Tafsir Isti'adzah
Sebelum membaca alquran kita disyari’atkan untuk berlindung kepada Allah Ta’ala dari godaan syaitan, ini disebut dengan isti'adzah, adapun redaksi dari bacaan do’a:
أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيمِ
Ini mengikuti AlQuran dan Sunnah, sebagaimana perintah Allah Ta’ala dalam AlQuran, FirmanNya Ta’ala :
فَإِذَا قَرَأْتَ ٱلْقُرْآنَ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّيْطَانِ ٱلرَّجِيمِ
Adapun didalam Sunnah dijelaskan menurut riwayat Nafi’ bin Jubair bin Muth’im dari bapaknya dari Nabi saw bahwasanya Beliau saw berlindung kepada Allah dengan lafazh tersebut.
أعوذ bermakna أَعتَصِمُ : aku memohon pertolongan, dan أَمتَنِعُ : aku menyerahkan diri .
أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
yaitu:
أَسْتَجِيرُ بِاللَّهِ دُونَ غَيْرِهِ مِنْ سَائِرِ خَلْقِهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، أَنْ يَضُرَّنِي فِي دِينِي
Aku memohon perlindungan kepada Allah bukan kepada selain-Nya diantara semua makhluq-Nya dari Syaitan yang akan membahayakanku dalam agamaku.
Kemudian kata الشَّيْطَانُ , dalam pembicaraan orang arab maknanya adalah tiap-tiap yang suka menentang (pendurhaka) dari golongan Jin dan Manusia. Yang mana Syaitan itu sebagai musuh bagi para nabi dan para pengikutnya, sebagaimana FirmanNya Ta’ala :
وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نِبِيٍّ عَدُوّاً شَيَاطِينَ ٱلإِنْسِ وَٱلْجِنِّ يُوحِى بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ ٱلْقَوْلِ غُرُوراً وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
" dan Demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap Nabi itu musuh, Yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, Maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan".(Q.S. AlAn’am:112).
Kemudian ta'wil الرَّجِيمِ , yaitu المَلعُونُ , المَشتُومُ : yang dilaknat, yang dikutuk. Adapun lafazh الرَّجِيمِ adalah fa’il (subjek) dengan wazan فَعِيلٌ, yang bermakna مَفْعُولٌ (objek) yaitu مَرْجُومٌ .
وَقَدْ رُوِيَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ أَوَّلَ مَا نَزَلَ جِبْرِيلُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَلَّمَهُ الِاسْتِعَاذَةَ
Dan telah diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, bahwa pertama kali Jibril turun kepada Nabi saw, Jibril mengajarinya bacaan Isti’adzah.
حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيبٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عُثمَانُ بنُ سَعِيدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا بِشرُ بنُ عِمَارَةَ، قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو رَوقٍ، عَنِ الضَّحَّاكِ، عَن عَبدِ اللَّهِ بنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: " أَوَّلُ مَا نَزَلَ جِبرِيلُ عَلَى مُحَمَّدٍ، قَالَ: يَا مُحَمَّدُ، قُل: أَستَعِيذُ بِالسَّمِيعِ العَلِيمِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيمِ. ثُمَّ قَالَ: قُل بِسمِ اللَّهِ الرَّحمَنِ الرَّحِيمِ. ثُمَّ قَالَ: {اِقرَأ بِاسمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ} [العلق: 1] " قَالَ عَبدُ اللَّهِ: وَهِيَ أَوَّلُ سُورَةٍ أَنزَلَهَا اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ، بِلِسَانِ جِبرِيلَ، فَأَمَرَهُ أَن يَتَعَوَّذَ بِاللَّهِ دُونَ خَلقِهِ.
Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, ia berkata: telah menceritakan kepada kami ‘Utsman bin Sa’id, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Bisyr bin ‘Imarah, ia berkata: telah menceritakan kepada kami Abu Rauq dari Adhdhahak dari ‘Abdullah bin ‘Abbas, ia berkata: waktu pertama kali Jibril turun kepada Muhammad, Ia berkata: Wahai Muhammad ucapkanlah: Asta’iidzu bissamii’il ‘aliimi minasysyaithaanirrajiim. Kemudian Jibril berkata : " Iqra' bismirabbikalladzii khalaq ". Abdullah berkata : dan itu adalah surat yang pertama Allah menurunkannya kepada Muhammad melalui lisan Jibril, maka Allah memerintahkannya supaya mencari perlindungan kepada Allah bukan pada ciptaanNya.(Tafsir AlThabari)
Demikianlah Allah Ta’ala memerintahkan untuk berlindung kepada-Nya bukan kepada bacaannya, lafazh isti’adzah hanyalah syari’at yang ditetapkanNya sebagai ibadah.
Dijelaskan dalam Fathul Bayan sehubungan dengan lafazh isti’adzah pada ayat 98 surat anNahl, yaitu :
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآَنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ
Ayat ini masih bersambung dengan FirmanNya:
huruf " Fa" nya merupakan li-tartib isti’adzah atas amal yang shalih, yang takdirnya adalah:
فَإِذَا أَخَذتَ فِي قِرَاءَتِهِ فَاستَعِذ بِاللهِ
"Apabila engkau memulai membacanya, maka berlindunglah kepada Allah".
Azzajaz dan yang lainnya dari para Imam ahli bahasa mengatakan: " Maknanya adalah:
إِذَا أَرَدتَ أَن تَقرَأَ القُرآنَ فَاستَعِذ
"Apabila engkau hendak membaca alQuran, maka berlindunglah". Dan ini merupakan pendapat kebanyakan para Fuqoha dan Muhaditsin, bahwasanya isti’adzah itu dilakukan sebelum membaca alQuran, dan bukanlah maknanya itu ber-isti’adzah setelah membaca alQuran.
Begitu juga contoh dalam ungkapan yang lain yaitu:
إِذَا أَكَلتَ فَقُل بِسمِ اللهِ
"Apabila kamu makan, maka ucapkanlah bismillah"
Adapun AlWahidiy berkata : " Ini merupakan ijma’ para ahli fiqih,bahwa sesungguhnya isti’adzah itu dilakukan sebelum membaca, kecuali yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, Ibnu Sirin, Malik dan Hamzah dari sebagian alQurra' , bahwa mereka berkata:" Isti’adzah itu setelah membaca". Dalam hal ini mereka telah mengambil kepada zhahirnya ayat, dan begitu pula kelompok dari sebagian shahabat dan tabi’in dan setelah mereka dari para imam memaknainya secara zhahiriyah. Dan adapun madzhab terbanyak dari para shahabat dan tabi’in dan setelah mereka dari para Imam dan para Fuqaha bahwa isti’adzah itu dilakukan sebelum membaca sebagai mana dijelaskan sebelumnya.
Secara ringkas para ulama menjelaskan makna ayat tersebut, sebagaimana dalam tafsir Almuyassar:
فَإِذَا أَرَدتَ -أَيُّهَا الْمُؤمِنُ- أَن تَقرَأَ شَيئًا مِنَ القُرآنِ فَاستَعِذ بِاللهِ مِن شرِّ الشَّيطَانِ الْمَطرُودِ مِن رَحمَةِ اللهِ قَائِلاً أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيمِ.
"Apabila engkau hai orang beriman berkehendak untuk membaca sesuatu(ayat) dari AlQuran, maka memohonlah perlindungan kepada Allah dari kejahatan Syaitan yang diusir dari Rahmat Allah, dengan mengucapkan :
أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيطَانِ الرَّجِيمِ
Penjabaran secara rinci mengenai tafsir isti'adzah akan dijelaskan dalam tafsir surat AnNahl ayat 98, insyaAllah.
MARAJI' :
تحبير التيسير في القراءات العشر -ابن الجزري شمس الدين محمد بن محمد بن علي بن يوسف- المكتبة الشاملة
محيي الدين بن أحمد مصطفى درويش -المكتبة الشاملة
إعراب القرآن وبيانه - المكتبة الشاملة
جامع البيان عن تأويل آي القرآن-محمد بن جرير بن يزيد بن كثير بن غالب الآملي، أبو جعفر الطبري
0 Comments
Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik