Tanda-tanda Isim, fi'il dan huruf
Oleh: Den Herians
Isim adalah lafazh yang memiliki makna dan tidak disertai dengan waktu. Misalnya : خَلِدٌ ( Khalid ), مُحَمَّدٌ ( Muhammad ), شَمسٌ ( Matahari ), دَفتَرٌ( Buku ),dll. Isim sering diartikan sebagai kata benda.
1. Masuknya alif lam, contoh: اَلْحَمْدُ .
Atau huruf jar, contoh : بِزَيْدٍ
2. Terdapat tanwin diakhirnya, contoh : بَكْرٌ .
3. Isnad ilaih, contoh : زَيْدٌ قَائِمٌ .
4. Idhofat, contoh : غُلَامُ زَيْدٍ .
5. Tashgir, contoh : قُرَيْشٍ .
6. Nisbah, contoh : بَغْدَادِيٌّ.
7. Tasniyah, contoh : رَجُلَانِ .
8. Jamak, contoh : رِجَالٌ .
9. Sifat, contoh : جَاءَ رَجُلٌ عَالِمٌ .
10. Terdapat Ta ta'nist Mutaharikat (Ta ta'nits yang berharokat), contoh: ضَارِبَةٌ .
Selanjutnya yaitu Fi’il, adalah lafazh yang menunjukkan kepada suatu makna dan disertai dengan keterangan waktu. Fi’il sering diartikan dengan kata kerja. Contoh :
قَرَأَ أَحْمَدُ الْقُرآنَ (Ahmad telah membaca AlQur-an).
Tanda-tanda Fi’il :
1. Masuknya huruf قَدْ diawal kalimat.
Misalnya : قَدْ ضَرَبَ. Atau سين , misalnya : سَيَضْرِبُ. Atau سَوْفَ , misalnya : سَوْفَ يَضْرِبُ .
2. Masuknya huruf Jazimah, misalnya : لَمْ يَضْرِبْ.
3. Bersambung dengan dhamir yang marfu’.
Misalnya : ضَرَبْتُ.
4. Bersambung dengan Ta ta'nits sakinah (Ta ta'nits yang sukun).
Misalnya : ضَرَبَتْ.
5. Amr/Perintah, misalnya : اِضْرِبْ.
6. Nahy/Larangan, misalnya : لَا تَضْرِبْ .
Fi’il dibagi 3 :
1. اَلْفِعْلُ المْاَضِى ( Fi’il Madhi ), kata kerja dalam bentuk lampau, yang memiliki ciri dibaca fathah pada huruf akhirnya. Misalnya :
رَجَعَ عَلِيٌ مِن مكَّةَ اَمْسِ
(‘Ali telah kembali dari Mekah kemarin).
2. اَلفِعلُ المُضَارِعُ (Fi’il Mudhori’), kata kerja yang menunjukan waktu sekarang atau yang akan datang.
Misalnya:
فَاطِمَةُ تَقْرَأُالْقُرآنَ فِى الْمَسْجِدِ
(Fatimah sedang membaca AlQur-an di masjid).
Fi’il mudhori’ memiliki 4 tanda, yaitu :
- Diawali Hamzah أ
Misalnya :
أَنَا أَذْهَبُ اِلَى الْمَدْرَسَةِ
(Saya pergi ke sekolah).
- Diawali Nun ن.
Misalnya :
نَحْنُ نَلْعَبُ الْكُرًّةَ
(Kami bermain bola).
- Diawali Ya ي,
Misalnya :
خَالِدٌ يَكْتُبُ الرِّسَالَةَ
(Khalid menulis surat).
- Diawali Ta ت.
Misalnya :
جَامِلَةُ تَقْرَإِيْنَ
(Jamilah membaca).
3. اَلفِعلُ الأَمرُ (Fi’il Amr), kata kerja dalam bentuk perintah. Misalnya :
يَاعَائِسَةُ! اُكْتُبِي الرِّسَالَةَ
(Wahai ‘Aisyah ! Tulislah surat).
Sedangkan tanda bagi Huruf (Kata Sambung) yaitu apabila tidak ditemukan tanda isim dan tanda fi’il. Huruf merupakan bagian dari kalimat (kata), tidak dapat difahami maksudnya kecuali jika bersambung dengan kalimat (kata) lain. Huruf terbagi dua yaitu :
1. Huruf Mabani, yaitu huruf yang tidak memiliki arti, disebut pula Huruf Hijaiy, misalnya :ث, ن, ج, ح ,dsb.
2. Huruf Ma’ani, yaitu huruf-huruf yang telah memiliki arti, misalnya : وَ (dan), لِ (bagi), مِن (dari), dsb.
Sekilas Tentang Huruf Jar
Huruf-huruf jar (حروف الجرّ) , yaitu huruf-huruf yang membuat kalimat (kata) Isim menjadi majrur, salah satu ciri majrurnya yang pokok yaitu kasrah. Misalnya : جَلَسَ عُمَرُ عَلَى الكُرْسِيِّ (‘Umar duduk diatas kursi), الكُرْسِيِّ pada asalnya adalah الكُرْسِيُّ , disebabkan dimasuki oleh huruf jar yaitu عَلَى maka harakat dhomah nya berubah menjadi kasrah.
Huruf-huruf jar antara lain :
1. مِنْ : dari, dari pada, sebagian, setengah, termasuk, karena, berupa.
2. اِلىَ : ke, kepada, hingga, sampai, menurut/disisi.
3. عَنْ : dari, tentang, berkenaan dengan, sebab, karena, setelah.
4. عَلَى : diatas, atas, menaiki, pada, karena, untuk, demi, berdasarkan.
5. فِيْ : di, di dalam,dalam, tentang, karena, pada.
6. رُبَّ : banyak, sedikit.
7. بِ : dengan, sebab, terhadap, pada, di.
8. كَ : seperti, seumpama, laksana, karena, sebagai.
9. لِ : untuk, bagi, karena, kepada, milik, hendaklah; hendaklah ia menulis ( لِيَكْتُبْ ).
10. حَتَّى : sampai, hingga.
11. Huruf Sumpah, yaitu : وَ, بِ, تَ ; bermakna demi.
12. عَدَا, حَاشَ, خَلاَ : selain, kecuali.
13. مُذْ, مُنْذُ : selama, sejak.

Alhamdulillah
BalasHapus