27.7.17

Masih melanjutkan pembahasan pokok-pokok Tauhid , setelah Beriman kepada Allah, selanjutnya adalah ber-Iman kepada Malaikat , maksudnya yaitu :
التَّصدِيقُ الجَازِمُ بِوُجُودِ الْمَلَائِكَةِ، وَأَنَّهُم نَوعٌ مِن مَخلُوقَاتِ اللهِ، لَا يَعصُونَ اللهَ مَا أَمَرَهُم وَيَفعَلُونَ مَا يُؤمَرُونَ.
Membenarkan secara mutlak terhadap keberadaan Malaikat bahwa sesungguhnya mereka merupakan sejenis makhluk diantara makhluk-makhluk Allah yang tidak akan mendurhakai Allah terhadap apa yang Allah perintahkan kepada mereka, dan mereka senantiasa mengerjakan apa yang diperintahkan.
قَالَ تَعَالَى: وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَنُ وَلَدًا سُبْحَانَهُ بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ لَا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ
Firman-Nya Ta’ala:" dan mereka berkata: "Tuhan yang Maha Pemurah telah mengambil anak", Maha suci Allah. sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan . Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan Perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintahNya" [1].(Q.S. AlAnbiya' :26-27).
Terdapat 4 perkara yang mencakup Iman kepada Malaikat [2], Yaitu :
  1. Beriman kepada wujud (keberadaan) nya.
  2. Beriman kepada nama-nama mereka yang diberitahukan kepada kita, seperti Jibril a.s, dan beriman kepada mereka yang nama-namanya tidak diberitahukan kepada kita dengan keimanan yang sempurna.
  3. Beriman kepada sifat-sifat  mereka.
  4.  Beriman kepada perbuatan-perbuatan mereka yang senantiasa memenuhi perintah Allah Ta’ala, seperti bertasbih kepada-Nya, beribadah kepada-Nya malam dan siang tanpa merasa lelah dan malas.
Beriman kepada malaikat ini termasuk diantara rukun-rukun iman, sebagaiman Firman-Nya Ta’ala:
آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
" Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (denganyang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan Kami taat." (mereka berdoa): "Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dankepada Engkaulah tempat kembali." (Q.S. AlBaqarah:285).
Juga Firman-Nya Ta’ala :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, Maka Sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya “.(Q.S. AnNisa:136). 


         Pada ayat diatas dijelaskan bahwa orang-orang beriman itu senantiasa ta’at kepada Allah dan rasul-Nya. Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman diantaranya supaya beriman kepada malaikat-Nya. Dijelaskan pula bahwa siapa yang kafir kepada malaikat-Nya berarti dia telah tersesat sejauh-jauhnya.
Ibnu Katsir menjelaskan mengenai ayat :"Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat -Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari Kemudian, Maka Sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya”, maknanya adalah : sesungguhnya ia telah keluar dari jalan hidayah dan sangat menyimpang jauh dari tujuan.
          Dari pengertian diatas dapat kita fahami bahwa beriman kepada malaikat itu hukumnya wajib, maka iman kepada malaikat dikategorikan oleh para ‘ulama sebagai rukun iman yang kedua.
gbr. Beriman kepada malaikat
Sifat-sifat Malaikat
Rasulullah saw telah menjelaskan bahwa malaikat adalah salah satu makhluk Allah yang diciptakan dari cahaya, sebagaimana tercantum dalam hadits, yaitu :
عَن عَائِشَةَ رضي الله عنهما قَالَت: قَالَ رَسُولُ الله صل الله عليه وسلم : خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَةُ مِن نُورٍ, وَخُلِقَتِ الجَانُ مِن نَارٍ, وَخُلِقَ أَدَمُ مِمَّ وُصِفَ لَكُم.رواه أحمد.
Dari ‘Aisyah raberkataRasulullah saw bersabda: “Malaikat itu diciptakan dari cahayadan jin diciptakan dari apisedangkan Adam as diciptakan dariapa yang disifatkan kepada kalian .(H.R. Ahmad)
Allah Ta’ala memberitahukan kepada kita dalam alQuran bahwa Malaikat Allah ciptakan sebagai utusan, yakni untuk mengurus berbagai macam urusan, dan Dia menciptakan bagi malaikat berupa sayap-sayap yang berbeda-beda jumlahnya, Firman-Nya Ta’ala :
الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
"segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan Malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu".(Q.S. Faathir :1)
وَرَأَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ جِبرِيلَ عَلَيهِ السَّلَامُ لَهُ سِتُّمِائَةِ جَنَاحٍ (أخرجه البخاري ومسلم)  [3]
Dan Nabi saw telah melihat Jibril a.s yang memiliki enam ratus sayap
(H.R. Bukhari & Muslim).
          Dengan Qudrat Allah, malaikat dapat berubah bentuk menjadi bentuk seorang laki-laki, sebagaimana yang terjadi kepada Jibril a.s ketika Allah mengutusnya kepada Maryam dalam bentuk manusia, demikian pula malaikat yang diutus kepada Ibrahim a.s dan Luth a.s menampakan diri dalam wujud laki-laki.[4]
          Malaikat merupakan makhluk ghaib yang senantiasa mengabdi , tunduk patuh sepenuhnya kepada Allah Ta’ala, dan mempunyai tugas yang berbeda-beda, yang diantaranya ada yang bertugas menjaga neraka, sebagaimana Allah berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan".(Q.S. AtTahrim:6)
Dan alQuran yang sampai kepada kita merupakan kitab yang diturunkan Allah kepada Rasulullah saw melalui malaikat Jibril, yaitu malaikat yang ditugasi Allah menurunkan wahyuNya, sebagaimana dalam Q.S alBaqarah ayat 97 Allah Ta’ala berfirman:
 قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَى قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ وَهُدًى وَبُشْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ
“Katakanlah: "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, Maka Jibril itu telah menurunkannya (AlQuran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman ”. 
     Dalam kitab tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa Jibril adalah salah satu Rasul Allah dari golongan malaikat, dan barang siapa yang memusuhi seorang rasul berarti dia memusuhi rasul seluruhnya. Sebagaimana halnya orang yang beriman kepada,maka keimanan itu mengharuskannya untuk mengimani rasul-rasul lainnyasebagai mana firman Allah Ta’ala :
 إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَنْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ اللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَنْ يَتَّخِذُوا بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا 
Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasulnya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul Nya, dengan mengatakan : "Kami beriman kepada yang sebahagian dan Kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)", serta bermaksud (denganPerkataan itumengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir).(Q.S AnNisa : 150).
     Demikian  pula halnya dengan orang yang memusuhi Jibril, maka dia adalah musuh Allah karena Jibril tidak akan turun membawa perintah ataskemauannya sendiri,tetapi turun atas perintah Tuhannya, sebagaimana Allah berfirman :
وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمْرِ رَبِّكَ لَهُ مَا بَيْنَ أَيْدِينَا وَمَا خَلْفَنَا وَمَا بَيْنَ ذَلِكَ وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا
“Dan tidaklah Kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu. kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa”. ( Q.S Maryam : 64). 
      
     Dari beberapa penjelasan diatas setidaknya dapat kita ketahui dan yakini bahwa iman kepada malaikat artinya orang beriman wajib meyakini bahwa malaikat adalah hamba Allah yang tidak dapat diindera oleh manusia, malaikat itu senantiasa ta’at kepada Allah swt. Dan kita mesti meyakini bahwa malaikat diberikan tugas oleh Allah. Dengan beriman kepada malaikat berarti kita termasuk orang-orang yang dimaksud beriman oleh Allah swt, sedangkan bagi orang yang tidak beriman kepada malaikat mereka telah kafir kepada Allah dengan sebutan orang yang tersesat sejauh-jauhnya.  


Malaikat itu mempunyai tugas masing-masing
Malaikat memiliki pekerjaan masing-masing yang ditugaskan oleh Allah swt kepada mereka, diantaranya Jibril yang mempunyai tugas sebagai pemimpin malaikat dan menyampaikan wahyu dari Sisi Allah kepada siapa yang Dia kehendaki diantara hamba-hamba-Nya sebagai rasul. Bahkan Jibril itu turun bukan atas kehendak dirinya, melainkan atas perintah Allah swt kapan Jibril harus turun menemui Rasulullah saw, sebagaimana dijelaskan dalam hadits :
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ ذَرٍّ قَالَ ح حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ عُمَرَ بْنِ ذَرٍّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِجِبْرِيلَ أَلَا تَزُورُنَا أَكْثَرَ مِمَّا تَزُورُنَا قَالَ فَنَزَلَتْ: وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمْرِ رَبِّكَ لَهُ مَا بَيْنَ أَيْدِينَا وَمَا خَلْفَنَا  - الْآيَةَ- رواه البخاري باب سؤال جبريل النبي صلى الله عليه وسلم عن الإيمان والإسلام.
Telah bercerita kepada kami Abu Nu'aim telah bercerita kepada kami 'Umar bin Dzarr berkata. Dan diriwayatkan pula, telah bercerita kepadaku Yahya bin Ja'far telah bercerita kepada kami Waki' dari 'Umar bin Dzarr dari bapaknya dari Sa'id bin Jubair dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma berkata, Rasulullah saw berkata kepada Jibril a.s: "Tidakkah sebaiknya engkau lebih sering mengunjungi kami dari yang sudah engkau lakukan?". Perawi berkata: "Maka turunlah firman Allah Ta'laa:" Dan tidaklah kami (Jibril) turun melainkan dengan perintah Rabbmu. Kepunyaan-Nyalah segala apa yang ada di hadapan kita dan apa yang di belakang kita"(Q.S.Maryam :64). (H.R. Bukhari bab pertanyaan Jibril kepada Nabi saw tentang Iman dan Islam).
          Kemudian diantara malaikat itu ada yang bertugas memikul arasy,mengendalikan hujan dan angin, mencabut ruh dan ada yang bertugas meniupkan ruh dalam rahim, ada pula yang bertugas menjaga bani Adam, menjaga surga dan neraka, kemudian ada yang bertugas mencatat segala amal, dan lain sebagainya yang kita tidak mungkin mengetahui semuanya, kemudian bagi tiap-tiap orang itu ada 2 malaikat penjaga. Allah Ta’ala berfirman :
إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
"(yaitu) ketika dua orang Malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat Pengawas yang selalu hadir". (Q.S. Qaaf”17-18).
Demikian tentunya begitu banyak yang tidak akan kita ketahui tentang perkara ghaib kecuali apa yang telah diberitakan oleh Rasulullah saw. Dan yang terpenting adalah kita beriman kepada apa yang Rasulullah saw beritakan, dan diantara buah dari keimanan kepada malaikat adalah : Membersihkan aqidah seorang muslim dari keburukan syirik dan kekotorannya. Kemudian seorang muslim itu yakin bahwa malaikat tidak dapat memberi manfa’at dan madharat, mereka hanyalah hamba-hamba yang dimulyakan dan tidak mendurhakai Allah atas apa yang diperintahkan, dan senantiasa melaksanakan apa yang diperintahkan Allah kepada mereka, dan tidak menyembah mereka serta tidak menjadikan mereka tempat bergantung dan meminta.
---------- 

Baca Juga :Tauhid dalam Islam, Beriman Kepada Allah

[1] Ayat ini diturunkan untuk membantah tuduhan-tuduhan orang-orang musyrik yang mengatakan bahwa malaikat-malaikat itu anak Allah.
[2] . Lih : التوحيد للناشئة والمبتدئين- المؤلف : عبد العزيز بن محمد آل عبد اللطيف-المكتبة الشاملة
[3] التوحيد للناشئة والمبتدئين- المؤلف : عبد العزيز بن محمد آل عبد اللطيف-المكتبة الشاملة-
[4] Ibid.

0 Comments

Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik