Isyarat Memilih Pemimpin dalam Islam
Oleh: Den Herians
Ketika Allah Ta'ala mewajibkan kepada para Rasul-Nya untuk menegakan hukum dimuka bumi ini sesuai perintah-Nya, maka wajib pula atas semua ummat manusia untuk memelihara dan melanjutkan syari’at tersebut hingga akhir zaman. Sebagaimana kaum muslimin mukminin mampu dan bergembira dalam melaksanakan syari’at sholat dan shaum ramadlan serta ibadah lainnya, maka sudah semestinya bergembira dan ikhlash pula melaksanakan hukum Allah dalam mengelola kedaulatan dimuka bumi ini. Sebab fungsi pemerintahan (kedaulatan) adalah semata-mata untuk menegakan perintah Allah Ta'ala! dan meninggikan Kalimat-Nya. Dan tegaknya pemerintahan yang adil dan makmur aman sentosa hanya akan diperoleh jika pemerintahan suatu negara dikelola oleh orang-orang yang beriman dan beramal shalih. Karena memilih pemimpin dalam Islam bukanlah demi kepentingan politik dan partai. Melainkan demi meninggikan kalimat Allah di muka bumi ini agar tercapai kehidupan yang sentosa. Sebagaimana janji Allah swt dalam firman-Nya :
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا
"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa...".(Q.S. AnNuur:55).
Maka kembali... semuanya tergantung kepada penduduk suatu negeri, jika mereka adalah hamba-hamba Allah yang mau beriman dan beramal shalih yang artinya mereka mau tau dan mau memahami dan melaksanakan ayat-ayat Allah Ta'ala, syari’at Allah dan Rasul-Nya, sudah barang tentu harapan menjadi negeri yang "sukses" amatlah dekat, karena pemimpin dan masyarakat haruslah satu padu dalam mengelola negara dengan dilandasi ketakwaan kepada Allah Ta'ala karena sudah sangat jelas untuk kaum muslimin mukminin, mana pemimpin dan pengelola negara yang layak diberikan amanat yang besar tersebut.
Sebagai langkah awal yang mesti dilakukan adalah dimulai dari masyarakat yang beriman dan beramal sholih, sebagaimana dijelaskan ayat diatas bahwa mereka yang dijanjikan itu adalah kaum muslimin yang senantiasa bersungguh-sungguh menegakkan sholat, menunaikan zakat, mengajak kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, mereka juga orang-orang yang memelihara batasan-batasan yang telah ditetapkan Allah Ta’ala dengan penuh keikhlashan, selanjutnya maka tentu akan muncul dari masyarakat ini kader-kader pemimpin sejati yang akan membawa kepada kedamaian dan kemakmuran suatu negeri. Bukan kader dari orang-orang yang tampil dihadapan masyarakat dengan topeng "kebaikan", pamer "kebijakan dan kerendah hatian" atau yang kita kenal saat ini dengan " pencitraan " yang penuh dengan kebusukan yang terbukti apa yang ditampilkan tidak sesuai dengan kenyataan. Bukan pula orang-orang yang musyrik dan suka berbuat fasad.
Demikian ayat diatas memberikan isyarat akan terwujudnya pemerintahan yang berkah pernuh ridha Allah dan kemulyaan, sebagaimana ayat selanjutnya menegaskan dan memerintahkan agar kita menegakkan sholat, menunaikan zakat dan menta'ati Rasulullah saw, sebagai prasyarat terwujudnya pemerintahan yang kondusif dan berkesinambungan, firman-Nya Ta'ala :
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
"Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat" (Q.S. AnNuur:56).
Maka diantara syarat tegaknya kekuasaan yang adil dan makmur adalah tumbuhnya masyarakat yang beriman dan bertakwa yang akan memilih pemimpin diantara mereka yang akan mengayomi masyarakatnya menuju janji Allah pada ayat diatas tersebut, adapun sifat-sifat pemimpin sejati yaitu :
1. Dia adalah orang yang beriman dan beramal shalih, memiliki manifestasi keimanan kepada setiap perintah-perintah Allah dan Rasul-Nya[1] , bukan orang yang suka menentang dan menyelisihi Allah dan Rasul-Nya.
2. Tahqiiqul Ibadah, Dia adalah orang yang senantiasa meluruskan ibadahnya karena Allah Ta'ala dan mengikuti contoh Rasul-Nya.
* Selengkapnya mengenai pengertian ibadah dalam Islam bisa di rujuk di sini *
Maka setiap insan, apalagi seorang pemimpin, mesti mengetahui dan memahami benar hakikat ibadah dalam alQuranulKarim dan Sunnah Sayyidil Mursalin Muhammad Rasulullaah saw, supaya Ia terhindar dari segala keraguan dan kekeliruan. Sebab pelaksanaan ibadah dan mu'ammalah harus sesuai dengan yang di syari'atkan Allah dan Rasul-Nya.
Sesungguhnya bila kita penuh perhatian terhadap alQuran dan Sunnah Nabi saw, apa yang terkandung didalamnya berupa berita-berita, perintah-perintah, larangan-larangan, janji dan peringatan, kita akan mendapati bahwa semuanya itu menunjukan Uluhiyahnya Allah Ta'ala dan bagaimana seharusnya manusia beribadah kepada-Nya yang merupakan sebagai tujuan hidupnya.
Dan seorang pemimpin yang ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya, Ia beribadah penuh keikhlasan, Ia menjaga hak-hak Allah, Ia mengetahui hukum-hukum syar'i dan bagaimana melaksanakan Ibadah dan mu'ammalah yang benar. Mustahil dia akan berkhianat kepada masyarakat yang dipimpinnya, sebab ibadah merupakan pembuktian dari kecintaan seorang hamba kepada Rabbnya, maka inilah seorang pemimpin harapan ummat yang dicintai dan diridlai oleh Allah swt.
3. Muhaarabatusysyirki.
Ia berani memerangi kemusyrikan dengan segala bentuk dan macamnya.
4. Bertakwa kepada Allah 'Azza wa Jalla sudah tentu yang menjadi sebab turunnya berkah dari langit dan bumi.
Masyarakat yang bertakwa tentu akan memilih pemimpin yang bertakwa kepada Allah swt, karena mereka yakin akan janji Allah, Firman-Nya:
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ وَلَكِن كَذَّبُوا
" Jikalau Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami)..." (Q.S. al A'raaf:96).
Cukup banyak ayat alquran yang menunjukan janji Allah bagi orang-orang yang mau bertakwa, dan rasanya cukup penting untuk sedikit di kupas disini, semoga menambah semangat untuk semakin bertakwa, mari kita simak beberapa Firman-Nya Ta'ala :
a. Diberikan jalan keluar
وَمَن يَّتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ
"... Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya..." (Q.S. athThalaq : 2-3).
b. Dimudahkan segala urusan
وَمَن يَتَّقِ اللهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
"..dan siapa saja yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya... " (Q.S. athThalaq : 4).
c. Diajarkan ilmu yang bermanfaat
وَاتَّقُوا اللهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللهُ وَاللهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
"..dan bertakwalah kepada Allah, Allah akan senantiasa mengajarkanmu; dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.." (Q.S. alBaqarah:282).
d. Diberikan-Nya cahaya sehingga dapat membedakan yang haq dan yang bathil
إِن تَتَّقُوا اللهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَانًا
" .. jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan..." (Q.S. al Anfal:29).
e. Dicintai Allah Ta'ala
مَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ وَاتَّقَى فَإِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِينَ
" siapa yang menepati janjinya dan bertakwa, Maka Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa " (Q.S. Ali Imran : 76).
f. Senantiasa mendapat dukungan dan pertolongan Allah.
وَاتَّقُوا اللهَ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
"...bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa" (Q.S. alBaqarah : 194).
Dan masih cukup banyak lagi ayat-ayat lain yang menjelaskan fadhilah takwa, in syaa Allah akan di bahas secara khusus di artikel yang lain.
5. Dia adalah orang yang senantiasa menyampaikan petunjuk Allah dan senantiasa mengabdikan hidupnya kepada Allah semata, Allah berfirman :
وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءَ الزَّكَاةِ وَكَانُوا لَنَا عَابِدِينَ
"Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka agar selalu mengerjakan kebajikan, mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu mengabdi" (Q.S. al-Anbiyaa : 73).
Inilah kriteria yang sempurna dari seorang pemimpin, mengikuti jejak dan sifat para nabi dan rasul Allah "Azza wa Jalla.
6. Dia adalah orang yang amanah lagi adil, sebagaimana Allah memberikan kekuasaan kepada Daud as. Firman-Nya :
يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الْأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ
"Hai Daud, Sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, Maka berilah keputusan) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan".(Q.S. Shaad : 26).
7. Berilmu, sehat dan kuat, sebagaimana Allah memilih Thalut :
وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا قَالُوا أَنَّى يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
"Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu." mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah Kami, Padahal Kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?" Nabi (mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang Luas dan tubuh yang perkasa." Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha mengetahui". (Q.S.alBaqarah:247).
Demikian dalam aqidah Islam, alQuran telah memberikan rambu-rambu dalam menentukan dan memilih pemimpin, adapun idealnya seorang pemimpin ditinjau dari akhlaq dan sifat para Nabi dan Rasul adalah memiliki karakter : shidiq, amanah, fathonah dan tabligh.
AlQuran pun memberikan petunjuk kepada kaum muslimin mukminin agar berhati-hati dalam memilih pemimpin, jangan sampai tertipu kemunafikan dan kekafiran, AllahTa'ala berfirman :
بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا
" Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka Sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah" (Q.S. AnNisaa:138-139).
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil Jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu Jadi bahan ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman"(Q.S. AlMaidah:57).
Jangankan mengangkat dan memilih orang kafir jadi pemimpin, jadi wali atau teman dekat saja .. Allah Ta'ala membencinya !! :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَتُرِيدُونَ أَنْ تَجْعَلُوا لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا مُبِينًا
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu Mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu) ?" (Q.S. AnNisaa : 144).
Dapat kita perhatikan bagaimana seseorang yang haus kekuasaan, haus ketenaran, haus jabatan...ia pontang-panting kesana kemari, ke partai ini dan itu...ga peduli itu partai kafir atau bukan, jilat sana jilat sini, kumpul-kumpul, makan-makan, bahkan joget-joget barangkali, gabung dengan para pembenci Islam, ga peduli itu menghina Islam atau menghina 'ulama..padahal ia mengaku muslim ?...
Namun jika ternyata saat ini masih hanya sedikit yang peduli dengan janji-janji Allah dalam alQuran... tetaplah kuatkan diri berada pada petunjuk Allah dan rasulNya dengan senantiasa mengikuti dan menjalankannya dengan penuh kesabaran, sebagaimana perintah Allah ‘Azza wa Jalla:
وَاتَّبِعْ مَا يُوحَى إِلَيْكَ وَاصْبِرْ حَتَّى يَحْكُمَ اللَّهُ وَهُوَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ
"Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya".(Q.S Yunus:109).
Wa Allaahul musta'aan...
_____________________
Demikian Isyarat Memilih Pemimpin dalam Islam, Ingin lebih tau konsep kekuasaan dan kepemimpinan dalam Islam yang lebih lengkap? Silakan kawan-kawan bisa merujuk :فقه النصر و التمكين , karya Dr. 'Ali Muhammad al Shalaby.
[1] . Sebagaimana telah diajarkan dalam Islam bahwa Iman itu adalah :
التَّصدِيقُ بِالقَلبِ وَ النُّطقُ بِالشَّهَادَتَينِ وَ العَمَلُ بِالْجَوَارِحِ وَ الأَركَانِ.
Meyakini dengan hati dan mengucapkan dua kalimat syahadat serta mengamalkannya dengan anggota badan dan menunaikan rukun-rukunnya.
Dan telah di isyaratkan dalam alQuran bahwa sebenar-benarnya orang beriman yaitu :
" Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka, dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka, Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya..." (Q.S. alAnfal: 2-4).
Dalam ayat yang lain Allah berfirman :
" Sesungguhnya orang yang benar benar beriman kepada ayat-ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong" (Q.S. asSajdah: 15).
Dan masih banyak lagi penjelasan ciri-ciri orang yang beriman, silakan Klik di sini

0 Comments
Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik