14.11.22

 Bacaan Istiftah, Doa’ Pembuka Shalat

    Pada artikel sebelumnya telah disampaikan kaifiyat berdiri hingga menyimpan kedua tangan dalam shalat, selanjutnya akan disampaikan beragam redaksi bacaan istiftah sebagai pembuka shalat sebagai berikut:

6.     Istiftah

Yang dimaksud istiftah yaitu berdo’a dengan do’a pembuka shalat, hukumnya sunnat menurut mayoritas ahli ilmu, dan dilakukan setelah takbiratul ihram sebelum membaca alQuran, adapun bacaan do’anya bervariasi, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, diantaranya sebagai berikut:

Yang pertama riwayat dari Abu Hurairah:

عن أبي هريرة: كانَ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ يَسْكُتُ بيْنَ التَّكْبِيرِ وبيْنَ القِرَاءَةِ إسْكَاتَةً - قالَ أَحْسِبُهُ قالَ: هُنَيَّةً - فَقُلتُ: بأَبِي وأُمِّي يا رَسولَ اللَّهِ، إسْكَاتُكَ بيْنَ التَّكْبِيرِ والقِرَاءَةِ ما تَقُولُ؟ قالَ: أَقُولُ:

Dari Abu Hurairah ra: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diam sejenak diantara  takbir dan bacaan alQuran- Perawi berkata: saya mengira ia(Abu Hurairah) berkata: beberapa saat- Kemudian aku(Abu Hurairah) berkata: “ Demi bapak dan ibuku ya Rasulallah, engkau terdiam sejenak antara takbir dan qiraat, apa yang engkau ucapkan? Nabi bersabda:

اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وبيْنَ خَطَايَايَ، كما بَاعَدْتَ بيْنَ المشْرِقِ والمغْرِبِ، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنَ الخَطَايَا كما يُنَقَّى الثَّوْبُ الأبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بالماءِ والثَّلْجِ والبَرَدِ. ) أخرجه البخاري (٧٤٤)

Ya Allah jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat, ya Allah sucikanlah aku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran, ya Allah bersihkanlah kesalahan-kesalahanku dengan air, salju dan embun.

Yang kedua, hadits shahih yang riwayatnya cukup banyak, diantaranya dari ‘Umar bin al-Khaththab, Ibnu Mas’ud, Abu Bakr , ‘Utsman bin ‘Affan , AlHasan dan Qatadah radhiyallahu ‘anhum ajma’in (Lihat Fathul-Bari li Ibni Rajab, bab: مَا يَقُولُ بَعْدَ التَّكْبِيرِ),  bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memulai bacaan shalat, Beliau membaca:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ

 Maha suci Engkau ya Allah  dan dengan memuji-Mu  dan  Keberkahan Nama-Mu dan Tingginya Keagungan-Mu dan tiada Tuhan selain Engkau

Yang ketiga, riwayat Anas bin Malik ra:

أنَّ رَجُلًا جاءَ فَدَخَلَ الصَّفَّ وَقَدْ حَفَزَهُ النَّفَسُ، فَقالَ: الحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبارَكًا فِيهِ، فَلَمّا قَضى رَسولُ اللهِ ﷺ صَلاتَهُ قالَ: أَيُّكُمُ المتَكَلِّمُ بالكَلِماتِ؟ فأرَمَّ القَوْمُ، فَقالَ: أَيُّكُمُ المتَكَلِّمُ بها؟ فإنَّه لَمْ يَقُلْ بَأْسًا فَقالَ رَجُلٌ: جِئْتُ وَقَدْ حَفَزَنِي النَّفَسُ فَقُلتُها، فَقالَ: لقَدْ رَأَيْتُ اثْنَيْ عَشَرَ مَلَكًا يَبْتَدِرُونَها، أَيُّهُمْ يَرْفَعُها.(صحيح مسلم ٦٠٠) 

Sesungguhnya seseorang datang lalu masuk barisan shalat dan nafasnya terengah-engah, lalu ia membaca:

الحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبارَكًا فِيهِ

segala puji bagi Allah pujian yang sangat banyak yang baik dan penuh berkah didalamnya.

Maka ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah selesai shalatnya, Beliau bersabda: Siapa diantara kalian yang mengucapkan beberapa kalimat? , Lalu orang-orang terdiam. Lalu Nabi bertanya lagi: Siapa tadi yang berucap? . Maka tidak ada juga yang berani menjawab, lalu orang tersebut berkata: “saya datang dan nafasku terengah-engah lalu saya membaca kalimat tersebut”, kemudian Nabi bersabda: Sungguh  aku melihat ada 12 malaikat berlomba-lomba menghampirinya untuk mengangkat kalimat tersebut kepada Allah.

Yang keempat, dari ‘Ali bin Abi Thalib ra, berkata:

أنَّهُ كانَ إذَا قَامَ إلى الصَّلَاةِ، قالَ: وَجَّهْتُ وَجْهي لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالأرْضَ حَنِيفًا، وَما أَنَا مِنَ المشْرِكِينَ، إنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي، وَمَحْيَايَ وَمَمَاتي لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِينَ، لا شَرِيكَ له، وَبِذلكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ المسْلِمِينَ، اللَّهُمَّ أَنْتَ الملِكُ لا إلَهَ إلَّا أَنْتَ، أَنْتَ رَبِّي وَأَنَا عَبْدُكَ، ظَلَمْتُ نَفْسِي، وَاعْتَرَفْتُ بذَنْبِي، فَاغْفِرْ لي ذُنُوبِي جَمِيعًا، إنَّه لا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إلَّا أَنْتَ، وَاهْدِنِي لأَحْسَنِ الأخْلَاقِ، لا يَهْدِي لأَحْسَنِهَا إلَّا أَنْتَ، وَاصْرِفْ عَنِّي سَيِّئَهَا، لا يَصْرِفُ عَنِّي سَيِّئَهَا إلَّا أَنْتَ، لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ، وَالْخَيْرُ كُلُّهُ في يَدَيْكَ، وَالشَّرُّ ليسَ إلَيْكَ، أَنَا بكَ وإلَيْكَ، تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إلَيْكَ. وإذَا رَكَعَ قالَ: اللَّهُمَّ لكَ رَكَعْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، خَشَعَ لكَ سَمْعِي وَبَصَرِي، وَمُخِّي، وَعَظْمِي وَعَصَبِي. وإذَا رَفَعَ قالَ: اللَّهُمَّ رَبَّنَا لكَ الحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الأرْضِ، وَمِلْءَ ما بيْنَهُمَا وَمِلْءَ ما شِئْتَ مِن شَيءٍ بَعْدُ. وإذَا سَجَدَ قالَ: اللَّهُمَّ لكَ سَجَدْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ، وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الخَالِقِينَ. ثُمَّ يَكونُ مِن آخِرِ ما يقولُ بيْنَ التَّشَهُّدِ وَالتَّسْلِيمِ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لي ما قَدَّمْتُ وَما أَخَّرْتُ، وَما أَسْرَرْتُ وَما أَعْلَنْتُ، وَما أَسْرَفْتُ، وَما أَنْتَ أَعْلَمُ به مِنِّي، أَنْتَ المقَدِّمُ وَأَنْتَ المُؤَخِّرُ، لا إلَهَ إلَّا أَنْتَ.( صحيح مسلم ٧٧١)

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bila berdiri untuk shalat, Beliau membaca: Aku hadapkan wajahku kepada Yang telah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang lurus, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb semesta alam, tiada sekutu baginya, dan dengan itulah aku diperintah, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri, ya Allah Engkaulah Al-Malik, tiada Tuhan selain Engkau, Engkau Tuhanku dan aku hamba-Mu, aku telah menganiaya diriku dan aku menyadari akan dosaku, maka ampunilah dosa-dosaku semuanya, sesungguhnya tidak ada yang dapat menghapuskan dosa selain Engkau, dan tunjukilah aku dengan sebaik-baik akhlaq, dan tiada yang dapat memberi petunjuk kepada yang lebih baik selain Engkau, dan palingkanlah aku dari keburukan akhlaq, dan tidak ada yang dapat memalingkan keburukannya dariku selain Engkau, aku penuhi panggilanmu, sekuat tenaga senantiasa mentaati dan mengikuti perintah agama-Mu, dan segala kebaikan ada pada-Mu, sedangkan keburukan tidak ada pada-Mu, aku berusaha karena-Mu dan berlindung kepada-Mu, Maha Suci dan Maha Tinggi Engkau, aku memohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.

Dan bila rukuk, Beliau membaca:

اللَّهُمَّ لكَ رَكَعْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، خَشَعَ لكَ سَمْعِي وَبَصَرِي، وَمُخِّي، وَعَظْمِي وَعَصَبِي

Ya Allah kepada-Mu lah aku rukuk dan kepada-Mu aku beriman dan kepada-Mu aku berserah diri, telah tunduk kepada-Mu pendengaranku, penglihatanku, pikiranku, tulang belulangku dan urat-urat syarafku.

Dan bila bangkit dari rukuk, Beliau membaca:

اللَّهُمَّ رَبَّنَا لكَ الحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الأرْضِ، وَمِلْءَ ما بيْنَهُمَا وَمِلْءَ ما شِئْتَ مِن شَيءٍ بَعْدُ

Ya Allah Tuhan kami bagi-Mu lah segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi, dan sepenuh yang ada diantara keduanya, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki dari segala sesuatu setelah itu.

Kemudian bila sujud, Beliau membaca:

للَّهُمَّ لكَ سَجَدْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَلَكَ أَسْلَمْتُ، سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ، وَصَوَّرَهُ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ، تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الخَالِقِينَ

Ya Allah kepada-Mu aku bersujud, kepada-Mu aku beriman, dan kepada-Mu aku berserah diri, wajahku bersujud kepada yang telah menciptakannya, membentuknya, memecah pendengaran dan penglihatannya, Maha Suci Allah sebaik-baik Pencipta dari para pencipta

Kemudian Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan bacaan akhir yang Beliau ucapkan antara tasyahud dan salam:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لي ما قَدَّمْتُ وَما أَخَّرْتُ، وَما أَسْرَرْتُ وَما أَعْلَنْتُ، وَما أَسْرَفْتُ، وَما أَنْتَ أَعْلَمُ به مِنِّي، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لا إلَهَ إلَّا أَنْتَ

Ya Allah ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang akhir, dosa ku yang tersembunyi dan yang terang-terangan, dan perbuatanku yang melampaui batas, dan Engkau lebih mengetahuinya daripada aku, Engkaulah Yang Mengawalkan dan Engkaulah Yang Mengakhirkan, tiada Tuhan selain Engkau

Yang kelima, dari ‘Ashim bin Humaid:

سألتُ عائشةَ ماذا كانَ النَّبيُّ ﷺ يفتتحُ بِهِ قيامَ اللَّيلِ قَالَت لَقَد سَأَلتَنِي عَن شَيءٍ مَا سَأَلَنِي عَنْهُ أَحَدٌ قَبلَكَ كَانَ يُكبِّرُ عشرًا ويحمدُ عشرًا ويسبِّحُ عشرًا ويستغفرُ عشرًا ويقولُ اللَّهمَّ اغفر لي واهدني وارزقني وعافني ويتعوَّذُ من ضَيِّقِ الْمَقَامِ يَومَ القيامةِ. (صحيح ابن ماجه ١١٢٣)

Saya bertanya kepada ‘Aisyah ra: apa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam baca ketika Beliau membuka shalat malam? ‘Aisyah menjawab: sungguh engkau telah bertanya kepadaku tentang sesuatu yang telah orang lain tanyakan sebelum kamu. Beliau itu membaca takbir sepuluh kali, tahmid sepuluh kali, tasbih sepuluh kali, istighfar sepuluh kali dan membaca:

اللَّهمَّ اغفر لي واهدني وارزقني وعافني

Ya Allah ampuni aku dan berilah aku petunjuk, dan berilah aku rizqi, dan sehatkanlah aku

Dan Beliau kemudian memohon perlindungan dari kesempitan tempat tinggal di hari kiamat

Yang keenam, dari ‘Aisyah ra:

كانَ إذا قامَ مِنَ اللَّيْلِ افْتَتَحَ صَلاتَهُ:

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu bila melaksanakan shalat malam, Beliau membuka bacaan shalatnya:

اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرائِيلَ، وَمِيكائِيلَ، وإسْرافِيلَ، فاطِرَ السَّمَواتِ والأرْضِ، عالِمَ الغَيْبِ والشَّهادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بيْنَ عِبادِكَ فِيما كانُوا فيه يَخْتَلِفُونَ، اهْدِنِي لِما اخْتُلِفَ فيه مِنَ الحَقِّ بإذْنِكَ؛ إنَّكَ تَهْدِي مَن تَشاءُ إلى صِراطٍ مُسْتَقِيمٍ.( صحيح مسلم ٧٧٠)

Ya Allah Rabbnya Jibril , Mikail, dan Israfil, Pencipta langit dan bumi, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nampak, Engkau  menetapkan keputusan diantara hamba-hamab-Mu terhadap apa yang telah mereka perselisihkan, tunjukilah aku kebenaran pada apa yang diperselisihkan tersebut dengan Izin-Mu, sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus.

Yang ketujuh, dari Ibnu ‘Abbas ra:

كانَ النبيُّ ﷺ إذا قامَ مِنَ اللَّيْلِ يَتَهَجَّدُ، قالَ:

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam itu apabila bangun malam, Beliau bertahajjud, Beliau membaca:

اللَّهُمَّ لكَ الحَمْدُ، أنْتَ نُورُ السَّمَواتِ والأرْضِ ومَن فِيهِنَّ، ولَكَ الحَمْدُ، أنْتَ قَيِّمُ السَّمَواتِ والأرْضِ ومَن فِيهِنَّ، ولَكَ الحَمْدُ، أنْتَ الحَقُّ، ووَعْدُكَ حَقٌّ، وقَوْلُكَ حَقٌّ، ولِقاؤُكَ حَقٌّ، والجَنَّةُ حَقٌّ، والنّارُ حَقٌّ، والسّاعَةُ حَقٌّ، والنَّبِيُّونَ حَقٌّ، ومُحَمَّدٌ حَقٌّ، اللَّهُمَّ لكَ أسْلَمْتُ، وعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وبِكَ آمَنْتُ، وإلَيْكَ أنَبْتُ، وبِكَ خاصَمْتُ، وإلَيْكَ حاكَمْتُ، فاغْفِرْ لي ما قَدَّمْتُ وما أخَّرْتُ، وما أسْرَرْتُ وما أعْلَنْتُ، أنْتَ الْمُقَدِّمُ وأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لا إلَهَ إلّا أنْتَ، أوْ: لا إلَهَ غَيْرُكَ. (أخرجه البخاري (٦٣١٧) واللفظ له، ومسلم (٧٦٩))

Ya Allah bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi dan segala yang ada padanya, dan bagi-Mu lah segala puji, Engkaulah Yang Mengurus alngit dan bumi dan segala yang ada padanya, dan bagi-Mu lah segala puji, Engkaulah, Engkau adalah al-Haq, Janji-Mu  adalah Haq, Firman-Mu adalah Haq, pertemuan dengan-Mu adalah Haq, surga itu Haq, neraka itu Haq, kiamat itu Haq,  dan para Nabi itu Haq, dan Muhammad itu Haq. Ya Allah kepada-Mu aku berserah diri, dan kepada-Mu aku bertawakkal, dan kepada-Mu aku beriman,  dan kepada-Mu aku kembali , dan dengan hujjah dari-Mu aku mengalahkan musuh, dan Aku angkat segala perkaraku kepada-Mu, maka ampunilah aku atas perbuatanku yang telah lalu dan yang akhir, yang  aku sembunyikan dan aku nyatakan, Engkaulah yang mengawalkan dan mengakhirkan, tiada Tuhan kecuali Engkau. – atau Beliau berkata: - selain Engkau.

Dalam riwayat Abu Dawud terdapat penjelasan mengenai hadits ini, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membacanya diwaktu tahajjud setelah beliau mengucapkan: Allahu Akbar. (Tamamul-Minnah juz:1, hal:229)

Selanjutnya:

Membaca Isti'adzah dan membaca al-Fatihah

0 Comments

Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik