7.6.18

Sifat Orang Yang Bertakwa
 Dalam surat AlBaqarah ayat  1-5
     Allah swt membedakan balasan antara orang-orang beriman dengan orang-orang kafir, tentu saja itu hak Allah.
     Kita lihat dalam kehidupan ini bagaimana manusia pun berbeda dalam memberi balasan ataupun reward atas jasa manusia yang lain, dan terkadang manusia sangat sering berbuat tidak adil.
Gbr.Sifat Orang Yang Bertakwa, AlBaqarah ayat 1-5     Namun lain hal dengan Allah Ta’ala, Maha Suci Allah, Dia yang Maha Adil dan Maha Bijaksana, maka sudah sepantasnya orang-orang beriman dan bertakwa Dia balasi dengan balasan yang sempurna berupa kebahagiaan dan keberuntungan abadi di alam yang kekal, bahagia selama-lamanya, sebagaimana Allah ‘Azza wa Jalla menjelaskan dalam alQuran, balasan keberuntungan bagi mereka yang memiliki sifat-sifat ketakwaan dalam dirinya, 
Dia Ta’ala berfirman:
الم ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
" Alif laam miin. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib , yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki  yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat, mereka Itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung “
     Pembukaan yang menakjubkan di awal surat, diantara surat-surat alQuranulkarim, yang menarik perhatian pemahaman dan menggoncangkan akal atas kemudahan dan keindahan susunannya berupa huruf-huruf hijaiyyah. Yang secara zhahir, ayat  ini menjadi isyarat atas tegaknya hujjah terhadap orang-orang arab bahwa alQuran menantang mereka untuk mendatangkan yang semisalnya. Maka seolah-olah ayat ini berkata kepada mereka :
كَيفَ تَعْجِزُونَ عَنِ الإِتيَانِ  بِمِثلِهِ؟! مَعَ أَنَّهُ  كَلاَمٌ عَرَبِيٌّ مِن حُرُوفٍ هِجَائِيَّةٍ يَنطِقُ بِهَا كُلُّ أُمِّىٍّ وَمُتَعَلِّمٍ  وَمَعَ هَذَا فَقَد عَجَزتُم. [1]
Bagaimana begitu lemahnya kalian untuk mendatangkan yang semisalnya? Padahal sesungguhnya ia adalah ucapan arab berupa huruf-huruf hijaiyyah, yang senantiasa mengucapkan dengannya tiap-tiap yang buta huruf dan yang terpelajar, bahkan dengan Kalam ini saja sungguh kalian itu lemah!.
 الم : Huruf-huruf ini dan yang lainnya termasuk huruf-huruf muqaththa’ah, berada diawal surat, didalamnya terdapat tanda-tanda keajaiban (mu’jizat) alQuran, dan menjadi tantangan bagi orang-orang musyrik, maka mereka lemah dalam penolakan terhadapnya. Lafazh tersebut tersusun dari huruf-huruf yang sudah biasa dalam bahasa arab. Menunjukkan bahwa alQuran itu adalah wahyu dari Allah dan menunjukkan orang arab pun tidak akan sanggup mendatangkan ayat yang semacamnya (padahal mereka adalah sefasih-fasihnya manusia dalam berbahasa arab).[2]
حروف مقطّعة (Huruf Muqaththa’ah), yaitu huruf-huruf yang berada di awal surat, termasuk kepada ayat-ayat mutasyabihat dan hanya Allah sendiri yang mengetahui maknanya. Adapun faidah penyebutannya adalah tuntutan kepada kita untuk mengimaninya.
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  مَنْ قَرَأَ  حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ   فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ. قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ مِن هَذَا الوَجهِ .[3]
Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah (alQuran), maka baginya satu pahala kebaikan dan satu pahala kebaikan akan dilipat gandakan menjadi sepuluh kali, aku tidak mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, akan tetapi Alif  satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf." (H.R. Tirmidzi.( Abu ‘Isa berkata: Hadits ini hasan shahih gharib dari jalur ini.
Pendekatan Makna Kosakata
Dzaalika (ذَلِكَ) : Isim isyarah untuk menunjukan jauh, sebagai kinayah[4] untuk penghormatan dan pengagungan, karena itulah Allah swt tidak berfirman: [5] هَذَا هُوَ الكِتَابُ
Laa raiba fiih (لَا رَيْبَ فِيهِ) : Tidak ada keraguan bahwa alQuran itu adalah dari Sisi Allah.
Hudan (هُدًى) : Hidayah (petunjuk) dan bimbingan.
Lil Muttaqiin (لِلْمُتَّقِينَ) yaitu orang-orang yang mengambil perlindungan bagi diri mereka dari siksa neraka. [6]
Al-Iman (الِإيمَانُ) : Yaitu keyakinan yang mutlak yang disertai dengan penyerahan dan pengakuan dirinya serta selamat amalnya.
Bilghaib (بِالْغَيْبِ) : Yang tersembunyi dari mereka mengenai hari penghisaban, hari pembalasan, surga dan neraka, dan lain sebagainya.
Yuqiimunashsholah (يُقِيمُونَ الصَّلاةَ ) , yaitu mendirikannya : melaksanakan unsur-unsurnya secara lurus secara sempurna, dan yang dimaksud yaitu memenuhi rukun-rukun dan syarat-syaratnya.
Yuuqinuun (يُوقِنُونَ ) , yakni keyakinan : yaitu kepercayaan yang tidak menerima keraguan.
Pendekatan Balaghah[7]
ذلِكَ الْكِتابُ , menggunakan isim isyarat yang bermakna jauh namun menunjukkan dekat, sebagai tanbih (perhatian) atas ketinggian maknanya.
هُدىً لِلْمُتَّقِينَ , majaz mursal atau ‘aqli, disandarkannya hidayah kepada alQuran, karena alQuran sebagai sebab hidayah, dan pemberi hidayah hakikatnya adalah Allah Ta’ala.
أُولئِكَ عَلى هُدىً وَأُولئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ , yakni sebagai  ‘inayah (pertolongan/penjagaan) terhadap perkara orang-orang bertaqwa.
رَبِّهِمْ , yakni sebagai batasan hanya untuk mereka orang-orang yang disifati tersebut.
Makna Ayat :
هَذَا هُوَ الكِتَابُ الكَامِلُ ، القُرآنُ ، الَّذِي اَنزَلنَاهُ عَلَى عَبدِنَا  . [8]
Ini adalah kitab yang sempurna yaitu alQuran yang Aku menurunkannya kepada hamba-Ku.
لَا يَنبَغِي مِنَ العَاقِلِ أَن يَشُكَّ  فِي أَنَّهُ  مِن عِندِ اللهِ خُصُوصًا وَقَد تَحَدَّى اللهُ  بِهِ العَرَبُ وَهُمَ أَهلُ البَيَانِ وَاللَّسِنِ تَحَدَّاهُم بِأُسلُوبٍ مُثِيرٍ  :
 (وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنا عَلى عَبْدِنا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَداءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صادِقِينَ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا...( فَارجِعُوا إِلَى الحَقِّ وآمِنُوا بِهِ.[9]
Tidak sepatutnya orang yang berakal itu ragu-ragu bahwa sesungguhnya alQuran adalah dari Sisi Allah secara khusus, dan sungguh Allah swt dengan alQuran ini telah menantang orang arab, padahal mereka adalah Ahlul bayan (mempunyai gaya bahasa yang bagus) dan Ahlullasin (lisan yang fasih), maka Allah menantang mereka dengan gaya bahasa yang menggetarkan :
" dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) - dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya)..."  {Q.S.2:23-24}.
Maka kembalilah kalian kepada kebenaran dan berimanlah terhadapnya.
Dan sungguh Allah Ta’ala pada ayat tersebut mensifati alQuran setelah dua sifat, yaitu alkitab dan laa raiba fiih, dengan sifat yang ketiga yaitu bahwa alQuran merupakan sumber petunjuk dan bimbingan bagi orang yang menginginkan untuk mendapat penjagaan bagi dirinya dari adzab Rabbnya, dan bahwasanya Allah menganugerahi mereka dengan hidayah tersebut karena sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kecuali kepada orang yang akal dan hatinya mau melangkah untuk mengambil bagian dari substansi hidayah tersebut, kemudian ia beriman kepada yang ghaib (apa yang ada dibalik substansi tersebut) dan beramal baik, dan ia beriman dengan apa yang dapat menghubungkan antara Allah dan makhluqNya, dan beriman dengan kehidupan akhirat.
Sesungguhnya Allah swt mengungkapkan tentang sifat almuttaqin (orang yang bertakwa), yaitu :
1.     Orang-orang yang mengambil manfaat dengan alQuran dan petunjuknya,
Maka Allah menjelaskan: Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada perkara-perkara ghaib manakala terdapat dalil yang menunjukannya, dan tidak bimbang terhadap ayat yang  kongkrit dan jelas, mereka beriman terhadap apa yang ada dibalik keghaiban tersebut.
Dan mereka semua dimudahkan dalam memahami alQuran dan mengambil manfaatnya, karena cahaya iman menyinari hati mereka, maka hatinya penuh dengan ketaatan dan rahmat, oleh karena itu terdapat diantara sifat mereka yaitu:
2.    Menegakan sholat, maka saat itu pula nampaknya ketaatan. Dan iqaamatushsholat yaitu melaksanakan sholat dengan menyempurnakan rukun-rukun beserta syarat-syaratnya dan adab-adabnya, silakan baca juga tentang perintah mendirikan sholat. Yang mana sholat itu adalah ibadah badaniyah dan ruhiyah bukan hanya amal badaniyah semata. Lebih lengkap tentang sholat baca aja Esensi Sholat , dan  sholat 5 waktu .
Dan menegakannya: yaitu mengandung tuntutan aspek badaniyah dan ruhiyah.
3.      Kemudian Infaq fii sabiilillah, dari zakat dan shodaqah yang merupakan penjelmaan dari manifestasi kasih sayang sesama manusia, dan rukun ini sangatlah penting diantara rukun-rukun Islam, seperti sholat yang menjadi tiang agama, maka zakat adalah fondasi bangunan seluruh ummat, sebagaimana sholat sebagai fondasi bangunan setiap individu.
4.    Dan mereka adalah orang-orang yang senantiasa beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad saw dan kepada orang-orang sebelumnya diantara para nabi dan rasul.
5.    Dan mereka beriman seperti itu pula kepada negeri akhirat dengan keimanan yang seyakin-yakinnya, tidak ada syubhat dan keraguan padanya, tidak merasa aneh dan lemah bagi mereka yang berada dalam kondisi demikian, sebab mereka mempunyai tempat yang tinggi disisi Allah yang telah diisyaratkan-Nya kepada mereka, mereka cerdas dalam petunjuk-Nya, dan mereka semua jauh berada diatas martabat yang sempurna, mereka adalah orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat. [10]
Intisari yang dapat diterapkan dalam kehidupan
     Dari sifat-sifat yang dijelaskan ayat tersebut, maka itu menjadi bimbingan bagi manusia yang ingin mendapat kebahagian dan keberuntungan, agar mengikuti sifat-sifat mereka.
Ya, Itulah sifat-sifat, manhaj dan qanun (undang-undang) orang-orang beriman dalam berkehidupan islami, keimanan yang menyeluruh lagi sempurna terhadap setiap pengetahuan yang ghaib dari mereka semisal Dzat Allah, malaikat dan negeri akhirat diantara yang diberitakan alQuranul’Azhim dan dalil-dalil yang benar.
Dan iman harus disertai amal shalih, yakni :
1.      Menegakkan sholat yang fardlu.
2.    Bersadhaqah tathawu’ , berinfak pada jalan Allah dan jihad, serta menolong para fuqara dan masakin, menunaikan nafkah wajib  kepada keluarga, keturunan dan kerabat.
3. Tidak memisahkan(membeda-bedakan) keimanan bagi setiap yang telah Allah turunkan dalam AlQuran baik keimanan yang bersifat terperinci maupun yang bersifat ijmali terhadap shohifah dan kitab-kitab samawi yang terdahulu. Dan ini mesti disertai ilmu, sebab tidak akan berarti apa-apa jika tanpa disertai keyakinan dalam keimanan.
   Ayat-ayat tersebut membimbing kepada jalan ketakwaan, yaitu kekhawatiran dari menyelisihi ketakwaan, didalamnya meliputi semua kebaikan, itu adalah washiyat Allah di awal dan akhir.
     Kemudian orang yang disifati Allah dengan sifat-sifat orang yang beriman tersebut, maka alQuran adalah petunjuk baginya, imam bagi amal-amalnya dan segala kondisinya, tidak menyimpang dari jalan Allah yang memuat kebahagiaan bagi dirinya di alam akhirat juga kebahagiaan dan ketenangan di dunia. Mereka itulah orang-orang yang beruntung. [11]
     Asal makna kata   الفلاح  (alfalah)  yaitu   البَقَاءُ فِي الخَيرِ  :  kekal abadi berada dalam kebaikan. Maka mereka orang-orang beriman adalah orang-orang yang beruntung yang senantiasa berada dalam kenikmatan terus-menerus , mereka kekal didalam surga.  Semoga Allah swt memasukan kita kedalam golongan mereka ini. Aamiin.
Baca juga :  Ta'rif (definisi) surat alBaqarah

[1]  .- محمد محمود الحجازي  (المكتبة الشاملة)   التفسير الواضح (1/13)
[2]  .Lihat:  التفسير الميسر :1/ 15
[3] . قال الشيخ الألباني : صحيح (المكتبة الشاملة) سنن الترمذي: 5/ 175
[4]  . Penggunaan kata yg tidak terang-terangan.
[5]  .Lihat : تيسير التفسير للقطان  (1/ 4) (المكتبة الشاملة)
[6]  . Lihat :  - محمد محمود الحجازي التفسير الواضح (1/13) (المكتبة الشاملة)
[7]  التفسير المنير للزحيلي 1/ 72
[8]  . Lihat :   (المكتبة الشاملة) تيسير التفسير للقطان  (1/ 4)
[9]  . محمد محمود الحجازي  (المكتبة الشاملة) ( التفسير الواضح (1/ 14
[10] Lihat : - محمد محمود الحجازي  (المكتبة الشاملة)  ) التفسير الواضح (1/ 15
[11]  Lihat : التفسير المنير للزحيلي

0 Comments

Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik