Oleh : Den Herians
Allah Ta’ala menerangkan dalam ayat yang lalu mengenai penyebab perselisihan diantara manusia dalam aqidah, madzhab dan akhlaq, setelah mereka dijadikan ummat yang satu dalam standar penciptaan mereka diatas fitrah (agama tauhid, yaitu agama Islam), disebabkan kedengkian dan kezhaliman mereka. Sebagaimana AlQaththan menjelaskan :
وَقَولُهُ تَعَالَى : « بغياً بينهم » اَيْ حَسَداً وَظَلِمًا . ثُمَّ أَرشَدَ إِلَى الِايمَانِ الصَّحِيحِ يَهدِي النَّاسَ اِلَى الحَقِّ فِي قَولِهِ ) فَهَدَى الله الذين آمَنُواْ . . . ( فَالْمُؤْمِنُونَ يَهتَدُونَ اِلَى مَا اختَلَفَ النَّاسُ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ . وَاللهُ هُوَ الَّذِي يُوَفِّقُهُمْ اِذَا اَخلَصُوا.[1]
Firman-Nya Ta’ala : بغياً بينهم, yaitu kedengkian dan kezhaliman. Kemudian Allah membimbing kepada iman yang benar, menunjukkan manusia kepada alHaq yakni sebagaimana Firman-Nya: فَهَدَى الله الذين آمَنُواْ. Maka orang-orang beriman mendapat petunjuk terhadap apa yang manusia perselisihkan didalamnya berupa kebenaran. Dan Allah, Dia lah yang akan memberikan mereka taufiq apabila mereka benar-benar ikhlas.
Demikianlah Allah Ta’ala tidak menurunkan petunjuk kepada manusia dari sejak manusia pertama, melainkan petunjuk kepada Tauhidullah. Karena kedengkian dalam hati manusia-lah yang menyebabkan manusia menyelisihi Allah dan Rasul-Nya, akibatnya mereka menjadi makhluq yang berbuat zhalim.

0 Comments
Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik