5.3.18

Point-point Dakwah Nabi Nuh AS
Oleh : Den Herians
Perjalanan dakwah para nabi senantiasa penuh rintangan dan ujian, penuh caci maki dan penghinaan hingga pendustaan dari kaumnya. Namun mereka tetap tegar, berjuang penuh kesabaran dan keikhlasan, memberi gambaran dan suri tauladan kepada para pengikutnya agar senantiasa menguatkan hatinya untuk tetap meluruskan niyat dan mengajak umat kejalan yang lurus. Sebagaimana terdapat pelajaran dari perjuangan Nabi Nuh a.s yang sekian lama mengajak dan memberi peringatan kepada umatnya yang melampaui batas.
Point-point Dakwah Nabi Nuh as
Illustrator : Juan Claudy

Umat manusia di masa Nabi Nuh berada dalam puncak kesesatan, tenggelam dalam kekufuran dan kemaksiatan, padahal umat sebelumnya adalah umat yang berada diatas syari’at yang benar, sebagaimana AthThabari menjelaskan dalam kitab tafsirnya :

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Abu Dawud, Ia berkata : telah menceritakan kepada kami Hammam bin Munabih dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas ia berkata : Antara Nabi Nuh dan Nabi Adam itu  berjarak 10 abad, mereka semuanya berada diatas syari’at yang haq, kemudian mereka berselisih, maka Allah Ta’ala mengutus para Nabi sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. (Lih: Tafsir Thobari Juz:3, hal: 620, maktabah syamilah).
Adapun penyebab perselisihan yang terjadi adalah karena kedengkian dalam hati manusia yang akibatnya mereka menjadi makhluq yang berbuat zhalim, sebagaimana Firman-Nya Ta’ala :
"Manusia itu adalah ummat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), Maka Allah mengutus Para Nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. tidaklah berselisih tentang kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, Yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus"(Q.S .2:213).
          Dengan demikian aqidah yang haq yang Allah turunkan dari semenjak Adam a.s hingga Nuh as tiada lain hanyalah aqidah tauhid. Kemudian seluruh para nabi dan rasul yang diutus setelah Nuh as pun membawa risalah Islam yang senantiasa menegakan Tauhidullah yang pada akhirnya ditutup dan disempurnakan bagi seluruh ummat melalui nabi terakhir Muhammad Rasulullah saw.
          Sebagai permulaan risalah kerasulan, adalah Nabi Nuh a.s yang mendapat tugas menjadi pengemban pertama dalam membawa berita gembira dan peringatan kepada umat manusia. Beliau mengabdikan seluruh hidupnya demi menjalankan tugas mulia tersebut, berdakwah siang dan malam menghadapi cemoohan dan hinaan selama ratusan tahun, namun beliau menjalaninya dengan penuh kesabaran dan rasa syukur kepada Rabbnya walaupun hanya sedikit yang mau beriman kepadanya.  Dan perjalanan dakwah Nuh a.s menjadi tauladan dan pelajaran bagi perjuangan nabi-nabi setelahnya. Sebagaimana alQuran banyak mengisahkan perjalanan dakwah Nuh a.s sebagai contoh dan pelajaran kepada Nabiyullah Muhammad saw dan para pengikutnya. Yang kemudian suri tauladan dari para nabi dan orang-orang yang shalih yang dikisahkan alQuranulkarim, merupakan petunjuk , pelajaran dan penguat semangat bagi orang-orang beriman dan para aktivis dakwah untuk terus menyerukan dan meninggikan kalimatullah dimuka bumi ini.
          Didalam artikel ini kisah nabi Nuh a.s tidak disampaikan secara rinci, tetapi hanya menampilkan beberapa poin-poin dakwah Nabi Nuh a.s kepada umatnya berdasarkan beberapa keterangan yang penyusun dapat pahami, dan tentu saja artikel ini masih terdapat banyak kekurangan disebabkan keterbatasan ilmu dan pemahaman penyusun. Namun demikian begitu besar harapan, semoga artikel yang sederhana ini menjadi jariyah ilmu yang bermanfa’at yang senantiasa mengalirkan pahala disisi Allah bagi kita semua, bagi penyusun dan asatidz serta sahabat-sahabat dan semua pihak yang secara langsung atau pun tidak, telah turut serta membantu bahkan membimbing penyusun dalam memahami ajaran Islam selama ini.
          Hanyalah kepada Allah Ta’ala,  penyusun memohon taufiq agar senantiasa berjalan pada jalan yang benar dan istiqomah dalam keta’atan kepada-Nya, serta kemampuan untuk dapat mengajak kepada alhaq dan menyampaikannya dengan baik dan benar.

رَبِّ   إِنِّي أَعُوذُ بِكَ  أَنْ أَسْأَلَكَ  مَا لَيْسَ لِي بِهِ  عِلْمٌ   وَإِلَّا تَغْفِرْ لِي  وَتَرْحَمْنِي  أَكُنْ  مِنَ الْخَاسِرِينَ
"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat) nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi".
          Berikut poin-poin dakwah Nabi Nuh AS :
1.    Mengajak umat kepada aqidah tauhid supaya beribadah hanya kepada Allah Ta’ala.
Allah swt menetapkan Nuh a.s sebagai rasul pertama untuk memberi peringatan dari Allah akan adzab yang besar kepada kaumnya, sebagai pembawa risalah dan hudan agar mereka kembali ta’at dan beribadah hanya kepada Allah swt...NEXT
2.     Mengajak beribadah kepada Allah dengan ikhlash.
Nuh a.s menyeru kaumnya agar memohon ampunan Allah atas dosa-dosa mereka yang telah lalu dengan cara memurnikan keimanan kepada-Nya, karena Allah sungguh maha pengampun. Ini sebagai dorongan (targhib) supaya bertaubat, sebagaimana Rasulullah saw pernah bersabda : الِاسْتِغْفَارُ مِمْحَاةٌ لِلذُّنُوبِ   : "Istighfar itu penghapus dosa-dosa” ...NEXT
3.     Istiqamah mengajak umat ke jalan Allah, dakwah tidak dilakukan musiman.
Menyeru umat kejalan Allah harus dilakukan secara terus-menerus. Tabligh tidak hanya dilakukan pada peringatan hari-hari besar atau yang dianggap sakral, dan berdakwah tidak berhenti begitu saja manakala belum diterima umat, sebagaimana Nabi Nuh a.s menyeru kaumnya siang dan malam sampai datang ketetapan Allah atas kaumnya...NEXT
4.     Bersyukur dan bersabar.
Nuh a.s berdakwah dan berargumen berdasarkan wahyu Allah, yang dengan bekal inilah para rasul Allah menyampaikan dan mengajak umatnya, disertai anugrah kefasihan dan nasihat yang bijak dan ilmu yang benar. Keilmuan dan keimanan yang membuahkan kesabaran dalam beramal shalih dan berdakwah...NEXT.
5.     Strategi dakwah terang-terangan dan diam-diam.
Demi menyelamatkan umat dari kesesatan dan adzab, secara terang-terangan ataupun diam-diam Nuh a.s tetap mengajak kaumnya kepada iman yang benar  meskipun hasilnya tetap saja kebanyakan kaumnya fasik, ingkar dan menyombongkan diri dari kebenaran. Namun langkah-langkah tersebut dilakukan untuk memaksimalkan perjuangan, yang disisi Allah lah balasannya yang sempurna kelak. Sebab keberhasilan dakwah bukanlah diukur pada banyaknya pengikut, namun sejauh manakah seorang hamba mampu berdakwah dengan seluruh kemampuannya sesuai dengan perintah Allah, maka ketika ia berhasil menjalankannya sesuai dengan petunjuk-Nya, sabar dan istiqamah sehingga pesan-pesan risalah Allah sampai kepada umat, adapun diterima atau tidaknya, maka kembali bahwa petunjuk Allah itu hanya bagi orang yang menginginkannya...NEXT.
      Demikianlah secara ringkas point-point dakwah nabi Nuh a.s yang mudah-mudahan dapat menjadi renungan dan pelajaran bagi kita semua didalam menerapkan unsur-unsur dakwah dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi penambah semangat untuk terus melanjutkan risalah dakwah fisabilillaah.
WallaahulMusta’aan.

0 Comments

Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik