Lima Jenis Thaghut Menurut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ
"Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), 'Sembahlah Allah, dan jauhilah thaghut.' Maka di antara mereka ada yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah di bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)." (QS. An-Nahl: 36)
وَالطَّاغُوْتُ عَامٌ فِى كُلِّ مَا عُبِّدَ مِنْ دُوْنِ اللهِ وَرُضِيَ بِالْعِبَادَةِ مِنْ مَتْبُوْعٍ أَوْ مُطَاعٍ فِى غَيْرِ طَاعَةِ اللهِ وَ رَسُوْلِهِ فَهُوَ طَاغُوْتٌ. وَالطَّوَاغِيْتُ كَثِيْرَةُ وَرُؤُوْسُهُمْ خَمْسَةٌ
Pengertian thaghut bersifat umum mencakup setiap apa saja yang disembah selain Allah, yang ridha disembah, serta pihak yang diikuti atau ditaati dalam selain ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, maka itulah thaghut. Adapun thaghut-thaghut itu sangat banyak, dan pokok-pokoknya ada lima:
أَلأَوَّلُ : أَلشَّيْطَانُ الدَّاعِى إِلَى عِبَادَةِ غَيْرِ اللهِ . وَالدَّلِيْلُ قَوْلُهُ تَعَالَى:أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَابَنِي آدَمَ أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
1. Setan yang Mengajak Beribadah kepada Selain Allah
Sebagai dalilnya, firman Allah Ta'ala: "Tidakkah Aku telah memerintahkan kepada kamu, hai anak-anak Adam, supaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu." (QS. Yasin: 60)
أَلثَّانِى : أَلْحَاكِمُ الْجَائِرُ الْمُغَيِّرُ لأَحْكَامِ اللهِ. وَالدَّلِيْلُ قَوْلُهُ تَعَالَى :أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا
2. Hakim yang Zhalim dan Mengubah Hukum-Hukum Allah
Sebagaimana firman Allah: "Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelummu? Tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepada thaghut, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari thaghut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka dengan kesesatan yang sejauh-jauhnya." (QS. An-Nisa: 60)
أَلثَّالِثُ : أَلَّذِى يَحْكُمُ بِغَيْرِ مَا أَنْزَلَ اللهُ . وَالدَّلِيْلُ قَوْلُهُ تَعَالَى :إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا لِلَّذِينَ هَادُوا وَالرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ وَكَانُوا عَلَيْهِ شُهَدَاءَ فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ
3. Orang yang Menghukumi Bukan dengan Hukum yang Diturunkan Allah
Sebagaimana firman Allah: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat, di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang murah. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itulah orang-orang yang kafir." (QS. Al-Ma'idah: 44)
أَلرَّابِعُ : أَلَّذِى يَدَّعِى عِلْمَ الْغَيْبِ مِنْ دُوْنِ اللهِ. وَالدّلِيْلُ قَوْلُهُ تَعَالَى:قُلْ إِنْ أَدْرِي أَقَرِيبٌ مَا تُوعَدُونَ أَمْ يَجْعَلُ لَهُ رَبِّي أَمَدًا عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا
4. Orang yang Mengaku Mengetahui Perkara Ghaib Selain Allah
Sebagaimana firman Allah: "Katakanlah (Muhammad), 'Aku tidak mengetahui, apakah ancaman kepadamu itu sudah dekat, ataukah Tuhanku menetapkan waktu yang lama bagi (azab) itu.' (Dia adalah) Tuhan Yang Mengetahui yang ghaib, dan Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang ghaib itu." (QS. Al-Jin: 26-27)
أَلْخَامِسُ : أَلَّذِى يَعْبُدُ مِنْ دُوْنِ اللهِ وَهُوَ رَاضٍ بِالْعِبَادَةِ. وَالدَّلِيْلُ قَوْلُهُ تَعَالَى :وَمَنْ يَقُلْ مِنْهُمْ إِنِّي إِلَهٌ مِنْ دُونِهِ فَذَلِكَ نَجْزِيهِ جَهَنَّمَ كَذَلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ
5. Orang yang Disembah Selain Allah dan Ia Ridha dengan Ibadah Tersebut
Sebagaimana firman Allah: "Dan barangsiapa di antara mereka berkata, 'Sesungguhnya aku adalah tuhan selain Allah,' maka orang itu Kami beri balasan dengan Neraka Jahanam, demikian kami membalas orang-orang yang zhalim." (QS. Al-Anbiya: 29)
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab berkata:
وَاعْلَمْ أَنَّ الإِنْسَانَ مَا يَصِيْرُ مُؤْمِنًا بِاللهِ إلاَّ بِالْكُفْرِ بِالطَّاغُوْتِ. وَالدَّلِيْلُ قَوْلُهُ تَعَالَى :فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Dan ketahuilah, bahwasanya manusia tidak akan menjadi seorang mukmin yang benar kepada Allah kecuali dengan cara kafir kepada thaghut. Sebagaimana firman Allah:
"Barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 256)
Allahu a'lam.
Disarikan dari:
الكتاب : الواجبات المتحتمات المعرفة على كل مسلم ومسلمة. المؤلف : محمد بن عبد الوهاب
Tidak ada komentar
Posting Komentar
Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik