31.5.18


Ta’rif (Definisi) Surat AlMaidah
سورة الْمَائِدَة
Sababu Tasmiyah  (Sebab Penamaan) Surat alMaidah
    Dinamakan dengan surat alMaidah yaitu didalamnya memuat salah satu mu’jizat Nabi ‘Isa as kepada kaumnya ketika mereka menuntut darinya agar Allah menurunkan kepada mereka “Maidah” (hidangan) dari langit sehingga mereka dapat makan darinya dan hati mereka tentram.
Ta’rif Surat
Terdapat beberapa ta’rif yaitu :
1.      Termasuk surat Madaniyah.
2.      Termasuk surat yang panjang.
3.      Jumlah ayatnya 120 ayat.
4.      Surat ke-5 berdasarkan urutan mushaf.
5.      Turun sesudah surat alFath.
6.      Surat ini dimulai dengan salah satu gaya bahasa seruan, yakni :  يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا.
7.      Meliputi juz ke- 6 dan ke- 7, Hizb (11,12,13), Rubu’ (9:1).
Pokok-pokok Pembahasan
Surat almaidah termasuk surat madaniyah panjang  yang memuat sebagaimana kebanyakan surat-surat madaniyah dari aspek tasyri’ dengan penyampaian yang terperinci sebagaimana surat alBaqarah, anNisa dan alAnfal dari segi topik aqidah dan kisah-kisah Ahli Kitab. Abu Maisarah berkata :
“Surat alMaidah termasuk surat yang Allah turunkan tanpa ada mansukh didalamnya, dan memuat 18 kewajiban”.
Sebab Turunnya Surat
1.      Allah Ta’ala berfirman :
ولاَ تُحِلُّوا شَعَائِرَ الله
“janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah”
أَخرَجَ ابنُ جَرِيرٍ الطَّبَرِي عَن عِكرِمَةَ، قَالَ: قَدِمَ الحَطمُ بنُ هِندِ البَكرِيُّ الْمَدِينَةَ فِي عِيرٍ لَهُ يَحِملُ طَعَامًا فَبَاعَهُ، ثُمَّ دَخَلَ عَلَى النَّبِيِّ صلّى الله عليه وسلّم، فَبَايَعَهُ وَأَسلَمَ، فَلَمَّا وَلَّى خَارِجًا، نَظَرَ إِلَيهِ، فَقَالَ لِمَن عِندَهُ: لَقَد دَخَلَ عَلَيَّ بِوَجهٍ فَاجِرٍ، وَوَلَّى بِقَفَا غَادِرٍ، فَلَمَّا قَدِمَ اليَمَامَةَ اِرتَدَّ عَنِ الإِسلَامِ، وَخَرَجَ فِي عِيرٍ لَهُ يَحمِلُ الطَّعَامَ فِي ذِي القَعدَةِ يُرِيدُ مَكَّةَ، فَلَمَّا سَمِعَ بِهِ أَصحَابُ النَّبِيِّ صلّى الله عليه وسلّم تَهَيَّأَ لِلخُرُوجِ إِلَيهِ نَفَرٌ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ، لِيَقتَعُوهُ  فِي عِيرِهِ، فَأَنزَلَ اللهُ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحِلُّوا شَعَائِرَ اللَّهِ الآية، فَانتَهَى القَومُ، وَأُخرِجَ عَن السُّدِيِّ نَحوُهُ. التفسير المنير للزحيلي (6/ 65)
Ibnu Jarir alThobari meriwayatkan dari Ikrimah, ia berkata : AlHathmu bin Hindi alBakriy tiba di Madinah dalam satu rombongan konvoi yang membawa pangan untuk dijual, kemudian ia masuk mendatangi Nabi saw, kemudian ia berbai’at dan masuk Islam, ketika ia keluar, Nabi memperhatikannya kemudian Nabi bersabda kepada para shahabat : “ Sungguh ia telah datang kepadaku dengan wajah yang maksiyat, kemudian dia pergi dengan punggung yang menyimpang”, Maka ketika ia tiba di Yamamah ia murtad dari Islam. Kemudian ia keluar lagi dalam satu konvoi dengan membawa pangan di bulan Dzulqo’dah menuju Makkah, ketika para sahabat Nabi saw mendengar kedatangan mereka , maka satu kelompok dari muhajirin dan anshor bersiap-siap menghadang konvoi tersebut, kemudian Allah swt menurunkan Ayat : “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah”. Hingga kaum tersebut selesai. Dan telah diriwayatkan pula yang semisal dari AsSudiy.
2.      Allah Ta’ala berfirman :
اليَومَ أَكمَلتُ لَكُم دِينَكُم
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu”
جَاءَ رَجُلٌ مِنَ اليَهُودِ إِلَى عُمَرَ بنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنهُ فَقَالَ يَا أَمِيرَ الْمُؤمِنِينَ اِنَّكُم تَقرَؤُونَ آيَةً فِي كِتَابِكُم لَو عَلَينَا مَعشَرَ اليَهُودِ نَزَلَت لَاتَّخَذنَا ذَلِكَ اليَومَ عِيدًا فَقَالَ اَيُّ آيَةٍ هِيَ قَالَ (اليَومَ أَكمَلتُ لَكُم دِينَكُم وَأَتمَمتُ عَلَيكُم نِعمَتِي ) فَقَالَ عُمَرُ : وَاللهِ إِنِّي لَأَعلَمُ اليَومَ الَّذِي نَزَلَت فِيهِ عَلَى رَسُولِ اللهِ وَالسَّاعَةَ الَّتِي نَزَلَت فِيهَا عَلَى رَسُولِ اللهِ عَشِيَّةً يَومَ عَرَفَةَ فِي يَومِ جُمعَةٍ رواه البخاري .
Seseorang dari Yahudi datang kepda Umar bin alKhathab r.a , ia berkata :”Hai Amirul Mukminin sungguh kalian membaca satu ayat dalam kitab kalian, seandainya ayat tersebut turun kepada kami kelompok Yahudi , sungguh pasti hari ketika ayat tersebut turun akan kami jadikan hari raya”. Umar bertanya: “ Ayat yang mana itu?”, ia berkata : “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku”. Kemudian Umar berkata : “ Demi Allah !, aku lebih mengetahui hari dimana ayat tersebut turun kepada Nabi saw, dan waktu ayat tersebut turun kepada Rasulullah saw , ayat tersebut turun di sore hari pada hari ‘Arafah di hari jum’at. (H.R. Bukhari).
3.      Allah Ta’ala berfirman:
يَسأَلُونَكَ مَاذَا أُحِلَّ لَهُم
“ Mereka menanyakan kepadamu: "Apakah yang dihalalkan bagi mereka?" “.
عَنِ القَعقَاعِ بنِ الحَكِيمِ أَمَرَ رَسُولُ اللهِ بِقَتلِ الكِلَابِ فَقَالَ النَّاسُ يَا رَسُولَ اللهِ مَا أُحِلَّ لَنَا مِن هَذِهِ الاُمَّةِ الَّتِي أَمَرتَ بِقَتلِهَا فَأَنزَلَ اللهُ تَعَالَى هَذِهِ الآيَةَ وِهِيَ "يَسأَلُونَكَ مَاذَا أُحِلَّ لَهُم قُل أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ وَمَا عَلَّمتُم مِنَ الَجوَارِحِ مُكَلِّبِينَ ."
Dari AlQa’qa’ bin Alhakim, Rasulullah saw memerintahkan membunuh anjing-anjing, maka orang-orang bertanya : “ Wahai Rasulullah manakah yang dihalalkan bagi kami dari kelompok(anjing-anjing) ini yang kau perintahkan untuk membunuhnya ?”. Kemudian Allah Ta’ala menurunkan ayat ini, yaitu : “ Mereka menanyakan kepadamu: "Apakah yang dihalalkan bagi mereka?" , Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatih nya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu “.
________
Baca juga  : Surat alFatihah , Albaqarah, Ali Imran, AnNisaa.

0 Comments

Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik