15.4.17

Gambar Awal perselisihan manusia
Awal Perselisihan Manusia dalam Agama 
Oleh : Den Herians
بسم الله الرحمن الرحيم
Puji Syukur ke hadirat Allah Ta'ala yang Maha Esa Maha Kuasa, atas izin-Nya lah artikel Pertama pada blog ini dapat terbit, Sholawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad saw, kepada para shohabatnya dan para pengikut mereka hingga akhir zaman. Amma ba'du.
        Mengapa pembahasan pertama info religi mengetengahkan tentang awal perselisihan manusia dalam agama?, karena pada asalnya sebelum diutus rasul-rasul, manusia itu berada dalam keyakinan yang sama dan lurus, ini di jelaskan dalam alQuran bahwa manusia itu adalah ummat yang satu, berada diatas fitrah (Islam).
          Akibat dari perselisihan pada masa tersebutlah maka keyakinan dalam beragama menjadi berbeda. Oleh karena itu lah alfaqiir merasa blog info religi ini penting untuk mengawali artikelnya dengan membahas tentang awal perselisihan manusia dalam agama, dengan harapan para pembaca sedikitnya mendapat gambaran tentang mengapa aqidah dan kepercayaan setiap manusia bisa berbeda-beda, padahal manusia berasal dari satu nenek moyang, yaitu Adam as.
       Penulis tentu mengambil rujukan sebagai landasan pembahasan ini dengan menukil ayat alQuran sesuai dengan keyakinan dan aqidah penulis yang faqiir ini. namun seandainya jika ada pembaca yang non muslim berkenan "hadir" di blog ini dan memiliki pandangan yang berbeda, maka itu sah-sah saja sesuai dengan keyakinannya.
        Keyakinan terhadap agama telah dimiliki dari awal penciptaan manusia itu sendiri, lalu sejak kapan terjadinya perselisihan agama? sehingga perlu di utus rasul Allah?, maka alQuran memberi penjelasan agar manusia seluruhnya segera kembali kepada fitrah agama yang satu.  Allah Ta'ala berfirman  :
كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ وَمَا اخْتَلَفَ فِيهِ إِلا الَّذِينَ أُوتُوهُ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُمُ الْبَيِّنَاتُ بَغْيًا بَيْنَهُمْ فَهَدَى اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا لِمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِهِ وَاللَّهُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
“Manusia itu adalah ummat yang satu.(Setelah timbul perselisihan) Maka Allah mengutus Para Nabi, sebagai pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. tidaklah berselisih tentang kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, Yaitu setelah datang kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, karena dengki antara mereka sendiri. Maka Allah memberi petunjuk orang-orang yang beriman kepada kebenaran tentang hal yang mereka perselisihkan itu dengan kehendak-Nya. dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus”.(Q.S .2:213).
gambar Ummat yang satu     Para ahli ta’wil sedikit berbeda dalam memahami makna ummat pada ayat ini, dan mengenai orang-orang yang Allah sifatkan bahwa sesungguhnya mereka itu adalah ummat yang satu. Kemudian sebagian dari mereka (ahli ta’wil) berkata : mereka itu adalah orang-orang yang berada diantara masa Nabi Adam a.s dan Nabi Nuh a.s, mereka berjarak 10 kurun/abad, mereka semua berada diatas syari’at yang benar, kemudian setelah itu mereka berselisih.
         Telah diterangkan pula mengenai ayat tersebut diatas oleh sahabat Ibnu 'Abbas, sebagaimana ahli tafsir menjelaskan :
4048 - حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ، قَالَ: حَدَّثَنَا هَمَّامُ بنُ مُنَبِّهٍ، عَن عِكرِمَةَ، عَنِ ابنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: كَانَ بَينَ نُوحٍ وآدَمَ عَشرَةُ قُرُونٍ، كُلُّهُم عَلَى شَرِيعَةٍ مِنَ الحَقِّ، فَاختَلَفُوا، فَبَعَثَ اللهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Abu dawud, Ia berkata : telah menceritakan kepada kami Hammam bin Munabih dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas ia berkata : Antara Nabi Nuh dan Nabi adam itu  berjarak 10 abad, mereka semuanya berada diatas syari’at yang haq, kemudian mereka berselisih, maka Allah Ta’ala mengutus para Nabi sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan.
Demikian secara singkat dan lugas hadits tersebut mengisahkan, sebagai penjelas ayat diatas, mengenai keadaan manusia sebelum diutusnya rasul pertama, bahwa manusia pada saat itu berada diatas agama yang satu, yakni agama yang benar, kemudian mereka berselisih dalam agama.
Dari uraian singkat diatas dapat kita ketahui bahwa awal perselisihan manusia dalam keyakinan agama terjadi pada masa Nabi Nuh a.s, dari sanalah pembangkangan ummat manusia dimulai dan terus berkembang hingga datang keputusan Allah (kisah selengkapnya ada disini ), yang kemudian Allah Ta'ala mengutus Nabi Nuh sebagai Rasul pertama yang membawa Risalah yang lurus demi mengembalikan keta'atan manusia kepada Allah 'Azza wa Jalla, yaitu keta'atan dalam agama yang satu yaitu agama Islam, dan seluruh para rasul membawa ajaran yang sama, lebih jauhnya lagi bisa anda baca di artikel konsep agama karya Dr. Nashruddin Syarif di sini
Adapun yang menjadi penyebab perselisihan manusia dalam agama ini adalah karena kedengkian dan kezhaliman, dapat anda baca selengkapnya diartikel selanjutnya yang ini: Penyebab Perselisihan.
Demikian sahabat, artikel perdana wijad.com, semoga menambah pengetahuan dan keyakinan saudara seiman, dan menjadi motivasi buat yang mau beriman. Wa Allaahulmuwaffiq.
_______________

Maraji' :
  تفسير الطبري = جامع البيان ط هجر ج 3 / ص 620

0 Comments

Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik