Ibadah
Sholat merupakan bagian dari amaliyah yang paling agung dari rukun-rukun agama
Islam, dan khusyu didalamnya termasuk kepada tuntutan syari’at. Namun demikian,
musuh orang-orang beriman yaitu Iblis tidak akan pernah berhenti untuk melakukan
tipu daya agar manusia tergelincir dari syari’at yang Allah tetapkan,
sebagaimana ia telah berjanji akan meyesatkan Bani Adam dan melakukan berbagai
fitnah kepada mereka, sebagaimana AlQuran menjelaskan, FirmanNya:
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ
لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ
"iblis berkata: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat,
saya benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus "
ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ
وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ
شَاكِرِينَ
"kemudian aku
akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari
kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)".
(Q.S. al A’raaf:16-17).
Dan
diantaranya mereka akan melakukan tipu daya untuk memalingkan Bani Adam dari
sholat dan khusyu’ didalamnya, yaitu dengan cara menanamkan sifat waswas,
supaya hilang nikmat dan lezatnya beribadah kepada Allah hingga hilangnya
pahala dan ganjaran. Dan syaitan menginginkan supaya seorang hamba tidak
mendirikan sholat supaya dia menjadi bagian dari penghuni neraka. Dan kalaupun
seorang hamba melaksanakannya maka syaitan akan berusaha memalingkannya dari
khusyu’ didalam sholatnya, syaitan akan menghalang-halangi seorang hamba antara
dia dan sholatnya dengan membisikan (يوسوس) kepadanya agar dia sibuk
dari sholatnya hingga ia membatalkannya atau menguranginya. Terdapat kaitannya
mengenai hal ini dalam salah satu hadits, yaitu :
18894 - حَدَّثَنَا صَفْوَانُ بْنُ عِيسَى أَخْبَرَنَا ابْنُ عَجْلَانَ
عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْحَكَمِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ
عَنَمَةَ قَالَ رَأَيْتُ عَمَّارَ بْنَ يَاسِرٍ دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَصَلَّى
فَأَخَفَّ الصَّلَاةَ قَالَ فَلَمَّا خَرَجَ قُمْتُ إِلَيْهِ فَقُلْتُ يَا أَبَا
الْيَقْظَانِ لَقَدْ خَفَّفْتَ قَالَ فَهَلْ رَأَيْتَنِي انْتَقَصْتُ مِنْ
حُدُودِهَا شَيْئًا قُلْتُ لَا قَالَ فَإِنِّي بَادَرْتُ بِهَا سَهْوَةَ
الشَّيْطَانِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ
:إِنَّ الْعَبْدَ لَيُصَلِّي الصَّلَاةَ مَا يُكْتَبُ لَهُ مِنْهَا إِلَّا
عُشْرُهَا تُسْعُهَا ثُمُنُهَا سُبُعُهَا سُدُسُهَا خُمُسُهَا رُبُعُهَا ثُلُثُهَا
نِصْفُهَا [1]
Telah
menceritakan kepada kami Shafwan bin ‘Isa telah mengabarkan kepada kami Ibnu ‘Ajlan
dari Sa'id Al Maqburi dari ‘Umar bin Al Hakam dari ‘Abdullah bin ‘Anamah ia
berkata: saya melihat ‘Ammar bin Yasir masuk masjid dan shalat lalu ia
meringankannya. Ketika ia keluar, saya pun beranjak menemuinya dan berkata,
"Wahai Abul Yaqzhan, sungguh, Anda telah meringankan shalat." ‘Ammar
berkata, "Apakah kamu melihatku mengurangi sedikit pun dari
batasan-batasannya?" saya menjawab, "Tidak." Ammar berkata,
"Sesungguhnya saya berusaha mendahului gangguan syetan. Saya mendengar
Rasulullah saw bersabda:"Sesungguhnya
seorang hamba benar-benar menunaikan shalat, namun tidaklah ditulis pahalanya
kecuali sepersepuluhnya,sepersembilannya,seperdelapannya, sepertujuhnya, seperenamnya,
seperlimanya, seperempatnya, sepertiganya, atausetengahnya." (H.R.Ahmad).
Kemudian
dengan اَلوَسوَسَةُ
(bisikan) tersebut syaitan akan berusaha mengalihkan perhatian seorang hamba
diantara sholat dan qira'atnya (bacaan sholatnya) hingga ia kacau dari
sholatnya. Maka jika terjadi sesuatu yang demikian, hendaklah seorang hamba
berlindung kepada Allah Ta'ala.
Sebagaimana
terdapat dalam hadits :
عن عُثْمَانَ بْنِ أَبِي الْعَاصِ أنه أَتَى النَّبِيَّ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَال: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ
الشَّيْطَانَ قَدْ حَالَ بَيْنِي وَبَيْنَ صَلَاتِي وَقِرَاءَتِي يَلْبِسُهَا
عَلَيَّ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاكَ
شَيْطَانٌ يُقَالُ لَهُ خِنْزَبٌ فَإِذَا أَحْسَسْتَهُ فَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ
مِنْهُ وَاتْفِلْ عَلَى يَسَارِكَ ثَلَاثًا قَالَ فَفَعَلْتُ ذَلِكَ فَأَذْهَبَهُ
اللَّهُ عَنِّي .[2]
Dari
’Utsman bin Abil’Ash, sesungguhya ia datang kepada Nabi saw, kemudian ia
berkata : "Ya Rasulallah, sesungguhnya syaitan mengganggu aku diantara
sholatku dan bacaanku, sehingga bacaanku menjadi kacau karenanya", kemudian
Rasulullah saw bersabda : " Demikian itulah syaitan, dia yang disebut Khinzab [3].
Maka apabila engkau merasakan gangguan tersebut, segeralah berlindung kepada
Allah darinya dan meludahlah kesebelah kirimu tiga kali". ’Utsman berkata
: " Kemudian setelah aku lakukan itu, maka Allah menghilangkan gangguan
tersebut dari ku". (H.R Muslim).
Khinzab
(خِنْزَبٌ) menurut bahasa artinya
: الجَرَي عَلَى الفُجُورِ (yang suka berbuat maksiyat). Dan
makna اتْفِلْ
عَلَى يَسَارِكَ (meludahlah kesebelah kiri), yaitu :
إِشَارَةٌ إِلَى كَرَاهَةِ الوَسوَسَةِ وَالتَّنَفُّرِ
عَنهَا
(Berisyarat
untuk menunjukan kebencian waswas dan penolakan terhadapnya).
Kemudian
setelahnya ’Utsman melakukan hal tersebut, yakni ta’awwudz billah dan
berisyarat, maka Allah menghilangkan gangguan tersebut, yaitu waswas.[4]
Terdapat
pula keterangan dalam hadits riwayat Turmudzi :
397
- حَدَّثَنَا
قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ
أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْتِي أَحَدَكُمْ فِي صَلَاتِهِ فَيَلْبِسُ
عَلَيْهِ حَتَّى لَا يَدْرِيَ كَمْ صَلَّى فَإِذَا وَجَدَ ذَلِكَ أَحَدُكُمْ
فَلْيَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ
صَحِيحٌ.قال الشيخ الألباني :
صحيح [5]
Telah
menceritakan kepada kami Qutaibah berkata; telah menceritakan kepada kami Al
Laits dari Ibnu Syihab dari Abu Salamah dari Abu Hurairah ia berkata;
"Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya syaitan datang pada salah
seorang dari kalian ketika shalat, lalu mengacaukannya hingga ia tidak tahu
berapa rakaat ia telah shalat. Maka jika salah seorang dari kalian mendapati
yang seperti itu hendaklah ia sujud dua kali sedang ia dalam keadaan duduk."
Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih". Syaikh Albani
berkata : Shahih.
Demikianlah sahabat, syaitan memang gak akan
pernah membiarkan seorang beriman lulus dengan sempurna dalam pelaksanaan sholatnya. Maka untuk menambah nilai pahala sholat
wajib yang kurang akibat gangguan syaitan ketika sholat, hendaklah kita menambahnya dengan melaksanakan sholat-sholat sunnat sebagaimana yang telah disyari’atkan Rasulullah saw. Semoga kita digolongkan kepada hamba-hamba-Nya yang diberi karunia nikmat sholat khusyu’.
[3] . Terdapat dua penyebutan : ada yang mengatakan Khanzab
dan ada yang mengatakan Khinzab. Ada pula yang menyebutkan Khunzab, namun
gharib. {Lihat : المكتبة الشاملة ( الأحاديث الواردة في الصحيحين في الجن
والشياطين (ص: 104)}

0 Comments
Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik