Orang-orang Mukmin Ibarat Satu Tubuh
Penistaan, penindasan bahkan genosida terhadap kaum
Muslimin dan Mukminin kini semakin
terasa, terutama di beberapa belahan bumi yang muslimnya minoritas, dan beberapa waktu lalu kembali media memberitakan penindasan terhadap kaum muslim minoritas, yaitu muslim uighur.
![]() |
| Para
aktivis muslim di bandung menggelar Aksi Solidaritas Muslim Peduli
Muslim Uighur, yang bertempat di depan Halaman Gedung Sate Bandung,
tergabung didalamnya beberapa ormas Islam. |
Disisi lain yang juga cukup membuat miris, keseimbangan informasi, berita sosial, informasi kemanusiaan dan bantuan yang nyata untuk
kaum muslimin, sepertinya lebih banyak dari media online dan individu yang berjiwa sosial
tinggi, adapun media-media televisi sebagian tutup mata, mungkin
bagi mereka sangat tidak menarik
selain menampilkan hiburan.
Kenyataan yang pahit dan perih, pasti dirasakan
setiap muslim sejati ketika melihat
saudaranya seiman diperlakukan tidak adil, sebab orang-orang Muslim dan Mukmin itu
di ibaratkan laksana satu tubuh, yang apabila satu anggota
tubuh sakit, maka anggota tubuh
yang lain pun ikut merasakannya,
sebab orang-orang mukmin itu antara yang satu dengan yang lainnya adalah auliya’ ,
harus saling menopang saling menguatkan, dalam persaudaraan dan kasih sayang,
saling menolong dalam suka dan
duka. AlQuran sendiri menyatakan, Allah Ta’ala berfirman:
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ
بَعْضٍ
“dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,
sebagian mereka (adalah) Auliya’ bagi sebagian yang lain…”
(Q.S. Al-Taubah:71).
Imam
alQurtuby menjelaskan bahwa Firman-Nya : بَعْضُهُمْ أَوْلِياءُ بَعْضٍ (sebagian mereka Auliya’ bagi sebagian yang lain), yakni qalbu-qalbu mereka itu satu
dalam saling mengasihi, menyayangi dan saling bersimpati.
Sedangkan
orang-orang munafiq, sesungguhnya
qalbu-qalbu mereka itu saling berselisih.
Seolah-olah penjelasan alQurtuby tersebut menyindir sebagian yang mengaku muslim
namun tak peduli bahkan tak
sedikitpun dalam hatinya merasa simpati terhadap muslim yang lain, bahkan merasa biasa saja
melihat penderitaan saudaranya. Na’uudzubillaah..
Rasulullah saw pernah bersabda :
“Tidaklah seorang
dari kalian itu beriman, sehingga ia mencintai saudaranya
sebagaimana ia mencintai dirinya”. -alHadits-
Oleh sebab itu, Muslim
dengan Muslim yang lain itu bersaudara, apabila senang maka ikut senang dan
bila sedih ikut pula sedih, dalam kesempatan lain Nabi saw pun pernah bersabda
:
مَثَلُ الْمُؤمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ
وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ
الجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالحُمَّى [2]
“Perumpamaan
orang-orang mukmin dalam hal saling berbelas kasih, saling menyayangi dan
saling bersimpati dan berempati, seperti perumpamaan jasad/tubuh. Apabila ada
satu organ dari tubuh itu menderita sakit, maka seluruh tubuh ikut bereaksi dengan
terjaga (tidak bisa tidur) dan merasakan demam” (Alkaukabul wahhaaj
Syarah Shahih Muslim, juga syaikh AlBani menshahihkannya [lihat: Faidhul Qadir]).
Dengan demikian, kita sebagai muslim dan mukmin mesti cek
dan ricek keimanan, jika tak ada rasa kepedulian terhadap penderitaan saudara
kita, maka harus dikhawatirkan akan keimanan dalam diri kita...mari kita bantu
mereka dengan kemampuan apa saja, harta, tenaga bahkan jiwa. Jika itu belum
mampu... sertakan dalam setiap sholat do’a yang sungguh-sungguh untuk saudara
kita.
Salurkan Bantuan Anda
BSM 7777789777
BNI/BNI Syariah 66 00000 108
Atas nama Yayasan Aksi Cepat Tanggap
BNI/BNI Syariah 66 00000 108
Atas nama Yayasan Aksi Cepat Tanggap
Janganlah menjadi muslim
yang... mendo’akan pun tidak.
Wa Allaahulmuwaffiq.
[1] Lihat Almaktabah Syamilah : Fathul Bary Ibnu Rajab ta’liq
Musthafa alBugha :
[تعليق مصطفى البغا]13 (1/14) -[
ش أخرجه مسلم في الإيمان باب الدليل على أن من خصال الإيمان أن يحب لإخيه
... رقم 45(لا يؤمن أحدكم) الإيمان الكامل. (ما يحب لنفسه) من فعال الخير]
الكوكب الوهاج شرح صحيح مسلم 24/ 366

0 Comments
Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik