14.4.18

Ta'rif Surat Ali 'Imran
سورة آل عِمْرانَ
Sababu Tasmiyah (Sebab Penamaan) Surat Ali 'Imran
     Dinamakan surat Ali 'Imran, karena didalamnya terdapat penyebutan kisah keluarga terhormat, yaitu keluarga Ali 'Imran orang tuanya Maryam ibunya 'Isa as dan apa yang menjelma dalam dirinya sebagai perwujudan Qudrat Ilahiyah dengan peristiwa melahirkannya Maryam yang merupakan seorang gadis perawan(tidak bersuami), dan kisah Isa as.
Ta'rif Surat
1.    Surat Ali 'Imran termasuk surat Madaniyah.
2.    Termasuk kepada surat-surat yang panjang.
3.    Jumlah ayatnya yaitu 200 ayat.
4.    Merupakan surat ke 3 berdasarkan tartib dalam Mushaf.
5.    Turun sesudah surat Al Anfal.
6.    Dimulai dengan huruf-huruf Muqaththa'ah " الم ".
7.    Juz (4), Hizb (6,7,8), Rubu' (1,2,3,4,5,6).
Pokok-pokok Pembahasan
Gbr. Ta'rif Surat Ali 'ImranSurat Ali 'Imran termasuk kepada surat-surat madaniyah yang panjang, dan surat yang mulya ini memuat dua rukun yang penting diantara rukun-rukun agama. 
Yang pertama yaitu rukun aqidah dan pelaksanaan dalil-dalil serta penjelasan atas ke Esaan Allah swt. 
Kemudian yang kedua yaitu Tasyri' (Perundang-undangan) dan secara khusus berkaitan dengan peperangan (Maghazy) dan jihad fi sabilillaah.

 Sababunnuzul Surat
قَالَ الْمُفَسِّرُونَ: قَدِمَ وَفْدُ نَجْرَانَ، وَكَانُوا سِتِّينَ رَاكِبًا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - وَفِيهِمْ أَرْبَعَةَ عَشَرَ رَجُلًا مِنْ أَشْرَافِهِمْ، وَفِي الْأَرْبَعَةَ عَشَرَ ثَلَاثَةُ نَفَرٍ إِلَيْهِمْ يَؤُولُ أَمرُهُم، "فالعاقب" أَمِيرُ الْقَوْمِ وَصَاحِبُ مَشُورَتِهِمُ الَّذِي لَا يُصْدِرُونَ إِلَّا عَنْ رَأْيِهِ وَاسْمُهُ: عَبدُ الْمَسِيحِ، وَ"السَّيِّدُ" إِمَامُهُم وَصَاحِبُ رَحْلِهِمْ وَاسْمُهُ: الْأَيْهَمُ، "وَأَبُو حَارِثَةَ بْنُ عَلْقَمَةَ" أُسْقُفُهُمْ وَحَبْرُهُمْ، وَإِمَامُهُمْ وَصَاحِبُ مِدْرَاسِهِمْ، وَكَانَ قَدْ شَرُفَ فِيهِ وَدَرَسَ كُتُبَهُمْ حَتَّى حَسُنَ عِلْمُهُ فِي دِينِهِمْ، وَكَانَتْ مُلُوكُ الرُّومِ قَدْ شَرَّفُوهُ وَمَوَّلُوهُ وَبَنَوْا لَهُ الْكَنَائِسَ لِعِلْمِهِ وَاجْتِهَادِهِ، فَقَدِمُوا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - وَدَخَلُوا مَسْجِدَهُ حِينَ صَلَّى الْعَصْرَ، عَلَيْهِمْ ثِيَابُ الحَبرَاتِ جُبَّاتٌ وَأَرْدِيَةٌ فِي جَمَالِ رِجَالٍ بَينَ الْحَارِثِ بْنِ كَعْبٍ، يَقُولُ بَعْضُ مَنْ رَآهُمْ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - مَا رَأَيْنَا وَفْدًا مِثْلَهُمْ، وَقَدْ حَانَتْ صَلَاتُهُمْ، فَقَامُوا فَصَلَّوْا فِي مَسْجِدِ رَسُولِ اللَّهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - "دَعُوهُمْ" فَصَلَّوْا إِلَى الْمَشْرِقِ، فَكَلَّمَ السَّيِّدُ وَالْعَاقِبُ رَسُولَ اللَّهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - فَقَالَ لَهُمَا رَسُولُ اللَّهِ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - "أَسْلِمَا"، فَقَالَا: قَدْ أَسْلَمْنَا قَبْلَكَ، قَالَ: "كَذَبْتُمَا مَنَعَكُمَا مِنَ الْإِسْلَامِ دُعَاؤُكُمَا لِلَّهِ وَلَدًا، وَعِبَادَتُكُمَا الصَّلِيبَ، وَأَكْلُكُمَا الْخِنْزِيرَ"، قَالَا: إِنْ لَمْ يَكُن عِيسَى وَلَدَ اللهِ فَمَنْ أَبُوهُ؟ وَخَاصَمُوهُ جَمِيعًا فِي عِيسَى، فَقَالَ لَهُمَا النَّبِيُّ - صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - "أَلَسْتُمْ تَعْلَمُونَ أَنَّهُ لَا يَكُونُ وَلَدٌ إِلَّا وَهُوَ يُشْبِهُ أَبَاهُ؟ " قَالُوا: بَلَى، قَالَ: "أَلَسْتُمْ تَعْلَمُونَ أَنَّ رَبَّنَا حَيٌّ لَا يَمُوتُ، وأن عيسى أتى عَلَيْهِ الْفَنَاءُ؟ " قَالُوا: بَلَى، قَالَ: "أَلَسْتُمْ تَعْلَمُونَ أَنَّ رَبَّنَا قَيِّمٌ عَلَى كَلِّ شَيْءٍ يَحْفَظُهُ وَيَرْزُقُهُ؟ " قَالُوا: بَلَى، قَالَ: "فَهَلْ يَمْلِكُ عِيسَى مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا؟ " قَالُوا: لَا، قَالَ: "فَإِنَّ رَبَّنَا صَوَّرَ عِيسَى فِي الرَّحِمِ كَيْفَ شَاءَ، وَرَبُّنَا لَا يَأْكُلُ وَلَا يَشْرَبُ وَلَا يُحْدِثُ" قَالُوا: بَلَى، قَالَ: "أَلَسْتُمْ تَعْلَمُونَ أَنَّ عِيسَى حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كَمَا تَحْمِلُ الْمَرْأَةُ، ثُمَّ وَضَعَتْهُ كَمَا تَضَعُ الْمَرْأَةُ وَلَدَهَا، ثُمَّ غُذِّيَ كَمَا يُغَذَّى الصَّبِيُّ، ثُمَّ كَانَ يَطْعَمُ وَيَشْرَبُ وَيُحْدِثُ؟ " قَالُوا:بَلَى، قَالَ: "فَكَيْفَ يَكُونُ هَذَا كَمَا زَعَمْتُمْ؟ " فَسَكَتُوا، فَأَنْزَلَ اللَّهُ - عَزَّ وَجَلَّ - فِيهِمْ صَدْرَ سُورَةِ آلِ عمران إلى بضعة وثمانية آيَةٍ مِنْهَا.
Para ahli tafsir berkata : " Utusan (delegasi) Najran datang kepada Rasulullah saw, mereka terdapat 60 pengendara, bersama mereka ada 14 orang terkemuka, dan pada 14 orang tersebut ada 3 kelompok yang menyerahkan urusannya kepada mereka, yakni :
Al'Aqib, merupakan pemimpin kaum dan pemegang musyawarah yang mana mereka tidak mengeluarkan keputusan kecuali dari pendapatnya, namanya 'Abdul Masih.
AsSayyid, Imam mereka dan pempimpin perjalanan, namanya yaitu AlAiham.
Abu Haritsah bin 'Alqomah, yaitu uskuf, pendeta dan imam mereka sekaligus pemimpin madrasah. Ia merupakan seorang pemuka, Ia telah mempelajari kitab-kitab mereka sehingga bagus ilmunya dalam agama mereka. Dan Raja Romawi menghormatinya, lalu menjadikan dia wakilnya dan membangun gereja-gereja karena ilmu dan kesungguhannya.
     Kemudian mereka mendatangi Rasulullah saw dan masuk ke Masjid ketika Beliau saw Sholat 'Ashar. Mereka memakai pakaian kebesaran pendeta yaitu jubah dan mantel begitu indahnya pria-pria antara alHarits bin Ka'ab.
    Lalu sebagian sahabat Rasulullah saw yang melihat mereka berkata : " Kami tidak pernah melihat utusan seperti mereka". Dan waktu sholat mereka telah tiba, kemudian mereka melaksanakan sholat di Masjid Rasulullah saw kemudian bersabda : "biarkan mereka". Kemudian mereka sholat menghadap kearah timur, kemudian setelah selesai asSayyid dan al'Aqib berbicara kepada Rasulullah saw, kemudian Beliau saw bersabda kepada mereka : " Masuk Islam lah kalian", kemudian keduanya berkata :" Kami telah masuk Islam sebelum engkau". Nabi bersabda: " Kalian berdua berdusta ! , do'a kalian bagi Tuhan yang miliki anak, dan ibadah kalian kepada salib dan kalian memakan babi, menghalangi kalian dari keIslaman". Mereka berkata :" Jika 'Isa bukan anak Allah maka siapa bapaknya?". Kemdian mereka mendepat Rasulullah saw mengenai 'Isa. Kemudian Nabi saw bertanya kepada mereka berdua : " Bukankah kalian mengetahui bahwa tidak ada seorang anak kecuali ia menyerupai bapaknya?", mereka menjawab: " Ya, Benar" , Nabi bertanya: " Bukankah kalian mengetahui bahwa Rabb kita itu hidup dan tidak mati? dan bahwa 'Isa  kedatangan sifat fana?", mereka menjawab: " Ya, Benar", Nabi bertanya lagi : " Bukankah kalian mengetahui bahwa Rabb kita itu berdiri sendiri, terhadap segala sesuatu DIA menjaganya dan membarinya rizqi?, mereka menjawab: " Ya, Benar", Nabi bertanya: " Maka apakah 'Isa memiliki sesuatu dari hal itu?, mereka menjawab: " tidak". Kemudian Nabi saw bersabda: " Sesungguhnya Rabb kita membentuk 'Isa dalam rahim ibunya sebagaimana DIA kehendaki, dan Rabb kita itu tidak makan dan tidak minum juga tidak berhadats". Mereka berkata :"benar". Nabi bertanya : " Bukankah kalian mengetahui bahwa Ibunya 'Isa menggendongnya sebagaimana seorang perempuan menggendong? kemudian meletakan sebagaimana seorang perempuan meletakan anaknya? kemudian Ia di suapi sebagaimana seorang anak di beri makan? kemudian ia makan dan minum juga berhadats?". mereka menjawab: " benar". Nabi saw bersabda:" Maka bagaimana kalian bisa mengganggap 'Isa sebagaimana anggapan kalian?. Maka mereka pun terdiam.  Kemudian Allah 'Azza wa Jalla sehubungan dengan mereka, menurunkan permulaan surat Ali  'Imran sedikitnya 80 ayat darinya .

Baca sebelumnya Ta'rif Surat alBaqarah 

0 Comments

Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik