanglah kalian kepada Musa 'Alaihis Salam, seorang hamba yang Allah ajak bicara secara langsung dan diberikan Taurat.' (H.R. Bukhari).
Kitab Taurat merupakan kitab agungnya Bani israil dan didalamnya mengandung rincian hukum-hukum yang disyari’atkan kepada mereka yang Allah turunkan kepada Musa a.s, dan para Nabi Bani Israil setelah Musa a.s beramal dengan pedoman kitab tersebut. Sebagaimana Firman-Nya Ta’ala :
إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا لِلَّذِينَ هَادُوا وَالرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ وَكَانُوا عَلَيْهِ شُهَدَاءَ فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ
"Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara Kitab-Kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir".(Q.S. AlMaaidah:44).
2) Kitab Injil : yaitu Kitab yang Allah turunkan kepada Nabi ‘Isa a.s, sebagaimana terdapat dalam Q.S. AlMaaidah:46 :
وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ
"dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan cahaya, dan membenarkan kitab yang sebelumnya, Yaitu kitab Taurat. dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa".
Allah swt menurunkan Injil yang membenarkan Taurat dan mencocokinya. Sebagian ‘Ulama mengatakan :
لَم يُخَالِف الِإنِجيلُ التَّورَاةَ إِلَّا فِي قَلِيلٍ مِنَ الأَحكَامِ مِمَّا كَانُوا يَختَلِفُونَ فِيهِ كَمَا أَخبَرَ اللهُ عَنِ الْمَسِيحِ أَنَّهُ قَالَ لِبَنِي إِسرَائِيلَ:[8]
وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَلِأُحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي حُرِّمَ عَلَيْكُمْ وَجِئْتُكُمْ بِآيَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ
Kitab Injil tidak menyelisihi Taurat kecuali sedikit diantara hukum-hukum yang berbeda didalamnya sebagaimana yang Allah kabarkan mengenai Isa almasih, bahwa Isa a.s berkata kepada Bani Israil , Firman-Nya:
" dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) daripada Tuhanmu. karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku". (Q.S. Ali Imran:50).
Dan Allah swt mengabarkan dalam alQuran bahwa didalam Taurat dan Injil terdapat nash berita gembira tentang Nabi Muhammad saw, Firman-Nya  :
الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
"(yaitu) orang-orang yang mengikut rasul, Nabi yang Ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka[9]. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka Itulah orang-orang yang beruntung".(Q.S. AlA’raf:157).
3)  Kitab Zabuur : yaitu Kitab yang Allah turunkan kepada Nabi Dawud a.s, Firman-Nya Ta’ala :  وَآتَيْنَا دَاوُدَ زَبُورًا "Dan Kami berikan Zabur kepada Daud" (Q.S. AnNisaa’:163).
قَالَ قَتَادَةُ فِي تَفسِيرِ الآيَةِ: كُنَّا نُحَدَّثُ أَنَّهُ دُعَاءٌ عَلَّمَهُ اللَّهُ دَاوُدَ وَتَحْمِيدٌ وَتَمْجِيدٌ لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ ، لَيْسَ فِيهِ حَلَالٌ وَلَا حَرَامٌ، وَلَا فَرَائِضُ وَلَا حُدُودٌ.
Qatadah berkata mengenai tafsir ayat tersebut, yaitu:  Diceritakan kepada kami bahwa Zabur itu adalah do’a, Allah mengajarkannya kepada Dawud, dan pujian serta pengagungan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Tidak terdapat didalamnya penghalalan dan pengharaman, dan tidak terdapat kewajiban-kewajiban dan batas-batas hukum.
4)   Suhuf Ibrahim dan Musa : Mengenai kedua suhuf ini alQuran menjelaskan pada dua tempat, pertama dalam surat AnNajm, yaitu Firman-Nya :
أَمْ لَمْ يُنَبَّأْ بِمَا فِي صُحُفِ مُوسَى وَإِبْرَاهِيمَ الَّذِي وَفَّى
"Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa?, dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalumenyempurnakan janji?" (AnNajm:36-37).
Dan yang kedua dalam surat al-A’laa, yaitu Firman-Nya :
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى إِنَّ هَذَا لَفِي الصُّحُفِ الْأُولَى صُحُفِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى
"Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan Dia ingat nama Tuhannya, lalu Dia sholat,  tetapi kamu memilih kehidupan duniawi, sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam Kitab-Kitab yang dahulu, (yaituSuhuf Ibrahim dan Musa" (Q.S. Al-A’laa:14-19).
Allah swt mengabarkan mengenai apa yang terdapat didalam suhuf ini sebagian wahyu-Nya yang diturunkan kepada rasul-Nya yaitu Ibrahim dan Musa ‘alaihimassalaam. Adapun pengetahuan mengenai ini, hanya Allah lah yang Maha Mengetahui.
5) AlQuranul’Azhim : Yaitu Kitabullah yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad saw yang membenarkan dan menyempurnakan kitab-kitab sebelumnya, dan menghapus sebagian hukum yang terdapat dalam kitab-kitab sebelumnya, yang berisi seruan kepada seluruh ummat dari jin dan manusia. Allah swt berfirman :
وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِنْ لِيَبْلُوَكُمْ فِي مَا آتَاكُمْ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
"dan Kami telah turunkan kepadamu AlQuran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, Yaitu Kitab-Kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap Kitab-Kitab yang lain itu; Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, Maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.(Q.S. AlMaaidah:48)
ومهيمنًا maksudnya yaitu شهيدًا (sebagai saksi) sebagaimana Firman-Nya Ta’ala :
قُلْ أَيُّ شَيْءٍ أَكْبَرُ شَهَادَةً قُلِ اللَّهُ شَهِيدٌ بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ وَأُوحِيَ إِلَيَّ هَذَا الْقُرْآنُ لِأُنْذِرَكُمْ بِهِ وَمَنْ بَلَغَ
"Katakanlah: "Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?, "Katakanlah: "Allah". Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. dan Al Quran ini diwahyukan kepadaku supaya dengan Dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Quran (kepadanya)".(Q.S. Al An’am:19).
Dan Firman-Nya Ta’ala :
تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا
"Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar Dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam".(Q.S AlFurqan:1)
Demikianlah maka wajib beriman dengan kitab-kitab tersebut sebagaimana terdapat nash-nash mengenainya yang menjelaskan nama-namanya, mengenai diturunkanya, dan beriman kepada semua yang Allah dan Rasul-Nya saw beritakan mengenai kitab-kitab tersebut.
5.    Meyakini benar bahwa alQuran telah menghapus semua kitab-kitab dan suhuf yang Allah turunkan kepada para rasul-Nya, karena sesungguhnya kitab-kitab tersebut tidak lagi berlaku kepada seorangpun diantara jin dan manusia , tidak pula bagi pemeluk kitab-kitab terdahulu dan selain mereka setelah diturunkannya AlQuran. Dengan demikian seluruh manusia wajib beribadah kepada Allah dan menegakkan hukum-hukum berdasarkan ketentuan yang Allah tetapkan dalam AlQuran yang telah ditetapkan sebagai pedoman bagi seluruh alam sebagaimana dijelaskan dalam Q.S. AlFurqan ayat 1 diatas. Dan Allah swt berfirman :
يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِمَّا كُنْتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ قَدْ جَاءَكُمْ مِنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُبِينٌ يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
"Hai ahli Kitab, Sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al kitab yang kamu sembunyikan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan, dengan kitab Itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhoan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus".(Q.S. AlMaaidah:15-16).
Dan Allah swt memerintahkan kepada Nabi saw supaya menegakkan hukum diantara Ahli Kitab dengan AlQuran. Firman-Nya Ta’ala:
فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ
"Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu".(Q.S. AlMaaidah:48).
Dan pada ayat selanjutnya Allah menegaskan, Firman-Nya :
وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ
"dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu."(Q.S. AlMaaidah:49).
Dan terdapat dalam sunnah, hadits Jabir bin ‘Abdillah r.a, bahwa ‘Umar bin Khaththab r.a datang kepada Nabi saw dengan membawa tulisan yang dia dapatkan dari sebagian ahli kitab, kemudian ‘Umar membacakannya kepada Nabi saw, kemudian Nabi saw marah, dan beliau saw bersabda :
أَمُتَهَوِّكُونَ فِيهَا يَا ابْنَ الْخَطَّابِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ جِئْتُكُمْ بِهَا بَيْضَاءَ نَقِيَّةً لَا تَسْأَلُوهُمْ عَنْ شَيْءٍ فَيُخْبِرُوكُمْ بِحَقٍّ فَتُكَذِّبُوا بِهِ أَوْ بِبَاطِلٍ فَتُصَدِّقُوا بِهِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ مُوسَى عَلَيْهِ السَلَّام كَانَ حَيًّا مَا وَسِعَهُ إِلَّا أَنْ يَتَّبِعَنِي.(رواه أحمد والبزار والبيهقي وغيرهم وهو حديث حسن بمجموع طرقه. ومعنى متهوكون : متحيرون).
"Bukankah isinya hanya orang-orang yang bodoh Wahai Ibnu Khaththab?. Demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, saya datang kepada kalian dengan membawa cahaya yang terang. Janganlah kalian bertanya kepada mereka tentang sesuatu! Bagaimana jika mereka mengabari kalian kebenaran lalu kalian mendustakannya atau mereka (menyampaikan) kebatilan lalu kalian membenarkannya?. Demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya Musa a.s masih hidup maka tidak ada jalan lain kecuali dia harus mengikutiku " (H.R. Ahmad, alBazaari dan alBaihaqi dan selain mereka, derajat haditsnya hasan dengan banyak jalan periwayatan. Adapun makna mutahawwikuun yaitu: perkara yang membingungkan/kacau).
          Dengan demikian sedikitnya cukup jelas bagi kita bahwa merngimani kitab-kitab Allah yakni beriman kepada kitab-kitab Allah artinya kita yakin bahwa Allah memberikan petunjuk hidup kepada seluruh umat dengan mengutus para Nabi dan Rasul dengan membawa kitab-kitab-Nya hingga rasul terakhir yaitu Nabi Muhammad saw dan kitab terakhir yaitu alQuran, yang wajib bagi seluruh ummat manusia dan jin untuk mengamalkannya secara mutlak. Wa Allaahu a’lamu.
gbr. kitab-kitab

Selanjutnya : Beriman Kepada Rasul-rasul Allah
Back to : Pokok-pokok Aqidah Islam

[1]. التوحيد للناشئة والمبتدئين-عبد العزيز بن محمد آل عبد اللطيف-المكتبة الشاملة-
[2] . Lihat : - المكتبة الشاملة ( الإسلام أصوله ومبادئه (ج 1 / ص 183
[3]. Makna الويلُ yaitu الهلاك والدمار ,yakni kebinasaan/kehancuran dan malapetaka/kecelakaan, ini merupakan kalimat yang telah masyhur dalam bahasa arab. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas bahwa الويلُ maknanya adalah المشقة من العذاب ,yaitu penderitaan/kesengsaraan lantaran adzab. Dan menurut AlKhalil الويلُ itu adalah شدّة الشرّ ,yaitu kejahatan yang paling buruk. Dan menurut Syibawaih Wailun itu ditujukan bagi orang yang terjerumus kedalam kebinasaan sedangkan وَيْحٌ bagi orang yang masih berada ditepi jurang kebinasaan.(Tafsir Ibnu Katsir).
[4] صحيح البخاري(ج 2 / ص 953).Maktabah Syamilah
[5] . Lihat : المكتبة الشاملة  -( أصول الإيمان في ضوء الكتاب والسنة - (ج 1 / ص 165
[6]Rabbani ialah orang yang sempurna ilmu dan takwanya kepada Allah s.w.t. (Quran inword)
[7]. Maksudnya:AlQuran adalah ukuran untuk menentukan benar tidaknya ayat-ayat yang diturunkan dalam Kitab-Kitab sebelumnya.
 [8] . أصول الإيمان في ضوء الكتاب والسنة  ج 1 / ص 171
[9]Maksudnya: dalam syari'at yang dibawa oleh Muhammad itu tidak ada lagi beban-beban yang berat yang dipikulkan kepada Bani Israil. Umpamanya: mensyari'atkanmembunuh diri untuk sahnya taubat, mewajibkan kisas pada pembunuhan baik yang disengaja atau tidak tanpa membolehkan membayar diat, memotong anggota badan yang melakukan kesalahan, membuang atau menggunting kain yang kena najis. (Quran Inword)

0 Comments

Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik