28.4.17

Aqidah Tauhid


Tauhid
           Aqidah tauhid dalam Islam merupakan keyakinan mutlaq yang mesti mendarah daging, menyerap meresap dalam diri setiap hamba Allah, karena Aqidah Tauhid inilah satu-satunya keyakinan / keimanan yang diajarkan oleh Allah swt kepada para Nabi dan rasul-Nya.
Aqidah menurut bahasa : 
           Diambil dari kata العَقدُ  yaitu bermakna رَبطُ الشَّيءِ  Ikatan sesuatu. Dan ‘aqidah itu adalah apa yang manusia percaya/yakin dengannya. Dan ‘aqidah merupakan amal yang berkaitan dengan hati, yaitu yakinnya hati terhadap sesuatu dan membenarkannya.
Aqidah menurut syara’ : 
           Yaitu keimanan kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya dan hari akhir serta keimanan kepada taqdir yang baik dan yang buruk. Dan dinamakanlah ini semua Rukun-rukun Iman.
Aqidah menurut istilah  :
Yaitu keimanan yang mutlak kepada Allah dari apa-apa yang wajib mengenai Allah dalam Uluhiyah-Nya, Rububiyyah-Nya, Asma wa Shifat-Nya, dan beriman kepada Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya dan hari akhir serta taqdir baik dan buruk, dan kepada setiap nash-nash yang shahih yang datang dengannya mengenai pokok-pokok agama dan urusan-urusan ghaib serta berita-beritanya, dan kepada apa-apa yang salafush shalih telah bersepakat didalamnya. Dan berserah diri kepada Allah Ta’ala dalam aturan-Nya, perintah-Nya, takdir-Nya dan syari’at-Nya. Dan beriman kepada Rasulullah saw dengan penuh keta’atan dan patuh terhadap ketentuan beliau serta ittiba’ (mengikuti sunnah Rasulullah saw).
         Adapun syari’at itu terbagi kepada dua bagian, yaitu : I’tiqadiyat (Keyakinan-keyakinan) dan ‘Amaliyat (Perbuatan-perbuatan).
Adapun I’tiqadiyat : yaitu yang tidak berkaitan dengan kaifiyat (tatacara) amal, seperti keyakinan kepada Rububiyahnya Allah dan wajibnya menyembah-Nya, dan keyakinan kepada ketetapan rukun-rukun iman yang telah disebutkan. Dan dinamakanlah pokok-pokok Iman.
Dan ‘Amaliyat : yaitu apa yang berkaitan dengan kaifiyat amal, seperti sholat, zakat, shaum dan semua ketentuan-ketentuan amaliyah. Dan ini dinamakan cabang-cabang Iman.
          Maka ‘aqidah yang benar itu adalah fondasi, yang mana addiin (agama) berdiri tegak diatasnya dan amal-amal yang benar menyertainya. Sebagaimana Firman-Nya Ta’ala :
فَمَنْ كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلا صَالِحًا وَلا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
" Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".(Q.S. Al-Kahfi:110).
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
" dan Sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu Termasuk orang-orang yang merugi". (Q.S. Az-Zumar:65).
Dan juga Firman-Nya :
فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدِّينَ * أَلا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ
" Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya".* " Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik)". (Q.S. Az-Zumar: 2-3).
           Ayat-ayat yang mulia tersebut menunjukkan dan terdapat makna yang luas, bahwa sesungguhnya amal-amal itu tidak akan diterima kecuali apabila amal tersebut bersih dari syirik.
           Dan sungguh Nabi Muhammad saw setelahnya diutus sebagai rasul beliau tinggal di Makkah selama 13 tahun mengajak manusia kepada tauhid dan perbaikan aqidah, karena aqidah tauhid merupakan fondasi untuk berdirinya bangunan addiin diatasnya. Dan sungguh para pendakwah dan orang-orang yang shalih pada setiap zaman  mengikuti / mencontoh para nabi dan rasul, yang mana mereka itu memulai dakwahnya  dengan mengajak kepada ajaran tauhid dan perbaikan aqidah terlebih dahulu, kemudian setelah itu barulah mereka mengarahkan dakwahnya kepada perintah-perintah agama selanjutnya.
Teruskan baca  : Tauhid dalam Islam
__________________
1 .  الكتاب : العقيدة  مصدر الكتاب : موقع الإسلام- المكتبة الشاملة-
2 . الكتاب : مباحث في العقيدةالمكتبة الشاملة-

0 Comments

Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik