Isim-isim yang menjadi amil
Oleh: Den Herians
Dalam bab ke 3 ini selanjutnya dijelaskan mengenai bagaimana isim-isim berfungsi sebagai amil yang dapat membedakan kedudukan suatu kalimat, terbagi kepada 11 macam :
1. الأَسمَاءُ الشَّرطِيَّةُ بِمَعنَى إِن
Isim-isim syarat yang bermakna in ( jika ).
Yaitu ada 9 macam:
مَنْ- مَا- أَيْنَ- مَتَى- أَيُّ- أَنَّى- إِذْ مَا- حَيْثُمَا- مَهْمَا
Huruf-huruf tersebut menjazmkan fi’il mudhari’.
مَنْ تَضْرِبْ أَضْرِبْ - مَا تَفْعَلْ أَفْعَلْ - أَيْنَ تَجْلِسْ أَجْلِسْ - مَتَى تَقُمْ أَقُمْ - أَيُّ شَيْءٍ تَأْکُلْ أَکُلْ -أَنَّى تَکْتُبْ أَکْتُبْ - إِذْ مَا تُسَافِرْ أُسَافِرْ- حَيْثُمَا تَقْصِدْ أَقْصِدْ - مَهْمَا تَقْعُدْ أَقْعُدْ .
2. أَسمَاءُ الأَفعَالِ بِمَعَنى الْمَاضِي
Isim-isim fi'il yang bermakna lampau.
Misalnya : هَيْهَاتَ yaitu بَعُدَ (jauh), شَتَّانَ bermakna افْتَرَقَ (terpecah), dan سَرْعَانَ yaitu سَرَعَ (cepat). Dan isim-isim ini memarfukan fa'ilnya.
Contoh : هَيْهَاتَ يَوْمُ الْعِيْدِ , yaitu : بَعُدَ (jauh).
3. أَسمَاءُ الأَفعَالِ بِمَعنَى أَمرِ الحَاضِرِ
Isim-isim fi'il yang bermakna perintah sekarang/saat ini (present).
Misalnya :
رُوَيْدَ - بَلْهَ - حَيَّهَلْ - عَلَيْكَ - دُوْنَكَ
Contohnya : رُوَيْدَ زَيْدًا maksudnya yaitu أَمْهِلْهُ (tunggulah dia). Dan isim-isim ini menashabkan maf'ulnya.
4. اِسمُ الفَاعِلِ بِمَعنَى الحَالِ أَوِ الِاستِقبَالِ
Isim fa'il yang bermakna hal (sedang terjadi) atau istiqbal (akan terjadi), ia beramal sebagaimana amalnya fi'il yang ma'ruf apabila ia bersandar kepada lafazh sebelumnya, dan lafazh tersebut ada yang berupa mubtada' sebagaimana pada contoh : زَيْدٌ قَائِمٌ أَبُوْهُ yakni pada fi'il yang lazim, dan contoh : زَيْدٌ ضَارِبٌ أَبُوْهُ عَمْرًا yakni pada fi'il yang muta'addi (memerlukan objek), atau keadaannya maushufan (sebagai sifat), misalnya : مَرَرْتُ بِرَجُلٍ أَبُوْهُ بَكْرًا , atau maushulan (sebagai kata penghubung), misalnya :
جَاءَنِي القَائِمُ أَبُوْهُ - جَاءَنِي الضَّارِبُ أَبُوْهُ عَمْرًا
atau berupa dzul hal (pemilik hal/kondisi), misalnya :
جَاءَنِيْ زَيْدٌ رَاكِبًا غُلَامُهُ فَرْسًا
atau berupa hamzah istifham (kata tanya), misalnya :
أَضَارِبٌ زَيْدٌ عَمْرًا
atau huruf nafi (peniadaan), misalnya:
مَا قَائِمٌ زَيْدٌ
maka قَائِمٌ dan ضَارِبٌ ini keduanya beramal sebagaimana amalnya قَامَ dan ضَرَبَ.
5. اِسمُ الْمَفعُولِ بِمَعنَي الحَالِ وَالِاستِقبَالِ
Isim maf'ul yang bermakna hal dan istiqbal, beramal sebagaimana amalnya fi'il mabni majhul dengan syarat penyandarannya disebutkan pada isim fa'il, misalnya :
زَيْدٌ مَّضْرُوْبٌ أَبُوْهُ - عَمْرٌو مُّعْطَىً غُلَامُهُ دِرْهَمًا - بَكْرٌ مَعْلُوْمٌ ابْنُهُ فَاضِلًا- خَالِدٌ مُّخْبَرٌ ابْنُه عَمْرًا فاضِلًا
kemudian lafazh-lafazh مَضْرُوْبٌ , مُعْطَىً , مَعْلُوْمٌ , dan مُخْبَرٌ , mereka beramal sebagaimana amalnya ضُرِبَ , أُعْطِيَ , عُلِمَ , dan أُخْبِرَ .
6. اَلصِّفَةُ الْمُشَبَّهَةُ
Sifat Musabahah
Yaitu isim yang beramal sebagaimana amal fi'ilnya dengan syarat penyandarannya disebutkan pada isim fa'il, misalnya :
زَيْدٌ حَسَنٌ غُلَامَهُ
maka lafazh حَسَنٌ , ia beramal sebagaimana amalnya حَسُنَ.
7. اِسمُ تَفضِيلٍ
Isim Tafdhil
Dan penggunaannya ada tiga bentuk, yaitu :
a. Ada yang dengan من , misalnya :
زَيْدٌ أَفْضَلُ مِنْ عَمْرٍو
b. Ada yang dengan alif dan lam, misalnya :
جَاءَنِيْ زَيْدٌ اَلْأَفْضَلُ
c. Ada yang dengan idhofat, misalnya :
زَيْدٌ أَفْضَلُ الْقَوْمِ
8. اَلْمَصدَرُ
Mashdar/kata dasar
Jika bukan berupa maf'ul muthlaq maka beramal sesuai keperluan fi'ilnya. Misalnya :
أَعْجَبَنِيْ ضَرْبُ زَيْدٍ عَمْرًا
9. اَلِاسمُ الْمُضَافُ (isim yang di idhofatkan/frasa kepemilikan)
Yaitu yang memajrurkan mudhaf ilaih, misalnya :
جَاءَنِيْ غُلَامُ زَيْدٍ
Dan perlu diketahui pada lafazh idhofat tersebut hakikatnya ada huruf lam yang dibuang, yang secara perkiraan yaitu : غُلَامٌ لِزَيْدٍ .
10. اَلِاسمُ التَّامُ
Isim yang tam/sempurna.
Yaitu yang memanshubkan tamyiz, dan kesempurnaannya itu terkadang dengan tanwin, misalnya :
مَا فِي السَّمَاءِ قَدْرُ رَاحَةٍ سَحَابًا
dan adakalanya dengan perkiraan tanwin, misalnya :
عِنْدِيْ أَحَدَ عَشَرَ رَجُلًا - وَ زَيْدٌ أَكْثَرُ مِنْكَ مَالًا
dan adakalanya dengan nun tatsniyah, misalnya :
عِنْدِيْ قَفِيْزَانِ بُرًّا
dan adakalanya dengan nun jama', misalnya :
هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا [1]
dan adakalanya dengan yang menyerupai nun jama', misalnya :
عِنْدِيْ عِشْرُوْنَ دِرْهَمًا إلى تِسْعِيْنَ
dan adakalanya dengan idhofat, misalnya :
عِنْدِيْ مِلْؤُهُ عَسَلًا
11. أَسمَاءُ الكِنَايَةِ مِنَ العَدَدِ
Isim-isim kinayah dari bilangan
Yaitu : كَمْ dan كَذَا
Perlu diketahui bahwa كَمْ terdapat dua macam :
1. اِستِفهَامِيةٌ
Pertanyaan
Yaitu memanshubkan tamyiz, misalnya :
كَمْ رَجُلًا عِنْدَكَ
demikian pula كَذَا ,
misalnya : عِنْدِيْ کَذَا دِيْنَارًا .
2. خَبَرِيَةٌ (berita)
Yaitu memajrurkan tamyiz, misalnya :
كَمْ مَالٍ أَنْفَقْتَ - كَمْ دَارٍ بَنَيْتُ
dan kadang-kadang masuk مِن kepada tamyiz khobariyah, seperti FirmanNya Ta'ala :
كَمْ مِنْ مَلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ [2]
Demikian beberapa fungsi dari isim-isim yang menjadi amil.

0 Comments
Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik