Hikmah
dalam Perayaan Idul Fitri
Alhamdulillaah,
Syukur kita kepada Allah Azza wa Jalla atas
limpahan karunia-Nya, betapa Allah menjamu orang-orang beriman dengan syari’at Shaum Ramadhan demi kebersihan dan kesucian mereka
yang puncaknya adalah menjadi manusia-manusia bertaqwa, dimana ketaqwaan mengantarkan manusia kepada surga-Nya yang penuh knikmatan, Allah Ta’ala berfirman :
“
Sesungguhnya
orang-orang bertaqwa itu berada dalam surga
dan mata air-mata air,” (Q.S. AdzDzariyat:5).
Dengan
demikian esensi shaum ramadhan diantaranya adalah sebagai salah
satu tolok
ukur manusia yang bertaqwa, yang akan
berbuah kenikmatan kekal abadi penuh
dengan Ridlo Ilahi. Dan ditutup
dengan Idul Fitri sebagai perayaan
yang tidak pernah disyari’atkan kepada ummat-ummat sebelumnya.
Allah swt
menetapkan syari'at Idul Fitri agar orang beriman melaksanakan kebahagiaan hari raya dengan berbagai
rangkaian ibadah, yakni sebagai bentuk
rasa syukurnya hamba-hamba
yang beriman kepada-Nya.
Sekaligus untuk meniadakan tasyabuh(penyerupaan) terhadap
orang-orang kafir dan musyrik dalam perayaan
hari raya mereka, sebab menyerupai
mereka tidaklah disukai oleh Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana Nabi saw pernah bersabda:
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ [1]
"Siapa
yang menyerupai satu kaum maka ia
adalah bagian dari mereka".
Sejatinya manusia
itu memang butuh sesuatu yang menggembirakan jiwanya, sehingga tanpa ada syari’at
pun tentu manusia akan mencari-cari bentuk perayaan terhadap sesuatu yang
mereka anggap sakral. Dan Allah swt memberikan karunia kepada kaum muslimin
dengan syari’at Idul Fitri yang berbeda secara nilai dan hakikatnya dengan
perayaan agama lain, penjelasan rinci sudah ana jelaskan di artikel Idul Fitri dan Idul Adha di tahun lalu silakan rujuk saja di sini. Dengan rangkaian sunnah-sunnahnya, Idul Fitri tak hanya
sebagai perayaan yang berifat ceremonial, melainkan justru sekaligus sebagai syi’ar
Islam dan amal shalih yang siapa melaksanakannya maka Allah berikan balasan
pahala di Sisi-Nya... Allaahu Akbar, Allaahu Akbar wa lilaahilhamd.
Sekaligus perayaan
Idul Fitri syarat akan hikmah yang menunjukan kepada manusia
akan kebesaran dan kelapangan syari’at Islam tersebut, Rasulullah saw pernah
bersabda :
لِتَعْلَمَ
يَهُودُ أَنَّ فِي دِينِنَا فُسْحَةً، إِنِّي أُرْسِلْتُ بِحَنِيفِيَّةٍ سَمْحَةٍ [2]
“ Supaya Yahudi tau bahwa sesungguhnya agama kita ini
lapang, sesungguhnya aku diutus membawa
agama yang lurus dan toleran”
Demikian hikmah
dalam perayaan Idul Fitri sejatinya menunjukan jati diri Islam yang penuh
dengan integritas ruhiyah agama yang lurus dan benar yang berada diatas ikatan
aqidah tauhid yang Allah swt telah mengagungkan perayaan tersebut. Maka mari berbahagia di hari raya Fitri disertai
memenuhi relung hati ini dengan kecintaan kepada-Nya, bertakbir dan tahmid ,
sebagai bentuk syukur dan pengagungan akan segala nikmat-Nya. Allaahu Akbar,
Allaahu Akbar wa lilaahilhamd.


0 Comments
Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik