Oleh: Den Herians
Sudah semestinya manusia senantiasa bersyukur kepada Allah Ta'ala yang telah mengharamkan perbuatan Fahisyah [1], yang nampak ataupun yang tersembunyi. Karena sesungguhnya apa yang Allah Ta'ala larang itu, adalah demi kebaikan manusia itu sendiri, dan kita wajib berlindung kepada-Nya dari segala macam perbuatan fahisyah.
..Wahai Allah Yang Maha Penyayang sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari munkarnya akhlaq, munkarnya amal dan munkarnya hawa nafsu...
Keterpurukan akhlaq terjadi, penyebab yang paling kronis adalah hilangnya rasa malu dalam diri sehingga manusia menjadi laksana hewan bahkan lebih buruk lagi...al'iyaadzu billah.
Demikian kejinya amal kaum Luth as, sungguh betapa perbuatan kaum Luth merupakan sebesar-besarnya kekejian dan seburuk-buruknya kebebasan! yang menyebabkan rusaknya agama, kehormatan dan akhlaq, yang menjadi penyakit kronis dan "racun" yang amat membinasakan, yang bercampur aduk antara keburukan dan malapetaka dunia akhirat, seburuk-buruknya penyimpangan dan kesesatan. Jangankan dari sisi agama, dari sisi akal sehat pun sudah mutlak keburukannya.
Perbuatan yang mengerikan tersebut dilukiskan dalam AlQuran, sebagai seburuk-buruknya jalan yang ditempuh, yang menyebabkan bencana yang teramat mengerikan.
Apa sih amalnya kaum Luth? sampai-sampai Allah swt mengadzab mereka dengan begitu mengerikan?..
Perbuatan terkutuk tersebut dikenal dengan tiga perkara, yaitu :
1. إِتيَانُ الذُّكُورِ فِي الدُّبُرِ
Datangnya kemaluan laki-laki pada dubur (baik laki ataupun perempuan).
2. اِكتِفَاءُ الرِّجَالِ بِالرِّجَالِ
Mencukupkan/ merasa puasnya laki-laki dengan laki-laki.
3. وَطءُ الذَّكَرِ الذَّكَرَ
Dzakar menggauli dzakar.
Perbuatan tersebut adalah perbuatan yang menyimpang jauh dari fitrah manusia yang telah diberi akal dan hati oleh Allah swt. Oleh karena itulah Allah melaknat dan mengadzab para pelakunya.
Rasulullah saw pernah bersabda :
لَعَنَ اللهُ مَن عَمِلَ عَمَلَ قَومِ لُوطٍ [2]
"Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth".
Adapun di dalam alQuran, Allah Ta'ala menamai perbuatan terkutuk tersebut dengan Al-Fahisyah, sebagai mana Firman-Nya :
أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ
"Mengapakah kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?" (Q.S. Al A'raf:80).
Dapat kita ketahui dari penjelasan ayat ini, bahwa perbuatan tersebut di pelopori oleh kekejian kaum Luth, maka dinisbatkan kepada amal kaum Luth kemudian dikenal dengan istilah Liwath. Sehingga siapa saja orang yang berbuat sebagaimana perbuatan kaum Luth maka disebut dengan liwath. Na'uudzubillahi min dzaalik...
Luth as adalah seorang Nabi yang diutus Allah Ta'ala kepada kaumnya untuk memperingatkan kekejian mereka yang kemudian mereka mendustakannya yang menyebabkan mereka menjadi manusia-manusia yang melampaui batas, sebagai mana dalam ayat lanjutan di atas, Firman-Nya Ta'ala:
إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ
" Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kalian ini adalah kaum yang melampaui batas!".
Demikian tercelanya hubungan intim sesama jenis, yang telah keluar dari fitrah manusia dan ini otomatis berlaku pula terhadap perempuan. Maka Allah mengharamkannya. Sungguh Allah dan Rasul-Nya melaknat para subjek dan objeknya. Bahkan para sahabat Rasulullah saw Radhiyallaahu 'anhum telah bersepakat untuk memerangi dan menghukum mati para pelaku kekejian tersebut (pent. lihat penjelasan Ibnu Qudamah dalam alMugni dan IbnulQayyim dalam aljawaabulkaafi).
Berdasarkan penjelasan hadits riwayat Abu Dawud, yang diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas ra, bahwa Nabi saw bersabda :
مَن وَجَدتُمُوهُ يَعمَلُ عَمَلَ قَومِ لُوطٍ فَاقتُلُوا الفَاعِلَ وَالْمَفعُولَ بِهِ [3]
"Jika kalian mendapati siapa saja yang melakukan perbuatan kaum Luth maka hukum matilah si Pelaku dan yang dijadikan objeknya".
Kemudian Imam Abu Dawud menjelaskan bahwa para pelaku liwath di kenai hukum rajam (dilempari batu sampai mati).[4]
Fuqoha memahami Hukum rajam terhadap pelaku liwath ini berdasarkan bahwa Allah Ta'ala mengadzab Kaum Luth dengan menghujani mereka dengan batu sehingga mereka mati bergelimpangan mengenaskan.[5]
Disyari'atkan bagi orang-orang beriman agar memerangi mereka sebagaimana Luth as yang telah berdakwah kepada kaumnya, hingga mereka menghentikan kelakuannya atau datangnya keputusan Allah.
AlQuran dan Sunnah merupakan sumber dari segala sumber hukum yang wajib untuk dita'ati dan dilaksanakan hukumnya, bagaimana tidak? banyak ayat dalam alQuran yang menjelaskan amat tercelanya amal Kaum Luth yang tidak boleh terjadi.
Mari kita simak dalam ayat 80-84 alQuran surat AlA'raf, Allah Ta'ala berfirman :
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ
"dan (kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (ingatlah) tatkala Dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?"
إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ
" Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas".
وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ
" jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri."
فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلَّا امْرَأَتَهُ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ
" kemudian Kami selamatkan Dia (Luth) dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya, dia Termasuk orang-orang yang dibinasakan".
وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ
"dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu".
Baginda tercinta Rasulullah saw pernah bersabda :
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي عَمَلُ قَوْمِ لُوطٍ [6]
"Sesungguhnya yang paling mengkhawatirkan terhadap apa yang aku khawatirkan kepada umatku adalah amalnya Kaum Luth"
Sabda Nabi saw diatas menunjukan bahwa perbuatan liwath adalah perbuatan yang memadharatkan, ya!...kemadharatan yang merusak agama, menjauhkan manusia dari agama karena ia termasuk kepada sebesar-besarnya dosa diantara dosa yang paling besar! sehingga akhirnya mendatangkan murka Allah Ta'ala dunia akhirat dan amat pedihnya siksa-Nya. Maksiyat tersebut akan semakin menggerus, merusak dan mengeraskan qalbu, semakin menjauhkan hati dari Allah, karena ia seburuk-buruknya khabaits (kekotoran/najis). Keburukan prilaku tersebut akan menyeret, membawa kepada maksiyat yang lain yakni semakin menyukai apa yang Allah benci dan murka.
Seorang 'alim salafushshalih alFudhail bin 'Iyadh Rahimahullaahu berkata :
"Sungguh kalau saja pelaku liwath, ia mandi dengan seluruh air hujan dari langit, maka dia pasti bertemu dengan Allah dalam keadaan kotor".
Itu dari segi merusak agama, belum lagi dari segi moral sangat banyak lagi madharatnya. Liwath sangat mencoreng moral kemanusiaan, menyimpang dari fitrah sawiyah (tatanan normal kehidupan), akan hilangnya rasa malu, padahal sifat malu dalam diri manusia itu adalah kehidupan, maka jika hilang rasa malu, tiada lagi kebaikan dalam hidup, karena diantara buah dari prilaku liwath jika dibiarkan adalah akan munculnya ketidak sopanan dan prilaku kurang aj*r, selanjutnya akan di dapati penyelenggaraan dan kumpul-kumpul maksiyat, sebagaimana yang dilakukan kaum Luth terdahulu, mereka berpesta pora layaknya hewan (bahkan teramat buruk lagi) mempertontonkan khabaits akibat hilangnya moralitas disebabkan hilangnya rasa malu dan kesopanan sehingga tidak peduli terhadap apa yang mereka lakukan, maka "hak asasi manusia" lainnya yang merupakan sebenar-benarnya "hak asasi", mereka abaikan. Jika keadaan ini semakin larut dan semakin "dibebaskan", akan amat sulit memperbaikinya dan sukar mengobatinya, wal hasil keputusan Allahlah yang menyelesaikannya, sehingga kaum Luth pun di siksa dengan siksaan yang dahsyat...mari kita simak berita alQuran mengenai kaum yang dilaknat tersebut, FirmanNya Ta'ala dalam surat Huud:77-83 :
"dan tatkala datang utusan-utusan Kami (malaikat) itu kepada Luth, Luth merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan Dia berkata: "Ini adalah hari yang Amat sulit"
"dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas, dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: "Hai kaumku, Inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, Maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. tidak Adakah di antaramu seorang yang berakal !?"
" mereka menjawab: "Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa Kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan Sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya Kami kehendaki."
Lihatlah betapa kurang aj*rnya para pelaku liwath, mereka tidak memiliki kesopanan kepada Luth as, mereka sengaja mendatangi Luth as untuk meminta tamunya sebagai pemuas nafsu keji mereka...betapa kejinya amal kaum Luth as.
Selanjutnya dikisahkan..
" Luth berkata: "Seandainya aku mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)."
Sekali lagi kita simak betapa Luth as kerepotan dan kesusahan untuk menasihati, mendakwahi, dan melawan mereka yang sudah hilang moralitasnya...hanyalah Allah Ta'ala yang Maha Penolong dan yang Maha Menjaga hamba-Nya...
" Para utusan (malaikat) berkata: "Hai Luth, Sesungguhnya Kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu Pergilah dengan membawa keluarga dan Pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya Dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena Sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; Bukankah subuh itu sudah dekat?".
" Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi,
" yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu Tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim"
Masih dari segi moralitas, liwath menyebabkan terpuruknya akhlaq, kerasnya hati, membunuh martabat dan kehormatan serta mencabut kemuliaan. Juga menyebabkan timbulnya berbagai kejahatan dan permusuhan, serta pelakunya akan menambah kriminalitas yang terus menerus dilakukan, sebagaimana kelakuan kaum Luth yang menjadi bengis demi membebaskan hawa nafsu mereka... mari kita simak lagi ayat-ayat Allah sebagai peringatan bagi kita agar jangan pernah membiarkan mereka, karena jika mereka telah banyak menjerumuskan manusia, mereka akan semakin kasar dan bengis:
" jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri !."
Lihatlah jika mereka telah menjadi mayoritas dan merasa kuat...
Lantas bagaimana lagi jika "pihak berwenang" sudah melegalisasinya??...
Na'uudzubillaah Tsumma Na'uudzubillaah..
Kemerosotan nalar dan watak, juga rusaknya keseimbangan kualitas hidup, hilangnya gairah keta'atan dari qalbu, serta merta akan menghancurkan tatanan masyarakat ,negara dan bangsa ,sebab perbuatan terkutuk tersebut akan menggiring dan menambah kepada semakin melemahnya aturan dan hukum.
Selain rusaknya tatanan moralitas, kekejian liwath juga menyebabkan hancurnya tatanan sosial, yakni hilangnya kebaikan dan berkah dari bumi dan langit , maka bila telah nampak fahisyah tersebut, itu suatu pertanda kemalangan dan kebinasaan. Jika fahisyah ini menyebar semakin mewabah, pertanda semakin dekatnya adzab Allah, perhatikanlah Firman Allah Ta'ala :
"dan siksaan itu Tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim"
Selanjutnya masyarakat akan kehilangan keamanan, tentu akan terjadi banyak kekacauan, merebaknya kepanikan, dan banyaknya kegoncangan-kegoncangan kerusakan pada jiwa pun pasti terjadi, banyaknya wabah penyakit kelamin, dan lain sebagainya.
Liwath juga akan menimpakan kesedihan dan siksa yang terus menerus berkesinambungan, sebab telah menjadi kepastian, siapa yang mencintai selain Allah dan bergantung kepada selain Allah, membenci aturan Allah, akan ditimpakan adzab, kesedihan dan kepedihan, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata :
وَاعلَم أَنَّ كُلَّ مَن أَحَبَّ شَيئًا لِغَيرِ اللهِ ـ فَلَا بُدَّ أَن يَضُرَّهُ مَحبُوبُهُ، وَيَكُونُ ذَلِكَ سَبَبًا لِعَذَابِهِ [9]
"Ketahuilah sesungguhnya tiap-tiap orang yang mencintai sesuatu selain Allah, maka pasti yang dicintainya itu akan memadharatkannya, dan jadilah ia sebab datangnya adzab Allah"...
wal 'iyaadzu billah.
Menurut syaikh Muhammad bin Ibrahim bin Ahmad alHamd, terjadinya prilaku liwath dan s*x bebas disebabkan berbagai hal, diantaranya yakni :
1. Kekosongan / kehampaan jiwa, tipisnya pemahaman agama dan lemahnya iman.
2. Meninggalkan sholat dan meremehkannya.
Padahal Allah telah menjelaskan dalam alQuran bahwa sesungguhnya sholat dapat mencegah perbuatan keji dan munkar. Silakan merujuk kepada artikel yang lalu di sini.
3. Bodoh akibat kosongnya ilmu agama.
Sebab ilmu adalah cahaya yang menerangi pemiliknya.
4. Waktu luang yang disia-siakan.
5. Sahabat yang buruk.
Teman yang jelek seringkali membaguskan yang buruk dan memburukan yang baik, dia akan menjerumuskan seseorang dalam kehinaan dan ketercelaan, serta menjauhkan setiap kebaikan dan keutamaan.
6. Kecanduan narkotika. Sebab narkotika pun berpengaruh kepada rusaknya akal.
7. Abnormal.
8. Lemahnya tekad, sehingga ketika mendapat sedikit kesulitan dalam kebaikan, cepat menyerah.
9. Berlebihan dalam bersolek.
10. Menampakan pesona (laki-laki bertabiat perempuan dan sebaliknya).
11.Kebiasaan akut onani/masturbasi, sehingga nalarnya menjadi rusak dan kacau, pikirannya dipenuhi syahwat yang liar.
12. Terlalu banyak bergurau (pura-pura jadi wanita dan sebaliknya), sehingga akhirnya menjadi merasa nyaman, tak ubahnya seperti candu.
13.Tidak memelihara pandangan/ melihat hal-hal pornografi, yang juga menjadi kecanduan sehingga merusak pikiran yang sehat.
14. Mudahnya lisan berbicara hal-hal pornografi, boleh jadi bermula dari gurauan , akhirnya menjadi terbiasa.
15.Suka memajang poster-poster yang memicu syahwat.
16.Perasaan di intimidasi.
17. Sering bergonta ganti pasangan.
18. Tidak adanya kontrol yang baik dalam diri dan keluarga.
19. Keranjingan nongkrong dan mojok di taman-taman.
20.Penyimpangan dalam memahami konsep cinta.
Silakan simak makna cinta yang sesungguhnya dengan klik disini.
21.Terdesak akan kebutuhan harta dan malas bekerja keras.
22. Retaknya jalinan pernikahan yang menyebabkan trauma akibat lemahnya daya juang.
Dan lain sebagainya dari berbagai hiasan syaitan...
Yuk ah bangkit wahai sahabat...Pintu Taubat masih terbuka sebelum nafas sampai kerongkongan, sebelum mentari terbit dari arah tenggelamnya, sesungguhnya Allah Maha Luas Ampunan-Nya, namun juga Maha Keras Siksa-Nya. Janganlah menjadi lalai dengan membiarkan kemaksiyatan.
Memperkuat aqidah yang shahih menjadi satu-satunya jalan untuk menghilangkan kebathilan, karena hanya dengan alHaq kebathilan itu akan hilang, sifat "rakus" dan semangat akan kebenaran mesti ditanamkan pada setiap jiwa, Amar Ma'ruf dan Nahyi Munkar harus selalu ada, semangat menyebarluaskan "Tawaashou bil haq wa tawaashou bishshobr" jangan mengalah dengan penyebaran hoax dan tontonan "munkar", tak boleh surut meningkatkan ibadah dan amal shalih.
Bila sudah kepayahan dalam dakwah, bila sudah habis tenaga dalam menyampaikan kebenaran, sungguh kaum beriman telah menyelesaikan tugas, maka pertolongan dan keputusan Allah adalah suatu yang pasti. Sekuat apapun para pembangkang yang tak jua muncul keinginan bertaubat, biarlah Allah "berikan kabar gembira" dengan siksa yang amat pedih dan menghinakan, atau Allah berikan Hidayah dan Taufiq-Nya untuk kembali kepada Ampunan-Nya, karena hanya dari-Nya lah petunjuk itu.
AlQuran mengisahkan keburukan kaum Luth, agar orang-orang yang beriman senantiasa waspada dan terjaga untuk mendawamkan kebenaran, juga untuk memperingatkan kepada kaum yang zhalim untuk segera berhenti bermaksiyat dan supaya kembali ke jalan yang benar, karena Allah menciptakan manusia dengan tujuan, yakni :
وَمَا خَلَقتُ الجِنَّ وَالإِنسَ إِلَّا لِيَعبُدُونِ
"Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada Ku"(Q.S.Adzdzaariyaat:56).
Manakala seseorang tidak menyembah Allah maka pastilah ia akan menjadi binatang tunggangan syaitan, akan menjadi permainan hawa nafsunya, kemudian dia akan memperturutkan syahwatnya, sehingga hatinya akan mengalami kebutaan, maka syaitanlah yang selalu menjadi teman setianya, bahkan lebih parahnya lagi ... walau ia berada dalam kesesatan dan kemaksiyatan ia malah merasa mendapat petunjuk... al’iyadzu billah.
FirmanNya Ta’ala:
وَمَنْ يَعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ مُهْتَدُونَ
"Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan yang Maha Pemurah (AlQuran), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) Maka syaitan Itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya, dan Sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk".(Q.S.AzZukhruf:36-37).
Iblis dan balatentaranya senantiasa berusaha untuk menyesatkan bani Adam dengan perantaraan yang dapat menghubungkan kepada kesesatan berupa syubhat-syubhat dan syahwat, yang banyak sekali mereka disesatkan dengan ini, dan diantaranya dalam bentuk kelezatan dan kenikmatan semu dari berbagai perkara yang diharamkan sehingga menipu dan menyejukan mata. Syaitan-syaitan menghias bagi mereka apa yang dipandang haram supaya mereka berbuat melampaui batas.
Sebagai hamba-Nya yang berakal dan memiliki qalbu, kita harus senantiasa berhati-hati terhadap perkara-perkara yang dibungkus dengan berbagai kenikmatan yang menipu, dan banyaknya dalam kehidupan ini pemandangan yang dapat mengotori pikiran dan hati yang begitu sulit bagi kita untuk tetap terjaga dari kesucian mata, pikiran, pendengaran dan hati. Kita harus senantiasa memohon perlindungan dan taufiq-Nya, Semoga Allah mengampuni kita dan menjaga kita dengan memberi karunia qalbu yang senantiasa ta’at dan ikhlash kepada-Nya, dan karunia keberanian serta kekuatan untuk tetap menegakan alHaq.
Kita kembali ke kisah Kaum Luth, kaum yang zhalim , kaum yang tidak mau beriman, melampaui batas kesusilaan, mari kita simak yang dikisahkan Allah swt kepada Rasulullah saw, Allah Ta'ala berfirman :
" dan telah Kami wahyukan kepada Luth perkara itu, Yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh".
" dan datanglah penduduk kota itu (ke rumah Luth) dengan gembira (karena) kedatangan tamu-tamu itu"
"Luth berkata: "Sesungguhnya mereka adalah tamuku; Maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku),"
" dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina".
" mereka berkata: "Dan Bukankah Kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?"
" Luth berkata: "Inilah puteri-puteriku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (lakukan secara halal)".
"(Allah berfirman): "Demi umurmu (Muhammad), Sesungguhnya mereka terombang-ambing di dalam kemabukan (kesesatan)".
"Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit"
" Maka Kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras"
" Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda".
" dan Sesungguhnya kota itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia)".
" Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman".
(Silakan lihat redaksi Ayat alQuran surat alHijr :57-77)
Mereka ingin berbuat h*m*s*xual dengan tamu-tamu itu dan mereka memang telah mengancam Luth as, agar tidak menghalangi mereka dari perbuatan tersebut. adapun kota yang dimaksud dalam ayat tersebut ialah kota Sodom yang terletak dekat pantai laut Tengah yang kini pun masih nampak bekas-bekasnya..(lihat penjelasan para mufassir dan ahli sejarah). AlQuran pun menjelaskan :
وَلَقَدْ تَرَكْنَا مِنْهَا آيَةً بَيِّنَةً لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ
"dan Sesungguhnya Kami tinggalkan daripadanya satu tanda yang nyata bagi orang-orang yang berakal". (Q.S.al'Ankabut:35).
Yakni bekas-bekas reruntuhan kota Sodom, negeri kaum Luth.
Kisah ini bukanlah kisah karangan Muhammad, bukanlah kisah yang diada-adakan dan dilebih-lebihkan, melainkan kisah dalam alQuran yang Haq, sebagai mu'jizat Nabi terkasih baginda Rasulullah saw. Jika sebagian manusia tidak mempercayainya dan meyakininya saat ini....demi Allah! mereka semua akan yakin dengan sebenar-benarnya keyakinan saat ajalnya tiba!.
Kejinya Amal Kaum Luth as
Kisah ini bukanlah kisah karangan Muhammad, bukanlah kisah yang diada-adakan dan dilebih-lebihkan, melainkan kisah dalam alQuran yang Haq, sebagai mu'jizat Nabi terkasih baginda Rasulullah saw. Jika sebagian manusia tidak mempercayainya dan meyakininya saat ini....demi Allah! mereka semua akan yakin dengan sebenar-benarnya keyakinan saat ajalnya tiba!.
Dalam ayat yang lain alQuran semakin menegaskan kejinya amal kaum Luth yang tak dapat lagi di cegah, Allah swt berfirman :
وَلُوطًا آتَيْنَاهُ حُكْمًا وَعِلْمًا وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْقَرْيَةِ الَّتِي كَانَتْ تَعْمَلُ الْخَبَائِثَ إِنَّهُمْ كَانُوا قَوْمَ سَوْءٍ فَاسِقِينَ
" dan kepada Luth, Kami telah berikan Hikmah dan ilmu, dan telah Kami selamatkan Dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang mengerjakan perbuatan keji. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang jahat lagi fasik".(Q.S. ALAnbiyaa:74).
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ وَأَنْتُمْ تُبْصِرُونَ
"dan (ingatlah kisah) Luth, ketika Dia berkata kepada kaumnya: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah itu sedang kamu mempertontonkannya ?" (Q.S. AnNaml:54).
أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ وَتَقْطَعُونَ السَّبِيلَ وَتَأْتُونَ فِي نَادِيكُمُ الْمُنْكَرَ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَنْ قَالُوا ائْتِنَا بِعَذَابِ اللَّهِ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ
"Apakah Sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun? dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Datangkanlah kepada Kami azab Allah, jika kamu Termasuk orang-orang yang benar".(Q.S. Al'Ankabut:29).
Menyamun : Mufassir mengartikan taqtha 'uunas 'sabil yaitu melakukan perbuatan keji terhadap orang-orang yang dalam perjalanan, karena mereka sebagian besar melakukan liwath itu dengan tamu-tamu yang datang ke kampung mereka. ada lagi yang mengartikan dengan merusak jalan keturunan karena mereka berbuat h*m*s*xual tersebut.
Betapa kejinya mayoritas penduduk satu kota melakukan perbuatan terkutuk, bermaksiyat secara berjama'ah, begitulah jika kaum ahli maksiyat telah berkumpul sebagai mayoritas dan menjadi kuat, suliiit untuk dinasihati selain datangnya adzab yang menghinakan!...
kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul,
ketika saudara mereka, Luth, berkata kepada mereka: Mengapa kamu tidak bertakwa?
Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; Upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semeta alam.
Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia,
dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas!
Mereka menjawab: "Hai Luth, Sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu Termasuk orang-orang yang diusir"
Luth berkata: "Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu".
(Luth berdoa): "Ya Tuhanku selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan".
lalu Kami selamatkan ia beserta keluarganya semua,
kecuali seorang perempuan tua (isterinya), yang Termasuk dalam golongan yang tinggal.
kemudian Kami binasakan yang lain.
dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) Maka Amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.
sesunguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman.
dan Sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang
(Q.S. AsySyu'araa :160-175)
Lantas...masihkah akan dilalaikan dari peringatan Allah tersebut?..
Wallaahul muwaffiq... Semoga Allah segera melahirkan pemimpin-pemimpin yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, yang adil lagi berani dan mampu menegakkan alHaq!, bukan para pemimpin yang lembek dan lemah dalam kebenaran.
Hanya kepada Allah Ta'ala kita memohon dengan Asma-Nya yang baik dan Sifat-Nya yang Agung agar Dia menjadikan seluruh amal kita ikhlas demi mengharap Wajah-Nya, dan amal yang benar diatas sunnah Nabi-Nya Muhammad saw yang baginyalah seutama-utamanya sholawat dan sesempurna-sempurnanya salam.
_________________
Di sarikan dari kitab :
-الفاحشة عمل قوم لوط المؤلف: محمد بن إبراهيم بن أحمد الحمد , الناشر: دار ابن خزيمة, الطبعة: الأولى 1415هـ - 1994م
Tafsir Ibnu Katsir -
[2] أخرجه أحمد 1/309، والحاكم 4/365، وصححه ووافقه الذهبي، وصححه الشيخ أحمد شاكر في تعليقه على المسند 2817
معالم السنن3/ 332, الاستذكار 7/ 495 سبل السلام 2/ 419باب حكم اللواط -المكتبة الشاملة
[6] أخرجه أحمد 3/382، والترمذي برقم 1457، وقال: حسن غريب، وابن ماجه برقم 2563، والحاكم في مستدركه 4/357، وقال: صحيح الإسناد، ووافقه الذهبي، وأخرجه الدوري في ذم اللواط برقم 55، والآجري في تحريم اللواط برقيم 12، وصححه الألباني في صحيح الجامع رقم 1552


0 Comments
Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik