31.10.17

gbr.ma'rifat dan nakirah
 Pembagian Isim
Oleh: Den Herians
Ketahuilah bahwa isim itu ada 2 macam, yaitu : معرفة (ma’rifat) dan نكرة (nakirah).  Isim Ma’rifat yaitu isim yang menunjukan kepada sesuatu yang sudah tertentu, dan terdapat 7 macam, yaitu  :
1.     Dhamir-dhamir.
2.     Isim ‘Alam, misalnya : زَيْدٌعَمْرٌو.
3.     Isim Isyarah.
4.     Isim Maushul.
5.     Isim yang dima’rifatkan dengan harf nida (seruan), misalnya : يَا رَجُلُ.
6.     Isim yang dima’rifatkan dengan alif lam, misalnya اَلرَّجُلُ.
7.     Isim yang di idhofatkan, misalnya :
 غُلَامُهُغُلَامُ زَيْدٍغُلَامُ هَذَاغُلَامُ الَّذِيْ عِنْدِيْغُلَامُ الرَّجُلِ.

Isim Nakirah yaitu isim yang menunjukan kepada sesuatu yang belum tentu, misalnya : رَجُلٌفَرَسٌDan isim ini terdapat 2 kategori, yaitu : Mudzakar dan Muannats.
          Isim Mudzakar yaitu : isim yang tidak ada padanya tanda-tanda jenis perempuan. Misalnya : رَجُلٌ . Sedangkan Isim Muannats yaitu isim yang mempunyai tanda-tanda jenis perempuan, dan tanda-tanda ta'nitsnya ada 4 macam, yaitu :
1.     التَّاءُ, misalnya : فَاطِمَةُطَلْحَةُ.
2.     الألف المقصورة (Alif maksurah), misalnya : حُبْلَى.
3.     الألف الممدودة (Alif mamdudah), misalnya : حَمْرَاءُ.
4. التاء المقدرة (Ta Muqaddarah), misalnya : أَرْضٌ yang asalnya أَرْضَةٌ dengan alasan أُرَيْضَةٌ karena untuk mentashgir, isimnya dikembalikan kepada bentuk asalnya dan dinamakan Muannats Sama’i.
Perlu diketahui bahwa muannats itu ada 2 macam, yaitu : Muannats Hakiki dan Muannats Lafzhi (majazi).
Muannats hakiki yaitu kebalikan dari makhluq hidup berjenis laki-laki. Misalnya : اِمرَأَةٌ  kebalikan dari رَجُلٌ dan  نَاقَةٌ kebalikan dari جَمَلٌ.
Adapun muannats lafzhi / majazi yaitu yang tidak ada lawan/kebalikannya dari makhluq hidup berjenis laki-laki. Misalnya ظُلْمَةٌقُوَّةٌAtau ada padanya tanda dari tanda-tanda ta'nits tapi hakikatnya menunjukan mudzakar, misalnya : حَمْزَةُ.
Kemudian isim juga terbagi kepada 3 kategori, yaitu : wahid (tunggal) yaitu yang menunjukan kepada satu, misalnya: رَجُلٌ , kemudian mutsanna yaitu yang menunjukan dua dan terdapat tambahan alif atau ya yang huruf sebelumnya difathah, dan terdapat nun maksurah (nun yang dikasrah) diakhirnya, misalnya : رَجُلَانِ dan رَجُلَيْنِ , kemudian majmu’(jamak/yang menunjukan banyak) yaitu yang menunjukan lebih dari dua dengan sebab perubahan bentuk dari yang wahid, dan kadang-kadang berubah secara lafazh, misalnya : رِجَالٌ , atau berubah secara taqdir (artinya lafazhnya tetap), misalnya : فُلْكٌ bentuk tunggalnya atas wazan قُفْلٌ  dan bentuk jamaknya  فُلْكٌ juga, atas wazan أُسْدٌ.
Perlu diketahui pula bahwa bentuk jamak itu dibagi 2 macam berdasarkan karakteristik lafazh, yaitu :  جمع التكسير (Jama Taksir) dan   جمع التصحيح (Jama Tashhih).
1.  جمع التكسير (Jama’ Taksir), yaitu isim yang berubah dari bina’(bentuk) lafazh tunggalnya, misalnya : رِجَالٌ dan مَسَاجِدُ dan wazan-wazan nya ada pada wazan tsulasi dan mutlak harus dengan sama’i (mendengar) tidak bisa dikira-kira, dan ada pula pada wazan ruba’i dan khumasi atas wazan فَعَالِلُ ,misalnya :
جَعْفَرُجَعَافِرُجَحْمَرِشجَحَامِرُ.
2.  جمع التصحيح (Jama’ Tashhih) yaitu isim yang tidak berubah dari bina’(bentuk) lafazh tunggalnya, dan terbagi dua, yaitu : Jama Mudzakar dan Jama Muannats.
Jama Mudzakar  yaitu isim yang terdapat diakhirnya wawu yang huruf sebelumnya di dhammah, atau ya yang huruf sebelumnya dikasrah, dan diakhirnya terdapat nun yang difathah. Misalnya : مُسْلِمُوْنَمُسْلِمِيْنَ. Dan dinamakan : جَمعُ المُذَكَّرِ السَّالِمُ (jama mudzakar salim).
Jama Muannats  yaitu isim yang terdapat diakhirnya Alif ( ا ) dan Ta (ت), misalnya : مُسْلِمَاتٌ.  Dan dinamakan :
  جَمعُ المُؤَنَّثِ السَّالِمُ(jama muannats salim).
Kemudian ketahuilah bahwa jama’ itu ada 2 macam menurut klasifikasi makna, yaitu : جَمعُ القِلَّةِ ( Jama’ Qillah [sedikit / jarang] ) dan  جَمعُ الكَثرَةِ  (Jama’ Katsrah [banyak]).
1.  جَمعُ القِلَّةِyaitu jama’ yang diklasifikasikan pada jumlah 10 atau dibawahnya, dan bentuknya ada 4 wazan, yaitu :
a.     أَفْعُلٌ , misalnya : «أَكْلُبٌ».
b.     أَفْعَالٌ , misalnya : «أَقْوَالٌ».
c.      أَفْعِلَةٌ , misalnya : «أَعْوِنَةٌ».
d.     فِعْلَةٌ , misalnya : «غِلْمَةٌ».
2.  جَمعُ الكَثرَةِ ,yaitu jama’ yang diklasifikasikan pada jumlah diatas 10, adapun wazannya terdapat 15 wazan, yaitu:
1.     فُعْلٌ , misalnya : «حُمْرٌ»
2.     فُعُلٌ , misalnya : «كُتُبٌ»
3.     فَعْلٌ , misalnya : «قَطْعٌ»
4.     فَعَلةٌ , misalnya : «قَضَاةٌ»
5.     فَعَلَةٌ , misalnya : «سَحَرَةٌ»
6.     فَعْلَى, misalnya : «مَرْضَى»
7.     فِعَلَةٌ , misalnya : «دِبَبَةٌ»
8.     فُعَّلٌ , misalnya : «رُكَّعٌ»

0 Comments

Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik