Manusia memiliki sifat ingin selalu senang dan bahagia, tak jarang yang melakukan segala cara untuk dapat meraih dan merasakan kebahagiaan tersebut sesuai cara pandang yang ada dalam dirinya. Dan diantara kebahagiaan dan kesenangan yang paling utama dalam pandangan dunia adalah keinginan untuk senantiasa muda, panjang umur, sehat, berharga dan kaya raya. Namun manusia pada hakikatnya tak bisa lepas dari keterbatasan usia dan tenaga, sehingga segala upayanya akan tetap diantarkan menuju satu titik tanpa daya, dia lah masa tua dan kematian... maka pada titik ini apa yang paling berharga selain kabar gembira dari Pemilik alam semesta?
Aduhai...pada akhirnya setiap jiwa akan benar-benar menyadari hakikat hidupnya didunia ini hanyalah sebagai pengembara, dan semua hasil perjuangannya didunia akan ia tinggalkan... kecuali perjuangan yang diselimuti dengan ketakwaan, maka itulah sebaik-baik bekal. Sebab bila bukan dengan ketakwaan, niscaya hari-hari hanya akan diliputi khayalan dan angan-angan... betapa berat akibat yang ditanggung kelak...Bukankah Allah telah melukiskan kepedihan manusia yang telah menyia-nyiakan hidupnya didunia tanpa ketakwaan?... Allah berfirman:
وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ(فاطر ٣٧)
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.
Maka janganlah terjebak dengan rayuan dunia, karena ia akan membuai jiwa agar melupakan surga, membuai manusia supaya senantiasa merasa muda hingga ia lupa dirinya hampir tutup usia...
Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
لاَ يَزَالُ قَلْبُ الكَبِيرِ شَابًّا فِي اثْنَتَيْنِ: فِي حُبِّ الدُّنْيَا وَطُولِ الأَمَلِ. (صحيح البخاري) (8/ 90)
Orang yang sudah tua akan senantiasa muda pada dua hal: yaitu cinta dunia dan panjang angan-angan
Tak diragukan lagi bahwa angan-angan dan khayalan adalah kesenangan semu yang mengalir begitu halus dalam jiwa dan pikiran, terlebih lagi ia akan melalaikan hati dari kehidupan akhirat, bagaimana akan berbekal untuk mempersiapkan kepulangan bila jiwa tak merasa akan pulang?..
Lagi pula angan-angan itu muncul akibat jiwa terlalu berhasrat pada kesenangan dunia.
Khalifah keempat, 'Ali radhiyallahu 'anhu pernah menasihati ummat dalam khutbahnya:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ طُولُ الْأَمَلِ، وَاتِّبَاعُ الْهَوَى، فَأَمَّا طُولُ الْأَمَلِ فَيُنْسِي الْآخِرَةَ، وَأَمَّا اتِّبَاعُ الْهَوَى فَيُضِلُّ عَنِ الْحَقِّ، أَلَا إِنَّ الدُّنْيَا قَدْ وَلَّتْ مُدْبِرَةً، وَالْآخِرَةُ مُقْبِلَةٌ، وَلِكُلِّ وَاحِدَةٍ مِنْهُمَا بَنُونَ، فَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الْآخِرَةِ، وَلَا تَكُونُوا مِنْ أَبْنَاءِ الدُّنْيَا، فَإِنَّ الْيَوْمَ عَمَلٌ وَلَا حِسَابٌ، وَغَدًا حِسَابٌ وَلَا عَمَلٌ (شعب الإيمان (13/ 173))
Hai manusia sesungguhnya kekhawatiran yang paling aku khawatirkan terhadap kalian adalah panjang angan-angan dan memperturutkan hawa nafsu. Adapun thulul amal maka akan melupakan akhirat, sementara memperturutkan hawa nafsu akan menyesatkan dari jalan kebenaran. Maka ingatlah, sesungguhnya dunia itu pasti berlalu dan akhirat pasti datang, dan bagi setiap salah satu dari keduanya itu terdapat anak-anaknya, maka jadilah kalian anak-anak akhirat, janganlah menjadi anak-anak dunia, sesungguhnya hari ini adalah (waktunya) beramal dan tidak ada penghisaban, sedangkan besok (hari akhirat) adalah waktunya penghisaban tidak ada amalan
Yang sedang muda, segeralah berbekal demi akhirat agar tak ada penyesalan dimasa tua, yang sudah muda perbanyaklah taubat semoga ia jadi pengantar untuk pulang dengan selamat.... wal’afwu minkum..
denherians, Penghujung sya’ban 1443 H
0 Comments
Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik