30.3.22

Tauhid & Sejarah Manusia 

(ringkasanbag 2

Oleh: Den Herians

Peradaban dan para Nabi di tnah Syam

Dalam artikel sebelumnya telah disampaikan secara ringkas bahwa aqidah tauhid sebagai syari'at Allah telah diturunkan kepada manusia sejak awal penciptaannya. Dan tema terakhir sampai pada urutan peradaban Kedaulatan Persia. Bagi para pembaca yang baru masuk pada artikel ini, supaya tidak timpang dalam memahami alurnya, sebaiknya silakan baca terlebih dulu artikel sebelumnya disini : Ringkasan Sejarah manusia bag 1  

Ok kita lanjut bagian 2....

4. Tanah Syam, Peradaban dan para Nabinya

Kelompok besar manusia yang telah sampai ke tanah Syam (Syiria/Suriah, Palestina, Jordania, Lebanon), mereka terpecah kedalam beberapa kelompok yang berbeda-beda, adapun kelompok yang paling besar berada di Ghuthah yaitu satu daerah di Damaskus(Syiria) dan sebagian besar lagi menetap di sekitaran pesisir pantai.

4.1. Sepenggal kisah Ibrahim, di tanah Syam.

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, ketika Ibrahim as melaksanakan jihad dakwah di Iraq dan kaumnya tetap tidak mau beriman, akhirnya beliau hijrah ke Syam. Setelah Ibrahim as tiba di tanah Syam, Beliau kemudian menetap di kota al-Khalil di sebelah timur Baitul-Maqdis (Palestina), kemudian datanglah musibah tahun-tahun tanpa hujan sehingga kota tersebut menderita kekeringan, kemudian Ibrahim as dan istrinya berangkat ke Mesir. Namun ketika tiba di Mesir, pembesar Mesir melihat kecantikan Sarah dan tertarik untuk mempersuntingnya, sehingga Ibrahim as menyuruh istrinya supaya mengaku sebagai saudarinya (bentuk siyasat, dengan makna yang tersimpan sebagai saudari seiman) karena Beliau khawatir raja akan membunuhnya demi mendapatkan Sarah. Kemudian Sarah menuruti permintaan suaminya, dan Allah 'Azza wa Jalla melindungi Sarah dari kekejian pembesar Mesir tersebut, dimana setiap kali ia hendak menyentuh Sarah maka seketika tangannya lumpuh tak dapat bergerak, akhirnya ia mengetahui hakikat Sarah sebagai wanita yang terjaga, lalu ia meninggalkannya dan memberi hadiah seorang pembantu kerajaan yaitu Hajar, lalu Sarah dikembalikan kepada Ibrahim as dan disuruhnya mereka pergi dari tanah Mesir .

Akhirnya Ibrahim as kembali ke kota al-Khalil di Syam dan menetap disana. Kemudian Sarah memberikan Hajar kepada Ibrahim as agar dinikahi dengan harapan Ibrahim as mendapat keturunan darinya, lalu Ibrahim pun menikahinya, singkat cerita Hajar kemudian mengandung dan melahirkan Ismail as, namun Sarah terbakar cemburu dan meminta suaminya supaya Hajar dan anaknya dijauhkan dari mereka. Sehingga dengan izin Allah, Ibrahim as beserta istri dan anaknya melakukan perjalanan hingga sampai di Makkah al-Mukarramah, lalu Allah Ta'ala menyuruh Ibrahim as agar meninggalkan mereka disana, dan Ibrahim as berdo'a:

رَّبَّنَآ إِنِّىٓ أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِى بِوَادٍ غَيْرِ ذِى زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ ٱلْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱجْعَلْ أَفْـِٔدَةً مِّنَ ٱلنَّاسِ تَهْوِىٓ إِلَيْهِمْ وَٱرْزُقْهُم مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.(Q.S. Ibrahim 14:37)

Kemudian Ibrahim kembali ke Syam, dan sebagaimana telah masyhur kisahnya bahwa sepeninggal Ibrahim as, Allah menjaga Hajar dan Ismail as dan menurunkan keberkahan di tanah Makkah dengan memancarnya mata air zamzam. Kelak dari Makkah inilah lahir Muhammad saw sebagai anak keturunan Ismail as.

4.2. Luth as dan kaum shodom.

Luth as adalah keponakan Ibrahim as, Beliau beriman kepada Ibrahim dan turut hijrah bersamanya ke Syam. Luth as tinggal di kota Sodom yang berada di arah selatan Laut Mati (demikian menurut Ibnu Katsir dalam Bidayah wa Nihayah). Laut mati berada diantara perbatasan Israel, Palestina, dan Yordania.

Allah 'Azza wa Jalla mengutus Luth as kepada kaum Sodom sebab mereka telah berbuat keji. Kisah selengkapnya silakan baca disini:

Kejinya Perbuatan Kaum Sodom

4.3. Lanjutan kisah Ibrahim as.

Allah 'Azza wa Jalla memberi kabar gembira kepada Ibrahim as akan kelahiran seorang anak dari rahim Sarah (peristiwa ini terjadi setelah Ismail as berusia 13 tahun), sementara Ibrahim as telah lanjut usia (Beliau hidup hingga usia 175 tahun) padahal istrinya adalah seorang yang mandul, dan kabar gembira tersebut disampaikan oleh Malaikat dimalam bertepatan dengan berita akan dibinasakannya kaum Luth as diwaktu subuh. Peristiwa ini dikisahkan dalam al-Quran, Firman-Nya:

وَٱمْرَأَتُهُۥ قَآئِمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنَٰهَا بِإِسْحَٰقَ وَمِن وَرَآءِ إِسْحَٰقَ يَعْقُوبَ

Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan dari Ishaq (akan lahir puteranya) yaitu Ya'qub.  (Huud 11:71)

فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً ۖ قَالُوا۟ لَا تَخَفْ ۖ وَبَشَّرُوهُ بِغُلَٰمٍ عَلِيمٍ

Karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: "Janganlah kamu takut", dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak).(Adz Dzaariyaat 51:28)

Adapun berita akan diadzabnya kaum Sodom, Allah berfirman:

قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ أَيُّهَا ٱلْمُرْسَلُونَ قَالُوٓا۟ إِنَّآ أُرْسِلْنَآ إِلَىٰ قَوْمٍ مُّجْرِمِينَ

Berkata (pula) Ibrahim: "Apakah urusanmu yang penting (selain itu), hai para utusan?", Mereka menjawab: "Kami sesungguhnya diutus kepada kaum yang berdosa. (Al Hijr 15:57-58)

إِلَّآ ءَالَ لُوطٍ إِنَّا لَمُنَجُّوهُمْ أَجْمَعِينَ

kecuali Luth beserta pengikut-pengikutnya. Sesungguhnya Kami akan menyelamatkan mereka semuanya,(Al Hijr 15:59)

إِنَّآ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ حَاصِبًا إِلَّآ ءَالَ لُوطٍ ۖ نَّجَّيْنَٰهُم بِسَحَرٍ

Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan sebelum fajar menyingsing,(Al Qamar 54:34).

4.4. Ishaq as melanjutkan dakwah Ibrahim as.

Demikian diatas, sepenggal kisah dari berita langit yang diterima Ibrahim as, dan puteranya yaitu Ishaq as menetap bersama Ibrahim as di kota al-Khalil, Beliau hidup selama 180 tahun melanjutkan dakwah Ibrahim as di tanah Syam setelah wafatnya Ibrahim al-Khalil as. Dan Allah 'Azza wa Jalla mengaruniakan kepada Ishaq dengan kelahiran Ya'qub as, beliau inilah yang disebut Israil.

4.5. Ya'qub bin Ishaq as (Israil).

Dari tanah Syam, Ya'qub as kemudian hijrah ke Harron, salah satu kota di Turki (sebelah utara Syam), Beliau menikah disana dan diberikan rizqi oleh Allah 12 keturunan, diantaranya yang masyhur adalah Yusuf as dan Bunyamin as. Demikian pula Ya'qub meneruskan dakwah Ibrahim as yaitu mengajarkan aqidah tauhid. Beliau hidup selama 147 tahun.

4.6. Yusuf bin Ya'qub as.

Dimasa inilah bani Israil mulai pindah ke Mesir.

Ya'qub as sangat mencintai Yusuf as dan saudaranya yaitu Bunyamin as sebagai bentuk belas kasih karena ditinggal wafat ibunya (menurut satu riwayat, nama ibunya adalah Rahil [راحيل]  puteri pamannya Ya'qub as).

Telah masyhur pula kisah Yusuf dan Bunyamin ini, kecemburuan sosial saudara-saudaranya kepada Yusuf karena lebih dicintai oleh ayahnya membuat mereka berbuat kejahatan sehingga mereka bersiyasat merengek kepada Ya'qub agar membiarkan mereka bersama Yusuf as yang pada akhirnya Ya'qub mengizinkan, maka kemudian Yusuf dilemparkan ke sumur oleh saudara-saudaranya, lalu mereka kembali kepada Ya'qub sambil menangis pura-pura bersedih, mereka mengatakan bahwa Yusuf dimakan serigala. Sementara itu ada satu kafilah yang melalui sumur tersebut dari arah Syam menuju Mesir, atas kehendak Allah maka mereka mendapati Yusuf lalu mereka mengeluarkannya dan membawanya ke Mesir dan dijual sebagai budak disana. Kemudian Yusuf as dibeli oleh pembesar Mesir untuk dijadikan pembantunya. Kemudian Yusuf as tumbuh menjadi pemuda yang sangat tampan dan berakhlaq mulia, sampai-sampai istri pembesar Mesir jatuh hati kepadanya dan berusaha untuk menggoda, Yusuf pun menolaknya. Sebagaimana telah mafhum kisahnya, akhirnya Yusuf dituduh dan dimasukkan ke penjara kurang lebih selama 7 tahun.  Dan sesungguhnya Yusuf as dikaruniai mu'jizat kemampuan mentakwil mimpi, Atas kehendak Allah perbuatan dusta istri al-'Aziz  akhirnya terbongkar, akhirnya beliau dibebaskan dan diangkat menjadi bendahara negara. Singkat kisah akhirnya Yusuf dan Bunyamin bertemu, dan Yusuf memaafkan kesalahan saudara-saudaranya, kemudian disampaikanlah pesan Yusuf untuk ayahandanya yaitu Ya'qub as, kemudian Beliau mengenali wanginya Yusuf, dan diusapkanlah gamis Yusuf ke wajah Ya'qub lalu sembuhlah  Beliau as dari kebutaannya. Lalu mereka semua dibawa oleh Yusuf ke Mesir dengan penuh kehormatan. Silakan detail kisahnya dibaca dalam al-Quran surat Yusuf, betapa indah dan dalamnya pelajaran dalam kisah ini.

Maka demikianlah secara kronologis berpindahnya bani Israil dari Harran ke Mesir. Menurut riwayat mereka menetap di Mesir selama 500 tahun hingga mereka kelak meninggalkan Mesir bersama Nabi Musa as dengan jumlah lebih dari 1600 orang anak cucu bani Israil. Karena sepeninggal pemerintahan Yusuf dan rajanya yang adil, Mesir dikuasai oleh fir'aun yang keji, sehingga bani Israil pun mengalami penindasan sampai diutusnya Nabi Musa as. Allahu a'lam.

4.7. Kondisi tanah Syam dan perjuangan sebagian Nabi serta kondisi peradaban dimasa Fatrah

Setelah terjadi hijrah besar-besaran manusia dari Iraq ataupun jazirah Arab ke negeri Syam, maka tanah Syam terbagi kepada beberapa kawasan yang subur, kemudian berdirilah daulah 'Ummuriyah (Bizanthium/Romawi) dikawasan utara, dan berdiri pula daulah Finiqiyah (Lebanon) dikawasan pesisir pantai laut tengah, dan daulah Kan'aniyah di Palestina dan sekitarnya. Mereka semua dalam kondisi jahiliyah penuh kemusyrikan sebagai para penyembah berhala. Kemudian Allah 'Azza wa Jalla mengutus banyak para Rasul kepada mereka,  namun tidaklah para rasul mendapati mereka melainkan mereka selalu mendustakan rasul-Nya, menolak ajaran Tauhid dan  berpegang teguh pada kekufuran.

Diantara generasi para Nabi bani Israil diwilayah Syam dimasa fatrah ini yaitu: Ayub, Ilyasa', Yusa, Ilyas, Yusya' bin Nun, Hezkel bin  Budzi, Samuel, Daud, Sulaiman, dan Sa'ya bin Amshiya ashsholatu wassalamu 'alaihim.

Nabi Ayub 'alaihissalam

Allah Ta'ala mengutus Ayub kepada bani Israil, dimana Beliau adalah seorang yang banyak harta dan anak, kemudian semua harta dan anaknya direnggut dan Beliau diuji jasadnya dengan berbagai bala', tidak ada yang selamat dari seluruh tubuhnya selain lisan dan hatinya yang senantiasa digunakan untuk berdzikir kepada Allah. Semua orang menjauhinya kecuali istrinya, Ayub as dirundung derita selama 18 tahun sebagai ujian dari Allah Ta'ala. Al-Quran menyebutkan, Firman-Nya:

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥٓ أَنِّى مَسَّنِىَ ٱلضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang".(Al Anbiyaa' 21:83)

Kemudian Allah menyembuhkannya dan mengembalikan harta dan keturunannya, Firman-Nya:

فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ فَكَشَفْنَا مَا بِهِۦ مِن ضُرٍّ ۖ وَءَاتَيْنَٰهُ أَهْلَهُۥ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَٰبِدِينَ

Maka Kamipun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.(Al Anbiyaa' 21:84)

Nabi Ilyasa' 'alaihissalam

Beliau as juga termasuk diantara para Nabi bani Israil, mengenai kenabiannya al-Quran menyebutkan:

وَٱذْكُرْ إِسْمَٰعِيلَ وَٱلْيَسَعَ وَذَا ٱلْكِفْلِ ۖ وَكُلٌّ مِّنَ ٱلْأَخْيَارِ

Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa' dan Zulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik (Shaad 38:48)

Nabi Ilyas 'alaihisalam

Allah mengutusnya ke sebagian wilayah Syam, beberapa sumber riwayat menyebutkan bahwa konon Nabi Ilyas diutus ke penduduk Ba'labak dan Libanon dimana mereka adalah kaum yang menyembah patung yang disebut Ba'l, lalu Ilyas menyeru mereka supaya kembali kepada Tauhidullah, namun  mereka mendustakannya, al-Quran menyebutkan Firman-Nya:

 وَإِنَّ إِلْيَاسَ لَمِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ أَلَا تَتَّقُونَ أَتَدْعُونَ بَعْلًا وَتَذَرُونَ أَحْسَنَ ٱلْخَٰلِقِينَ

Dan sesungguhnya Ilyas termasuk para Rasul, (ingatlah) ketika ia berkata kepada kaumnya: "Mengapa kamu tidak bertakwa?, Patutkah kamu menyembah Ba'l dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta? (Ash Shaffaat 37:123-125)

Bila kita perhatikan, nabi-nabi itu sebenarnya banyak sekali yang diutus kepada kaum-kaum di tanah Syam ini, dan kita tidak dapat mengetahuinya secara rinci selain sebagian saja yang disebutkan al-Quran. Selain itu juga sedikit sekali diantara kaum ini yang beriman kepada para Nabi.

Yusya' bin Nun 'alaihissalam

Beliau adalah seorang nabi yang memimpin Bani Israil setelah Musa as, isyaratnya diyakini ada didalam ayat:

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا

Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: "Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun".(Al Kahfi 18:60)

Sebagaimana yang dijelaskan  para mufassir bahwa yang dimaksud: فَتَاهُ  , adalah: يوشع بن نون بن افرائيم بن يوسف  (Yusya' bin Nun bin Ifraim bin Yusuf). Ibnu Juza' menyebutkan dalam tafsirnya bahwa Yusya' adalah anak dari saudari Musa (yaitu Musa anaknya Yusuf as, bukan nabi Musa bin Imran).

Konon peristiwa Yusya' ini terjadi setelah Harun as wafat, sementara bani Israil terombang ambing dalam kesesatan dan kebinasaan. Nabi Musa as pun wafat pada masa fatrah ini. Kemudian sebagian bani Israil khuruj bersama Yusya' as menuju Baitul Maqdis, lalu setelah itu Yusya' membangun pasukan bani Israil yang terbagi menjadi 12 pasukan sehingga mereka mampu  membuka kota Ariha/Yerikho (daerah Yordania) dan Baitul Maqdis (Palestina) kemudian mereka menetap disana selama 27 tahun dengan menegakkan hukum Taurat. Namun setelah Yusya' as meninggal, mereka pun kembali kepada kesesatan dan kefasadan.

Dalam masa fatrah ini, tiba pula kelompok manusia yang lain dari jazirah Arab, dan mereka menetap di Suriah yaitu kaum al-Aramiyyun lalu mereka membangun kerajaan yang kuat di Damaskus, Hamah dan sekitarnya. Namun mereka semua adalah para penyembah berhala, diantara berhala yang populer yaitu berhala 'Isytar dan Adunis.

Hizqil bin Budzi as

 Selanjutnya semua urusan bani Israil diserahkan kepada Hizqil as setelah Yusya' as namun tidak berlangsung lama, kemudian bani Israil berpecah belah sehingga menjadi lemah. Lalu mereka berbuat kerusakan dimuka bumi bahkan mereka membunuh para Nabi, kemudian Allah memberi otoritas kepada musuh-musuh mereka sehingga tidak lagi para nabi yang menuntun mereka, namun diganti dengan raja-raja zhalim yang suka menumpahkan darah penduduk Gazah dan 'Asqalan, sampai Tabut al-Maqdis pun dirampas dari mereka, maka terputuslah kenabian dari bani Israil, lalu kedaulatan mereka terpecah-pecah selama kurang lebih 400 tahun sampai Allah kembali mengutus kepada mereka setelah itu, seorang nabi yaitu Syamuel as.

Syamuel as

Dimasa ini, bani Israil meminta nabi Syamuel as agar mencetuskan peperangan (untuk meraih kembali kejayaan mereka), dan meminta supaya ditentukan siapa raja yang akan memimpin mereka dalam peperangan, lalu atas perintah Allah maka Syamuel memilih Thalut sebagai raja mereka, sebagaimana al-Quran mengisahkan, Allah berfirman:

وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ ٱللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا ۚ قَالُوٓا۟ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ ٱلْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِٱلْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِّنَ ٱلْمَالِ ۚ قَالَ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُۥ بَسْطَةً فِى ٱلْعِلْمِ وَٱلْجِسْمِ ۖ وَٱللَّهُ يُؤْتِى مُلْكَهُۥ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu". Mereka menjawab: "Bagaimana Thalut memerintah kami, padahal kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?" Nabi (mereka) berkata: "Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang luas dan tubuh yang perkasa". Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha Mengetahui. (Al Baqarah 2:247)

Pada mulanya bani Israil menolak karena Thalut adalah orang yang miskin, hingga Allah menurunkan mu’jizat. Allah Ta’ala berfirman:

وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ آيَةَ مُلْكِهِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ التَّابُوتُ فِيهِ سَكِينَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَبَقِيَّةٌ مِمَّا تَرَكَ آلُ مُوسَى وَآلُ هَارُونَ تَحْمِلُهُ الْمَلَائِكَةُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (سورة البقرة:248)

Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa oleh Malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman.

Akhirnya setelah jelas kebenaran mu’jizat tersebut barulah mereka mau mengakui dan patuh dibawah kepemimpinan Thalut. Selanjutnya terjadilah peperangan antara bani Israil dan bala tentara Jalut di Maraj ash-Shafr (diselatan Damaskus), dan Dawud as lah yang mampu membunuh Jalut hanya dengan alat jihad pelanting batu saja (ketapel), padahal Dawud saat itu hanyalah seorang anak muda yang baru bergabung dengan pasukan Thalut. Al-Quran mengisahkan:

وَلَمَّا بَرَزُوا لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِ قَالُوا رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ (250) فَهَزَمُوهُمْ بِإِذْنِ اللَّهِ وَقَتَلَ دَاوُودُ جَالُوتَ وَآتَاهُ اللَّهُ الْمُلْكَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَهُ مِمَّا يَشَاءُ وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَفَسَدَتِ الْأَرْضُ وَلَكِنَّ اللَّهَ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْعَالَمِينَ (251)]سورة البقرة[

Tatkala mereka terlihat oleh Jalut dan tentaranya, mereka pun (Thalut dan tentaranya) berdo`a: "Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir". Mereka (tentara Thalut) mengalahkan tentara Jalut dengan izin Allah dan (dalam peperangan itu) Daud membunuh Jalut, kemudian Allah memberikan kepadanya (Daud) pemerintahan dan hikmah, (sesudah meninggalnya Thalut) dan mengajarkan kepadanya apa yang dikehendaki-Nya. Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam

Dawud as

Setelah peristiwa pertempuran dengan Jalut tersebut, maka nabi Dawud as menjadi pemuda yang populer diantara kaumnya, selain itu Raja Thalut sebelumnya berjanji terhadap siapa saja yang bisa mengalahkan Jalut maka akan ia berikan setengah kerajaannya dan akan dinikahkan dengan puterinya, oleh sebab itulah maka Thalut harus menetapi janji untuk menguasakan kerajaan kepada Dawud as, dan Allah ‘Azza wa jalla memberi karunia kenabian kepada Dawud as sebagai rahmat yang besar bagi kerajaan, sehingga kemudian tegaklah Syari’at Allah dinegeri mereka lalu Allah menurunkan kitab Zabur. Allah berfirman:

﴿وَآتَيْنا داوُدَ زَبُوراً﴾ (سورة النساء:163)

Dan Kami turunkan Zabur kepada Dawud

Dawud as merupakan seorang mujahid di jalan Allah lagi hamba yang banyak beribadah kepada-Nya, Beliau juga tidak mengandalkan statusnya sebagai raja dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, dimana tidaklah beliau makan melainkan makan dari hasil kerjanya sebagai pandai besi yang sangat ahli.

Sepeninggal Dawud as, maka kekhalifahan dan nubuwwah dilanjutkan oleh puteranya yaitu nabi Sulaiman as. Adapun Masa fatrahnya Daud dan Sulaiman ‘alaihimassalam merupakan masa fatrah yang penuh kedamaian, negerinya subur dan makmur memberikan kedamaian yang stabil kepada masyarakat Ibraniyyah untuk menjalani tentramnya kehidupan melampaui zaman dan waktu yang pernah ada. Maa syaa Allah...

Nabi Sulaiman as

Sulaiman as mengikuti jejak jihad ayahnya, hingga Beliau as sampai ke Damaskus kemudian menaklukkan dan menundukkan otoritas Yaman dari kaum Saba, lalu menikahi ratu mereka yaitu ratu Balqis.

Nabi Sulaiman telah menetapkan Yaman untuk tunduk kepada Beliau as, maka karena kepatuhan mereka kepada Sulaiman as, Allah ‘Azza wa Jalla memberikan karunia ketentraman kepada ratu Balqis dan kaumnya yang sebelumnya mereka menyembah bintang dan matahari. Kemudian Sulaiman as memperbaharui bangunan Masjid al-Aqsha sebagai amanat peninggalan kakek buyutnya yaitu Ya’qub dan Ishaq ‘alaihimassalam setelah mereka membangun kembali Ka’bah selama 40 tahun.

Demikianlah Sulaiman as mewarisi Dawud as sebagai karunia dari Allah Ta’ala. Al-Quran menerangkan, Allah berfirman:

﴿وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُدَ وَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ  ۖ  إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِينُ ﴾

[النمل ١٦]

Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: "Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu karunia yang nyata".

Karunia Allah tersebut tidak membuat Sulaiman as lupa diri terhadap do’anya yang mustajab, melainkan Beliau semakin tadharru’ kepada Allah ‘Azza wa Jalla, al-Quran menyebutkan bagaimana do’anya Sulaiman as, Firman-Nya:

﴿قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِیۖ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ ﴾ [ص ٣٥]

Ia berkata: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi".

Allah ‘Azza wa Jalla memberi karunia kerajaan kepada Sulaiman as selama 20 tahun dan syari’at Islam pun tegak dimuka bumi. Setelah Sulaiman as wafat, kerajaan dipimpin oleh anaknya yaitu Rihbi’am bin Sulaiman, namun kemudian bani Israil menjadi lemah dan mereka bertambah fasad.

Sya’ya bin Amshiya as

Sya’ya as merupakan salah seorang nabi diantara para nabi dimasa fatrah tersebut (menurut satu riwayat Sya’ya as lahir pada tahun 760 SM disalah satu tempat di Yerusalem, Allahu a’lam). Dimasa Sya’ya as, bangsa Kaldeniya berusaha untuk memasuki Baitul-Maqdis yang dipimpin oleh raja mereka yaitu Sanharib, kemudian mereka dibinasakan oleh Allah Ta’ala sebagai bentuk ijabah do’anya Sya’ya bin Amshiya as, namun demikian tetap saja tidak menambah kepada Yahudi selain kejahatan dan kefasadan mereka, bahkan mereka malah membunuh nabi mereka Sya’ya. Kemudian setelah itu Allah mengutus Armiya bin Halqiya as dan nabi-nabi yang lain kepada Yahudi namun mereka tetap dalam sikap mendustakan para nabi dan membunuh mereka.

Sebagai catatan bagi kita terkait sekilas kisah diatas, penting untuk diketahui bahwa sebagian peristiwa dan nama-nama para nabi yang telah disebutkan tidak diterangkan dalam al-Quran atau hadits Nabi saw, melainkan diambil dari penjelasan riwayat israiliyat sebagaimana diterangkan Ibnu Katsir dalam Qashashul Anbiya dan Tafsir Al-Quran. Adapun sikap kita terkait hal ini, kembali saja kepada penjelasan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dimana Beliau pernah bersabda:

كانَ أهْلُ الكِتابِ يَقْرَؤُونَ التَّوْراةَ بالعِبْرانِيَّةِ، ويُفَسِّرُونَها بالعَرَبِيَّةِ لأهْلِ الإسْلامِ، فَقالَ رَسولُ اللَّهِ ﷺ: لا تُصَدِّقُوا أهْلَ الكِتابِ ولا تُكَذِّبُوهُمْ، وقُولوا: {آمَنّا بِاللَّهِ وَما أُنْزِلَ إِلَيْنا} [البقرة: 136] الآيَةَ.

(أبو هريرة)  البخاري (ت ٢٥٦)، صحيح البخاري ٤٤٨٥  •  [صحيح]

(Dari Abu Hurairah ra): Ahli Kitab senantiasa membaca Kitab Taurat dengan bahasa Ibrani dan mereka suka menafsirkannya dengan bahasa Arab untuk menjelaskannya kepada yang beragama Islam, maka Rasulullah saw bersabda: Janganlah kalian membenarkan ahli kitab dan jangan pula mendustakan mereka, dan katakanlah oleh kalian : “Kami beriman kepada Allah dan apa yang telah diturunkan kepada kami” [Q.S ; 2: 136],al-ayat.

..................................

In syaa Allah bersambung ke tema:

Runtuhnya Baitul-Maqdis

Disarikan dari kitab : 

موجز التاريخ الإسلامي منذ آدم عليه السلام إلى عصرنا الحاضر 1417ه

0 Comments

Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik