14.4.18

Ta’rif (Definisi) Surat AlFatihah
سورة الْفَاتِحَة
Sababu Tasmiyah  (Sebab Penamaan) Surat alFatihah
     Dinamakan alFatihah (pembuka) karena alQuran di buka dengan surat ini, dan dinamakan UmmulKitab [أُمُّ ‏الكِتَابِ  ] karena dalam Surat alFatihah terkumpul  maqaasid al asaasiyyah (Tujuan-tujuan pokok), dan dinamakan juga  asSab’ulMatsaaniy [السَّبْعُ ‏الْمَثَانِي  ](tujuh ayat yang diulang-ulang), asSyaafiyah [الشَّافِيَةُ ](Penyembuh), alWaafiyah [الوَافِيَةُ] (yang lengkap), alKaafiyah [الكَافِيَةُ ] (yang cukup), alAsas [الأَسَاسُ] (Fundamental), dan alHamdu [الحَمْدُ ] (segala puji).
Ta’rif Surat
Terdapat beberapa ta’rif yang penting kita ketahui, agar lebih mengenal dan akrab tidak hanya dengan  bacaannya saja.
1.      Surat alFatihah termasuk surat Makiyyah, yakni yang turun di Makkah,
2.      Termasuk kepada surat-surat almatsani.
3.      Jumlah ayatnya 7 ayat dengan basmalah.
4.      Surat yang awal, berdasarkan tartib (susunan) Mushaf.
5.      Diturunkan setelah surat alMuddatstsir.
6.      Surat alFatihah di mulai dengan salah satu gaya bahasa sanjungan yaitu “الحمد لله “, tidak di sebutkan lafzhul Jalaalah kecuali hanya satu kali dan pada ayat yang pertama.
7.      Juz (1), Hizb (1), Rubu’ (1).
Pokok-pokok Pembahasan
     Surat alFatihah membahas seputar pokok-pokok agama dan cabang-cabangnya, aqidah, ibadah, syari’at, keyakinan kepada hari akhir, keimanan kepada sifat-sifat Allah, menunggalkan-Nya dalam beribadah, berlindung dan berdo’a.
Gbr.Ta’rif Surat AlFatihah     Pokok-pokok dalam bertawajjuh kepada Allah Jalla wa ‘Alla dengan berusaha mencapai Hidayah-Nya kepada agama yang hak dan jalan yang lurus, merendahkan diri kepada-Nya dengan mengokohkan diri diatas keimanan  dan mengikuti jalannya orang-orang yang shalih, dan menjauhi jalannya orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat.

     Bermuatan informasi tentang kisah-kisah umat terdahulu, dan pelajaran atas ketinggian derajat orang-orang yang beruntung, dan tempat-tempat orang yang celaka.
Pokok-pokok ta’abbudi terhadap perintah dan larangan-Nya.
Sebab Turunnya Surat
عَن أَبِي مَيسَرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ الله صلى الله عليه و سلم  كَانَ إِذَا بَرَزَ سَمِعَ مُنَادِيًا يُنَادِيهِ: يَا مُحَمَّدُ فَإِذَا سَمِعَ الصَّوتَ اِنطَلَقَ هَارِبًا فَقَالَ لَهُ وَرَقَةُ بنُ نَوفَلَ : إِذَا سَمِعتَ النِّدَاءَ فَاثبُت حَتَّى تَسمِعَ مَا يَقُولُ لَكَ قَالَ : فَلَمَّا بَرَزَ سَمِعَ النِّدَاءَ يَا مُحَمَّدُ فَقَالَ :لَبَّيكَ قَالَ : قُل أَشهَدُ أَن لَا إِلَهَ إِلَّا اللُه وَأَشهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ ثُمَّ قَالَ قُل :الحَمدُ لله رَبِّ العَالَمِينَ الرَّحمَنِ الرَّحِيمِ مَالِكِ يَومِ الدِّينِ حَتَّى فَرَغَ مِن فَاتِحَةِ الكِتَابِ وَهَذَا قَولُ عَلِيِّ بنِ أَبِي طَالِبٍ
Dari Abi Maisarah ra, bahwa Rasulullah saw ketika keluar rumah, beliau mendengar seseuatu yang menyeru memanggilnya : “ Hai Muhammad “, maka ketika beliau mendengar suara , beliau mengikutinya sambil berlari. Kemudian Waraqah bin Naufal berkata kepada beliau : “ Jika engkau mendengar seruan maka tetapkanlah sampai engkau mendengar apa yang dia katakan kepadamu”. Abi Maisarah berkata : “ketika beliau ketanah lapang beliau mendengar seruan : “Yaa Muhammad”, kemudian beliau menjawab :” Labbaik”, Kemudian yang memanggil berkata : “ Katakanlah : Aku bersaksi tiada Tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasul Allah”. Kemudian Ia berkata : “Ucapkanlah : Alhamdulillahi Rabbil ‘aalamin, arrahmaanirrahiim, maaliki yaumiddiin..hingga selesai surat alfatihah.  Dan Ini (kata Maisarah) adalah perkataan ‘Ali bin Abi Thalib.
Fadhilah Surat
رَوَى الإِمَامُ أَحْمَدُ في مُسْنَدِهِ أَنَّ أُبـَيَّ بْنَ كَعْبٍ رضي الله عنه قَرَأَ عَلَي الرسول صلى الله عليه و سلم  أُمَّ القُرآنِ الكَرِيمِ فَقَالَ رَسُولُ الَّلهِ: " وَالَّذِي نـَفْسِي بـِيَدِهِ مَا أُنـْزِلَ في التـَّوْرَاةِ وَلاَ في الإِنـْجِيلِ وَلاَ في الزَّبـُورِ وَلاَ في الفُرقـَانِ مِثْلُهَا ، هِيَ السَّبـْعُ المَثَانـِي وَالقـُرآنَ العَظِيمَ الَّذِي أُوتـِيتـُه " فَهَذَا الحَدِيثُ يُشِيرُ إِلى قَوْلِ الَّلهِ تَعَالى في سُورَةِ الحِجْرِ ( وَلَقَدْ آتـَيـْنَاكَ سَبْعَاً مِنَ الْمَثَانـِي وَالقُرآنَ العَظِيمَ )
Imam Ahmad meriwayatkan didalam Musnadnya bahwa Ubay bin Ka’ab ra ,membacakan Ummul Quran alKarim (alfatihah) kepada Rasulullah. Kemudian Rasulullah saw bersabda : “ Demi yang jiwaku berada di Tangan-Nya, tidak lah diturunkan dalam Taurat, tidak juga dalam Injil dan juga Zabur, tidak juga dalam alFurqaan (alQuran) semisalnya(surat alFatihah), ia lah AsSab’ul Matsaniy dan alQuran al’Azhim yang mana aku datang dengannya “. Maka hadits ini telah di isyaratkan dalam Firman-Nya Allah Ta’ala dalam surat alHijr :
"Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang Agung" (Q.S. alHijr:878).

0 Comments

Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik