21.12.18

Orang-orang Mukmin  Ibarat Satu Tubuh      

  Penistaan, penindasan bahkan genosida terhadap kaum Muslimin dan Mukminin kini semakin terasa, terutama di beberapa belahan bumi yang muslimnya minoritas, dan beberapa waktu lalu kembali media memberitakan penindasan terhadap kaum muslim minoritas, yaitu muslim uighur.
Solidaritas Muslim Peduli Muslim Uighur
Para aktivis muslim di bandung menggelar Aksi Solidaritas Muslim Peduli Muslim Uighur, yang bertempat di depan Halaman Gedung Sate Bandung, tergabung didalamnya beberapa ormas Islam.

          Disisi lain yang juga cukup membuat miris, keseimbangan informasi, berita sosial, informasi kemanusiaan dan bantuan yang nyata untuk kaum muslimin, sepertinya lebih banyak dari media online dan individu yang berjiwa sosial tinggi, adapun media-media televisi sebagian tutup mata, mungkin bagi mereka sangat tidak menarik selain menampilkan hiburan.
            Kenyataan yang pahit dan perih, pasti dirasakan setiap muslim sejati ketika melihat saudaranya seiman diperlakukan tidak adil, sebab orang-orang Muslim dan Mukmin itu di ibaratkan laksana satu tubuh, yang apabila satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain pun ikut merasakannya, sebab orang-orang mukmin itu antara yang satu dengan yang lainnya adalah auliya’ , harus saling menopang saling menguatkan, dalam persaudaraan dan kasih sayang, saling menolong dalam suka dan duka. AlQuran sendiri menyatakan, Allah Ta’ala berfirman:
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ
dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) Auliyabagi sebagian yang lain…” (Q.S. Al-Taubah:71).
Imam alQurtuby menjelaskan bahwa Firman-Nya : بَعْضُهُمْ أَوْلِياءُ بَعْضٍ (sebagian mereka Auliyabagi sebagian yang lain), yakni qalbu-qalbu mereka itu satu dalam saling mengasihi, menyayangi dan saling bersimpati. Sedangkan orang-orang munafiq, sesungguhnya qalbu-qalbu mereka itu saling berselisih.
            Seolah-olah penjelasan alQurtuby tersebut menyindir sebagian yang mengaku muslim namun tak peduli bahkan tak sedikitpun dalam hatinya merasa simpati terhadap muslim yang lain, bahkan merasa biasa saja melihat penderitaan saudaranya. Na’uudzubillaah..
            Rasulullah saw pernah bersabda :
لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ، حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِه  [1]  
Tidaklah seorang dari kalian itu beriman, sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya. -alHadits-
Oleh sebab itu, Muslim dengan Muslim yang lain itu bersaudara, apabila senang maka ikut senang dan bila sedih ikut pula sedih, dalam kesempatan lain Nabi saw pun pernah bersabda :
مَثَلُ الْمُؤمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالحُمَّى [2]
“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling berbelas kasih, saling menyayangi dan saling bersimpati dan berempati, seperti perumpamaan jasad/tubuh. Apabila ada satu organ dari tubuh itu menderita sakit, maka seluruh tubuh ikut bereaksi dengan terjaga (tidak bisa tidur) dan merasakan demam” (Alkaukabul wahhaaj Syarah Shahih Muslim, juga syaikh AlBani menshahihkannya [lihat: Faidhul Qadir]).  
            Dengan demikian, kita sebagai muslim dan mukmin mesti cek dan ricek keimanan, jika tak ada rasa kepedulian terhadap penderitaan saudara kita, maka harus dikhawatirkan akan keimanan dalam diri kita...mari kita bantu mereka dengan kemampuan apa saja, harta, tenaga bahkan jiwa. Jika itu belum mampu... sertakan dalam setiap sholat do’a yang sungguh-sungguh untuk saudara kita. 


 Salurkan Bantuan Anda
BSM 7777789777
BNI/BNI Syariah 66 00000 108
Atas nama Yayasan Aksi Cepat Tanggap


Janganlah menjadi muslim yang... mendo’akan  pun tidak. 
Wa Allaahulmuwaffiq.

[1]  Lihat Almaktabah Syamilah : Fathul Bary Ibnu Rajab ta’liq Musthafa alBugha :
[تعليق مصطفى البغا]13 (1/14) -[  ش أخرجه مسلم في الإيمان باب الدليل على أن من خصال الإيمان أن يحب لإخيه ... رقم 45(لا يؤمن أحدكم) الإيمان الكامل. (ما يحب لنفسه) من فعال الخير]
[2]  Lihat :
الكوكب الوهاج شرح صحيح مسلم 24/ 366

0 Comments

Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik