7.5.21

Keteladanan bagi para muslimah

Keteladanan Untuk Para Wanita Islam

dalam Q.S. Al Ahzab: 31-34
Oleh : Den Herians
          Allah swt telah menjadikan isteri-isteri Nabi saw sebagai tauladan bagi para wanita muslimah, dengan demikian para wanita tidaklah perlu meniru-niru gaya dan kebiasaan kaum jahiliyah, cukuplah dari mereka Ummahatul Mu'miniin yang Allah jadikan sebagai teladan agar para wanita terjaga kehormatannya di dunia dan akhirat.
Allah Ta'ala berfirman :
 وَمَنْ يَقْنُتْ مِنْكُنَّ لِلَّهِ وَرَسُولِهِ وَتَعْمَلْ صَالِحًا نُؤْتِهَا أَجْرَهَا مَرَّتَيْنِ وَأَعْتَدْنَا لَهَا رِزْقًا كَرِيمًا  يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَى فِي بُيُوتِكُنَّ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا
" dan barang siapa diantara kamu sekalian (isteri-isteri Nabi) tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal yang saleh, pasti Kami memberikan kepadanya pahala dua kali lipat dan Kami sediakan baginya rezki yang mulia".
" Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah Perkataan yang baik",
"dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu Hai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya".
" dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan Hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha lembut lagi Maha mengetahui".
          Pada ayat diatas, Allah swt menyebutkan bahwa sesungguhnya siapa saja diantara isteri-isteri Nabi saw yang ta'at kepada Allah dan rasul-Nya serta beramal shalih, sungguh Allah swt akan memberikan pahala dua kali lipat, yang pertama pahala atas keta'atan dan yang kedua pahala atas kesungguhan mereka menuntut keridloan Nabi saw disebabkan mereka senang dan baik dalam bergaul dengan beliau  saw.
          Lafazh Qunut diatas bermakna  الطَّاعَةُ, yaitu ta'at dan tetap tinggal di rumah dengan tenang dan beribadah dengan khusyu' penuh keikhlasan, menetapkan niyat yang benar dalam hati, karena sungguh mereka dekat dengan rasulullah saw dan Allah memulyakan mereka dengan membuat mereka hidup untuk menemani rasulullah, dan mereka dikaruniai kenikmatan dengan cahaya wahyu.
          Allah swt mendidik para isteri rasulullah saw untuk menjadi wanita yang terjaga dan penuh kehormatan, terlebih lagi mereka berada di pusat pemerintahan dan pusat pembinaan di rumah yang akan melahirkan generasi pemimpin yang hebat dan beriman, mereka juga sebagai ummahatul mu'minin, mereka memiliki banyak berita mengenai nabi saw yang dibutuhkan oleh semua orang untuk mengenal prilaku nabi saw yang mana beliau saw adalah qudwah (teladan) yang baik bagi kaum muslimin. Dan ini menjadi contoh yang wajib diteladani bagi semua wanita beriman hingga akhir zaman supaya mengikuti jejak mereka dalam menta'ati Allah dan Rasul-Nya.
          Dari ayat-ayat diatas tentu banyak penjelasan dan faidah yang dapat diambil, dan berikut diantara sebagian penjelasan dan tafsir yang dinukil dari tafsir Almuniir :
  1. مُضَاعَفَةُ الثَّوَابِ
Dilipat gandakannya pahala : Yaitu bagi siapa saja isteri-isteri rasul saw yang menta'ati Allah dan rasul-Nya, tunduk patuh anggota tubuhnya dalam beribadah penuh kekhusyu'an, memenuhi perintah Rabbnya dan mengerjakan amal-amal yang shalih. Allah swt melipat gandakan pahala kepada mereka dengan menjadikan mereka keluarga nabi, Allah swt pun merinci kepada mereka tambahan nikmat berupa rizqi yang mulia di akhirat dan surga, tiada cela dan tiada kekurangan didalamnya, tiada kelemahan dan kesedihan sebagaimana terjadi di dunia.
  1. اِمتِيَازُهُنَّ عَلَى سَائِرِ النِّسَاءِ
Keistimewaan isteri-isteri nabi dari kebanyakan wanita. Allah swt menjelaskan :
"Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain",
Yaitu tidak serupa dengan mayoritas wanita dalam keutamaan, kedudukan, kehormatan dan kemuliaannya. Karena mereka (isteri-isteri nabi) merupakan ibu dari seluruh kaum mu'minin  dan isteri-isteri terbaik rasul. AlQuran turun dirumah-rumah mereka. Oleh karena itu mereka menjadi tauladan bagi seluruh wanita.
  1. النَّهيُ عَن لَيِّنِ الكَلَامِ
Larangan dari berbicara lunak, lemah lembut yang menyebabkan munculnya syahwat.
Allah swt memberi batasan dalam bercakap dengan lawan jenis:
"jika kamu bertaqwa, Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah Perkataan yang baik"
Yaitu jika mereka berkeinginan menjadi orang yang bertakwa dan ingin berhati-hati supaya terjaga dari menyelisihi hukum Allah dan mendapatkan ridlo rasulullah saw, maka janganlah lunak dalam berbicara, jangan membagus-baguskan dan mengindahkan ucapan ketika berbicara dengan laki-laki lain. Hendaklah berbicara dengan tegas, terjaga, dan tidak lemah lembut, sehingga tidak berharap dan berkeinginan untuk berkhianat orang yang didalam hatinya memiliki kecondongan kepada keraguan, kefasikan dan perbuatan dosa, hendaklah berkata yang ma'ruf  dengan tidak memerdukan suaranya, yang jauh dari riibah (penuh keraguan), hendaklah membedakan gaya bicara dengan ketika berbicara sama suami.
Perlu diperhatikan! larangan ini tidak berarti bahwa isteri-isteri nabi saw berada didalam keadaan yang buruk sehingga memerlukan pelarangan dan pencegahan, larangan ini hanyalah bermaksud untuk memberi tahu bahwa mereka itu memikul panggilan yang paling utama dan memiliki watak yang mulia, maka manakala mereka itu dilarang dari perbuatan fahisyah yaitu perbuatan yang tercela, mereka dilarang dari membuka diri yaitu berbicara dengan laki-laki dengan wajah yang penuh keraguan dan keinginan serta menimbulkan salah faham terhadap orang yang mempunyai penyakit hati yang condong kepada perbuatan fujuur, fusuuq dan nifaaq.
Dan ini sebagai panduan bahwa wanita-wanita  masa sekarang ini pun hendaklah mengikuti contoh isteri-isteri nabi saw dalam adab-adab, tingkah laku dan moral yang Allah swt telah memerintahkannya demikian itu.
Sebagai kesimpulan, maka janganlah seorang wanita berbicara dengan lemah lembut kepada laki-laki sebagaimana berbicara kepada suaminya.
  1. Allah swt memerintahkan wanita untuk tetap dirumah dan melarang dari tabarruj (berlebih-lebihan dalam berhias), Allah Ta'ala berfirman:
"Hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah  dahulu" 
Yaitu janganlah meniru perbuatan jahiliyah seperti nenek moyang mereka dahulu (berpakaian tapi tidak menutup aurat), dan janganlah keluar rumah tanpa ada kepentingan yang benar.
Imam Tirmidzi dan Albazar telah meriwayatkan hadits yang bersumber dari Ibnu Mas'ud r.a dari Nabi saw, beliau bersabda :
إِنَّ الْمَرأَةَ عَورَةٌ، فَإِذَا خَرَجَت اِستَشرَفَهَا الشَّيطَانُ
"Wanita itu adalah aurat. Jika dia keluar maka setan akan memperindahnya (di mata laki-laki)."
Maka wanita itu lebih baik diam di rumah kalau memang tidak ada kepentingan yang benar.
Menurut Dr. Wahbah Zuhaili adapun keluarnya seorang perempuan untuk ke masjid diperbolehkan bagi yang sudah tua bukan untuk yang masih muda.
Terdapat pula dalam hadits yang diriwayatkan Abu Dawud lebih menjelaskan bolehnya wanita keluar rumah untuk pergi ke masjid dengan batasan tertentu, yaitu Nabi saw bersabda:
لَا تَمْنَعُوا إِمَاءَ اللَّهِ مَسَاجِدَ اللَّهِ وَلَكِنْ لِيَخْرُجْنَ وَهُنَّ تَفِلَاتٌ
"Janganlah kalian menghalangi kaum wanita itu pergi ke masjid-masjid Allah, akan tetapi hendaklah mereka itu pergi tanpa memakai wangi-wangian."
Dan janganlah tabarruj (berhias) sebagaimana berhiasnya orang-orang jahiliyah pada masa sebelum islam. Adapun tabarruj yaitu :
إِبدَاءُ الزِّينَةِ وَالْمَحَاسِنِ لِلرِّجَالِ كَالصَّدرِ وَالنَّحرِ، بِأَن تُلقِيَ الْمَرأَةُ الخِمَارَ عَلَى رَأسِهَا وَلَا تَشُدُّهُ، فَتَظهَرُ عُنُقُهَا وَقُرطُهَا وَقِلَائِدُهَا.
Menampakan perhiasan dan menebar pesona (bersolek berlebihan) kepada laki-laki seperti menampakan dada dan leher, dengan cara seorang perempuan itu melepaskan kerudungnya dari kepalanya dan tidak menutupinya dengan benar, maka nampaklah lehernya juga anting-antingnya dan kalungnya.
5.     مُدَاوَمَةُ الطَّاعَةِ للهِ وَرَسُولِهِ
Senantiasa menta'ati Allah dan Rasul-Nya, Allah Ta'ala berfirman :
"dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta'atilah Allah dan Rasul-Nya".
Yaitu melaksanakannya sesuai dengan tuntutan syari'at disertai kekhusyu' an dan menyempurnakan rukun dan syaratnya,  menunaikan zakat yaitu yang wajib menurut syari'at  dan bernilai kebaikan untuk manusia, serta menta'ati Allah  dan Rasul saw pada setiap perintah dan larangan.
Allah swt mengkhususkan sholat dan zakat karena keduanya teramat sangat penting dan memiliki dampak yang besar, pertama menyucikan jiwa dan sebagai tiang agama, yang kedua menyucikan harta dan sebagai jalan untuk memerangi kefakiran, keduanya ini menjadi tonggak sebagai bentuk keta'atan badaniyah dan maliyah.
6.     تَحقِيقُ السُّمعَةِ العَالِيَةِ  
Pencapaian kedudukan yang tinggi, Allah berfirman :
"Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya"
Yakni demikian itu yang berupa larangan-larangan, perintah-perintah dan nasihat-nasihat tersebut hanyalah demi untuk menghilangkan dosa-dosa mereka, untuk menyucikan mereka dari kotornya kemaksiyatan dan kesalahan serta menguatkan hati mereka dengan cahaya keimanan.
Adapun Ahlul Bait yaitu setiap orang yang tinggal bersama rasulullah saw diantaranya isteri-isteri beliau dan kerabat (keluarga terdekat) beliau. Adapun arahan-arahan perintah dan nasihat-nasihat ditujukan kepada mereka karena mereka merupakan qudwah (teladan) ummat.
7.     الأَمرُ بِتَعلِيمِ القُرآنِ وَالسُّنَّةِ وَالتَّذكِيرِ بِالنِّعَمِ
Perintah untuk mempelajari alQuran dan sunnah serta mengingat atas segala nikmat Allah.
Sebagaimana Allah berfirman:
"dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan Hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha lembut lagi Maha mengetahui".
Yakni supaya mengingat atas segala nikmat Allah yang telah menurunkan wahyu di rumah-rumah mereka, dan janganlah melupakan apa yang dibacakan didalamnya diantara ayat-ayat Allah sebagai bacaannya dan apa yang diturunkan kepada Rasulullah saw berupa alhikmah (hadits) yang tinggi dan penuh makna serta ilmu-ilmu syari'at Islam. Maka hendaklah mengamalkannya dan mempelajarinya, sesungguhnya Allah itu Maha lembut lagi Maha Mengetahui manakala Dia mengajarkan apa yang memberi manfa'at dan memberi kebaikan dalam addiinul Islam.
Dan Allah telah memilih mereka sebagai isteri-isteri Rasulullah saw, dan Dia Maha Lembut perbuatan-Nya yang meliputi segala sesuatu.
Ini merupakan anjuran untuk senantiasa ta'at dan komitmen (istiqomah) dalam melaksanakan tugas syari'at, dan menjauhkan diri dari pelanggaran-pelanggaran, perselisihan dan kemaksiyatan. 

          Demikianlah penjelasan ringkas di nukil dari tafsir alMuniir Dr. Wahbah Zuhaili, sekiranya wanita-wanita muslimah mencontoh dan mengikuti tauladan Ummahatul Mu'miniin tersebut, tentu akan lahir generasi-generasi Islam terbaik.
Sebagai catatan yang cukup penting pula adalah, ayat diatas pun sebagai dalil yang menjelaskan bahwa sesungguhnya isteri-isteri nabi saw adalah termasuk Ahlu Bait Nabi.
Wallaahu a'lam.

0 Comments

Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik