8.12.18

Gangguan Syaitan
        Ibadah Sholat merupakan bagian dari amaliyah yang paling agung dari rukun-rukun agama Islam, dan khusyu didalamnya termasuk kepada tuntutan syari’at. Namun demikian, musuh orang-orang beriman yaitu Iblis tidak akan pernah berhenti untuk melakukan tipu daya agar manusia tergelincir dari syari’at yang Allah tetapkan, sebagaimana ia telah berjanji akan meyesatkan Bani Adam dan melakukan berbagai fitnah kepada mereka, sebagaimana AlQuran menjelaskan, FirmanNya:
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ
"iblis berkata: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus "
ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ
"kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)". (Q.S. al A’raaf:16-17).
                Dan diantaranya mereka akan melakukan tipu daya untuk memalingkan Bani Adam dari sholat dan khusyu’ didalamnya, yaitu dengan cara menanamkan sifat waswas, supaya hilang nikmat dan lezatnya beribadah kepada Allah hingga hilangnya pahala dan ganjaran. Dan syaitan menginginkan supaya seorang hamba tidak mendirikan sholat supaya dia menjadi bagian dari penghuni neraka. Dan kalaupun seorang hamba melaksanakannya maka syaitan akan berusaha memalingkannya dari khusyu’ didalam sholatnya, syaitan akan menghalang-halangi seorang hamba antara dia dan sholatnya dengan membisikan (يوسوس) kepadanya agar dia sibuk dari sholatnya hingga ia membatalkannya atau menguranginya. Terdapat kaitannya mengenai hal ini dalam salah satu hadits, yaitu :
18894 - حَدَّثَنَا صَفْوَانُ بْنُ عِيسَى أَخْبَرَنَا ابْنُ عَجْلَانَ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ عُمَرَ بْنِ الْحَكَمِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَنَمَةَ قَالَ رَأَيْتُ عَمَّارَ بْنَ يَاسِرٍ دَخَلَ الْمَسْجِدَ فَصَلَّى فَأَخَفَّ الصَّلَاةَ قَالَ فَلَمَّا خَرَجَ قُمْتُ إِلَيْهِ فَقُلْتُ يَا أَبَا الْيَقْظَانِ لَقَدْ خَفَّفْتَ قَالَ فَهَلْ رَأَيْتَنِي انْتَقَصْتُ مِنْ حُدُودِهَا شَيْئًا قُلْتُ لَا قَالَ فَإِنِّي بَادَرْتُ بِهَا سَهْوَةَ الشَّيْطَانِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ :إِنَّ الْعَبْدَ لَيُصَلِّي الصَّلَاةَ مَا يُكْتَبُ لَهُ مِنْهَا إِلَّا عُشْرُهَا تُسْعُهَا ثُمُنُهَا سُبُعُهَا سُدُسُهَا خُمُسُهَا رُبُعُهَا ثُلُثُهَا نِصْفُهَا  [1]
Telah menceritakan kepada kami Shafwan bin ‘Isa telah mengabarkan kepada kami Ibnu ‘Ajlan dari Sa'id Al Maqburi dari ‘Umar bin Al Hakam dari ‘Abdullah bin ‘Anamah ia berkata: saya melihat ‘Ammar bin Yasir masuk masjid dan shalat lalu ia meringankannya. Ketika ia keluar, saya pun beranjak menemuinya dan berkata, "Wahai Abul Yaqzhan, sungguh, Anda telah meringankan shalat." ‘Ammar berkata, "Apakah kamu melihatku mengurangi sedikit pun dari batasan-batasannya?" saya menjawab, "Tidak." Ammar berkata, "Sesungguhnya saya berusaha mendahului gangguan syetan. Saya mendengar Rasulullah saw bersabda:"Sesungguhnya seorang hamba benar-benar menunaikan shalat, namun tidaklah ditulis pahalanya kecuali sepersepuluhnya,sepersembilannya,seperdelapannya, sepertujuhnya, seperenamnya, seperlimanya, seperempatnya, sepertiganya, atausetengahnya." (H.R.Ahmad).
Kemudian dengan اَلوَسوَسَةُ (bisikan) tersebut syaitan akan berusaha mengalihkan perhatian seorang hamba diantara sholat dan qira'atnya (bacaan sholatnya) hingga ia kacau dari sholatnya. Maka jika terjadi sesuatu yang demikian, hendaklah seorang hamba berlindung kepada Allah Ta'ala.  
Sebagaimana terdapat dalam hadits :
عن عُثْمَانَ بْنِ أَبِي الْعَاصِ أنه أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَال: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ حَالَ بَيْنِي وَبَيْنَ صَلَاتِي وَقِرَاءَتِي يَلْبِسُهَا عَلَيَّ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاكَ شَيْطَانٌ يُقَالُ لَهُ خِنْزَبٌ فَإِذَا أَحْسَسْتَهُ فَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْهُ وَاتْفِلْ عَلَى يَسَارِكَ ثَلَاثًا قَالَ فَفَعَلْتُ ذَلِكَ فَأَذْهَبَهُ اللَّهُ عَنِّي .[2]
Dari ’Utsman bin Abil’Ash, sesungguhya ia datang kepada Nabi saw, kemudian ia berkata : "Ya Rasulallah, sesungguhnya syaitan mengganggu aku diantara sholatku dan bacaanku, sehingga bacaanku menjadi kacau karenanya", kemudian Rasulullah saw bersabda : " Demikian itulah syaitan, dia yang disebut Khinzab [3]. Maka apabila engkau merasakan gangguan tersebut, segeralah berlindung kepada Allah darinya dan meludahlah kesebelah kirimu tiga kali". ’Utsman berkata : " Kemudian setelah aku lakukan itu, maka Allah menghilangkan gangguan tersebut dari ku". (H.R Muslim).
Khinzab (خِنْزَبٌ) menurut bahasa artinya : الجَرَي عَلَى الفُجُورِ (yang suka berbuat maksiyat).  Dan makna اتْفِلْ عَلَى يَسَارِكَ (meludahlah kesebelah kiri), yaitu :
 إِشَارَةٌ إِلَى كَرَاهَةِ الوَسوَسَةِ وَالتَّنَفُّرِ عَنهَا
(Berisyarat untuk menunjukan kebencian waswas dan penolakan terhadapnya).
Kemudian setelahnya ’Utsman melakukan hal tersebut, yakni ta’awwudz billah dan berisyarat, maka Allah menghilangkan gangguan tersebut, yaitu waswas.[4]
            Terdapat pula keterangan dalam hadits riwayat Turmudzi :
397 - حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْتِي أَحَدَكُمْ فِي صَلَاتِهِ فَيَلْبِسُ عَلَيْهِ حَتَّى لَا يَدْرِيَ كَمْ صَلَّى فَإِذَا وَجَدَ ذَلِكَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.قال الشيخ الألباني : صحيح  [5]
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah berkata; telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Ibnu Syihab dari Abu Salamah dari Abu Hurairah ia berkata; "Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya syaitan datang pada salah seorang dari kalian ketika shalat, lalu mengacaukannya hingga ia tidak tahu berapa rakaat ia telah shalat. Maka jika salah seorang dari kalian mendapati yang seperti itu hendaklah ia sujud dua kali sedang ia dalam keadaan duduk." Abu Isa berkata; "Hadits ini derajatnya hasan shahih". Syaikh Albani berkata : Shahih.
            Demikianlah sahabat, syaitan memang gak akan pernah membiarkan seorang beriman lulus dengan sempurna dalam pelaksanaan sholatnya. Maka untuk menambah nilai pahala sholat wajib yang kurang akibat gangguan syaitan ketika sholat, hendaklah kita menambahnya dengan melaksanakan sholat-sholat sunnat sebagaimana yang telah disyari’atkan Rasulullah saw. Semoga kita digolongkan kepada hamba-hamba-Nya yang diberi karunia nikmat sholat khusyu’.


[1] . (مسند أحمد - ج 31 / ص 189- المكتبة الشاملة)
[2] . المكتبة الشاملة - ( صحيح مسلم (7/ 20
[3] . Terdapat dua penyebutan : ada yang mengatakan Khanzab dan ada yang mengatakan Khinzab. Ada pula yang menyebutkan Khunzab, namun gharib. {Lihat : المكتبة الشاملة ( الأحاديث الواردة في الصحيحين في الجن والشياطين (ص: 104)}
[4]  .Lihat : المكتبة الشاملة - ( مرعاة المفاتيح شرح مشكاة المصابيح (1/ 156
[5]  . المكتبة الشاملة - ( سنن الترمذي - (ج 2 / ص 244

0 Comments

Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik