14.4.18

Ta’rif (Definisi) Surat AlBaqarah
سورة الْبَقَرَة
Sababu Tasmiyah  (Sebab Penamaan) Surat alBaqarah
     Dinamakan Surat alBaqarah, didalamnya terdapat penyebutan kisah mu’jizat yang menakjubkan yang terjadi di zaman Nabi Musa as, ketika seseorang dari kaum Bani Israil dibunuh dan mereka tidak mengetahui pembunuhnya, maka di ajukanlah kepada Musa as perkara tersebut dengan harapan Musa as dapat mengetahui si pembunuhnya, kemudian Allah Ta’ala mewwahyukan kepada Musa dan memerintahkannya  supaya mereka (bani Israil) menyembelih seekor sapi betina (بَقَرَة) dan sebagian dari dagingnya agar dipukulkan ke jasad yang terbunuh tersebut, maka kemudian mayit tersebut hidup kembali dengan Izin Allah, dan dia kemudian memberi tahu tentang siapa yang telah membunuhnya. Maka itu menjadi bukti nyata atas Qudratullaah Jalla wa ‘Alaa atas keMaha Kuasaan-Nya menghidupkan makhluk-Nya setelah mati.
Gbr. Arti surat alBaqarah
 Ta’rif Surat
Adapun  ta’rif  surat alBaqarah yaitu :
1.      Surat alBaqarah termasuk kepada surat madaniyah.
2.      Termasuk surat yang panjang.
3.      Jumlah ayatnya 286 ayat.
4.      Merupakan surat ke 2 berdasarkan tartib Mushaf.
5.      Surat alBaqarah merupakan surat yang pertama turun di Madinah.
6.    Dimulai dengan huruf Muqaththa’ah “الم ” , disebutkan didalamnya lafzhul Jalaalah sebanyak 100 kali. Dan ayat yang terpanjang didalam alQuran terdapat dalam surat ini pada ayat 282.
7.      Juz (1,2,3),  Hizb(1,2,3,4,5), Rubu’ ( 1:19).
Pokok-pokok Pembahasan
     Surat alBaqarah merupakan surat alQuran terpanjang yang termasuk surat Madaniyah yang memuat aspek-aspek Syari’at (undang-undang) sebagaimana surat-surat Madaniyah yang lain yang memuat tentang aturan dan hukum-hukum (Qanun) syari’at yang dibutuhkan oleh kaum Muslimim dalam kehidupan sosial bermasyarakat.
Sebab Turunnya Surat
1.     الم ذلك الكتاب 
عَن مُجَاهِدٍ قَالَ : أَربَعُ آيَاتٍ مِن أَوَّلِ هَذِهِ السُّورَةِ نَزَلَت فِي الْمُؤمِنِينَ وَآيَتَانِ بَعدَهَا نَزَلَتَا فِي الكَافِرِينَ وَثَلَاثَ عَشرَةَ بَعدَهَا نَزَلَت فِي الْمُنَافِقِينَ .
Dari Mujahid, ia berkata : “ Empat ayat di awal surat ini turun mengenai orang-orang beriman dan dua ayat setelahnya turun mengenai orang-orang kafir, kemudian tiga belas ayat setelahnya turun mengenai orang-orang munafik”.
  1. إن الذين كفروا 

 قَالَ الضَّحَاكُ :نَزَلَت فِي أَبِي جَهلٍ وَخَمسَةٍ مِن أَهلِ بَيتِهِ وَقَالَ الكَلبِيُّ : يَعنِي اليَهُودَ 

AdhDhahak berkata : “ Ayat ini turun mengenai Abu Jahal dan 4 orang dari ahlu baitnya”. AlKalbiy berkata : “ yakni Yahudi”.

3.     وإذا لقوا الذين آمنوا 

 قَالَ الكَلبِيُّ :عَن أَبِي صَالِحٍ عَن ابنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنه:

نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ فِي عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أُبَيٍّ وَأَصْحَابِهِ، وَذَلِكَ: أَنَّهُمْ خَرَجُوا ذَاتَ يَوْمٍ فَاسْتَقْبَلَهُمْ نَفَرٌ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أُبَيٍّ: انْظُرُوا كَيْفَ أَرُدُّ هَؤُلَاءِ السُّفَهَاءَ عَنْكُمْ، فَذَهَبَ فَأَخَذَ بِيَدِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ: مَرْحَبًا بِالصِّدِّيقِ سَيِّدِ بَنِي تَمِيْمٍ، وَشَيْخِ الْإِسْلَامِ، وَثَانِي رَسُولِ اللَّهِ فِي الْغَارِ، الْبَاذِلِ نَفْسَهُ وَمَالَهُ. ثُمَّ أَخَذَ بِيَدِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَالَ: مَرْحَبًا بِسَيِّدِ بَنِي عَدِيِّ بْنِ كَعْبٍ، الْفَارُوقِ الْقَوِيِّ فِي دِينِ اللَّهِ، الْبَاذِلِ نَفْسَهُ وَمَالَهُ لِرَسُولِ اللَّهِ. ثُمَّ أَخَذَ بِيَدِ عَلِيٍّ كَرَّمَ اللَّهُ وَجْهَهُ فَقَالَ: مَرْحَبًا بِابْنِ عَمِّ رَسُولِ اللَّهِ وَخَتَنِهِ، سَيِّدِ بَنِي هَاشِمٍ مَا خَلَا رَسُولَ اللَّهِ. ثُمَّ افْتَرَقُوا. فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ لِأَصْحَابِهِ: كَيْفَ رَأَيْتُمُونِي فَعَلْتُ؟ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمْ فَافْعَلُوا كَمَا فَعَلْتُ فَأَثْنَوْا عَلَيْهِ خَيْرًا. فَرَجَعَ الْمُسْلِمُونَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَأَخْبَرُوهُ بِذَلِكَ. فَأَنْزَلَ اللَّهُ هَذِهِ الآية.

AlKalbiy berkata : Dari Abu Shalih dari Ibnu ‘Abbas ra : “ Ayat ini turun berkaitan dengan ‘Abdullah bin Ubay dan teman-temannya, bahwa mereka pada suatu hari keluar, kemudian satu kelompok dari sahabat Rasulullah saw menemui mereka. Kemudian berkatalah ‘Abdullah bin Ubay : “ Perhatikanlah oleh kalian bagaimana aku menghalau mereka orang-orang bodoh itu dari kalian”. Kemudian ia pergi dan memagang tangan Abu Bakr Shiddiq ra dan berkata : “ Selamat datang dengan Kebenaran wahai Penghulu Bani Tamim, syaikhul Islam yang menemani Rasulullah didalam Goa, yang mengorbankan jiwa dan hartanya”. Kemudian ia memegang tangan ‘Umar ra dan berkata : “ Selamat datang wahai Penghulu Bani ‘Adiy bin Ka’ab, alFaruq yang perkasa didlam Agama Allah, yang mengorbankan harta dan jiwanya untuk Rasulullah”. Kemudian ia memegang tangan ‘Ali k.w , dan berkata : “ Selamat datang wahai anak paman Rasulullah dan menantu Rasulullah, penghulu bani hasyim selain rasulullah”. Kemudian mereka berpisah. Lalu berkatalah ‘Abdullah kepada teman-temannya : “ Bagaimana kalian melihat apa yang ku lakukan?, maka jika kalian melihat mereka maka lakukanlah sebagaimana yang aku lakukan, sanjunglah oleh kalian mereka dengan kebaikan”. Kemudian kaum muslimin kembali kepada Nabi saw, dan memberitahu Nabi mengenai kejadian tersebut. Maka kemudian turunlah Ayat ini.

0 Comments

Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik