Lafazh yang digunakan dalam pembicaraan arab terdapat 2 macam, yaitu : Mufrad dan Murakkab. Adapun yang dimaksud dengan mufrad yaitu satu lafazh yang memiliki suatu arti, disebut juga dengan alkalimat [1]. Dan kalimat terbagi 3 macam, yaitu :
1. Isim ( اسمٌ ) [2] , misalnya : رَجُلٌ (seorang laki-laki).
2. Fi’il ( فِعلٌ ) [3] , misalnya : ضَرَبَ ( memukul).
3. Huruf (حَرفٌ) [4] , misalnya : هَلْ (apakah?).
Adapun yang dimaksud dengan murakkab yaitu lafazh yang tersusun dari 2 kalimat (kata) atau lebih. Dan murakkab terbagi 2 macam, yaitu : Mufid (مفيد) dan Ghair mufid (غيرُ مفيدٍ).
Yang dimaksud dengan Murakkab Mufid yaitu seorang pembicara mampu membuat pendengar menyimak atas berita atau tuntutan yang disampaikan padanya. Murakkab mufid dinamakan pula Jumlah[5] atau juga Kalam. Dan Jumlah ini terbagi 2 macam, yaitu : Khabariyah ( خبرية ) dan Insya'iyah ( إنشائية ) .
[1]. Dalam bahasa indonesia disebut kata.
[2]. Isim adalah : Kata yang mempunyai suatu arti tanpa terikat dengan waktu. Misalnya: محمّد ، حصان ، ذكاء ، حجر
[3]. Fi’il adalah : Kata yang mempunyai suatu arti yang terikat dengan waktu (Kata kerja). Misalnya : صلى ، صام ، يصوم ، أشهَدُ .
[4]. Huruf adalah : Kata yang bermakna bila disertai kalimat yang lainnya (kata sambung). Dan tidak terdapat ciri fi’il atau isim.
[5] . Dalam bahasa indonesia disebut dengan kalimat.

0 Comments
Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik