14.7.21

Lima Jenis Thagut



Menurut Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab

thaghut, kegelapan setan


            Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ

 " dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)". (Q.s. an-Nahl:36)

وَالطَّاغُوْتُ عَامٌ فِى كُلِّ مَا عُبِّدَ مِنْ دُوْنِ اللهِ وَرُضِيَ بِالْعِبَادَةِ مِنْ مَتْبُوْعٍ أَوْ مُطَاعٍ فِى غَيْرِ طَاعَةِ اللهِ وَ رَسُوْلِهِ فَهُوَ طَاغُوْتٌ. وَالطَّوَاغِيْتُ كَثِيْرَةُ وَرُؤُوْسُهُمْ خَمْسَةٌ.

Sebutan thaghut itu umum pada tiap-tiap yang disembah selain dari Allah, dan diridhai dengan ibadah tertentu yang diikuti dan dita’ati selain keta’atan kepada Allah dan Rasul-Nya, maka itulah thagut. Dan thagut-thagut itu sangat banyak,  adapun pokok-pokoknya ada lima:

أَلأَوَّلُ : أَلشَّيْطَانُ الدَّاعِى إِلَى عِبَادَةِ غَيْرِ اللهِ . وَالدَّلِيْلُ قَوْلُهُ تَعَالَى:

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَابَنِي آدَمَ أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Pertama: Setan yang mengajak beribadah kepada selain Allah.

Sebagai dalilnya, firman Allah Ta'ala: " Tidakkah Aku telah beri peringatan kepada kamu, hai anak-anak Adam! Supaya kamu tidak menyembah setan, sesunguhnya ia itu musuh yang nyata bagi kamu?". (Q.s. Yasin:60) 

أَلثَّانِى : أَلْحَاكِمُ الْجَائِرُ الْمُغَيِّرُ لأَحْكَامِ اللهِ. وَالدَّلِيْلُ قَوْلُهُ تَعَالَى :

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا

Kedua: Hakim zhalim yang merubah hukum-hukum Allah. Sebagaimana firman Allah: "Tidakkah engkau fikirkan (kesesatan) orang-orang yang berkata bahwasanya mereka telah beriman kepada apa-apa yang diturunkan kepadamu dan apa-apa yang diturunkan sebelummu, padahal mereka menyerahkan hukuman kepada sesuatu yang melewati batas (yaitu pemimpin-peminmpin agama, hawa nafsu dan fikiran) sedang mereka telah diperintah supaya kufur kepadanya, tetapi setan mau menyesatkan mereka satu kesesatan yang jauh". (Q.s. an-Nisa:60)

أَلثَّالِثُ : أَلَّذِى يَحْكُمُ بِغَيْرِ مَا أَنْزَلَ اللهُ . وَالدَّلِيْلُ قَوْلُهُ تَعَالَى :

إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا لِلَّذِينَ هَادُوا وَالرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ بِمَا اسْتُحْفِظُوا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ وَكَانُوا عَلَيْهِ شُهَدَاءَ فَلَا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

Ketiga: Orang yang menghukumi bukan dengan hukum yang diturunkan Allah.

Sebagaimana firman Allah: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara Kitab-Kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, (tetapi) takutlah kepada-Ku. dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, Maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir". (Q.s. al-Maidah:44)

أَلرَّابِعُ : أَلَّذِى يَدَّعِى عِلْمَ الْغَيْبِ مِنْ دُوْنِ اللهِ. وَالدّلِيْلُ قَوْلُهُ تَعَالَى:

قُلْ إِنْ أَدْرِي أَقَرِيبٌ مَا تُوعَدُونَ أَمْ يَجْعَلُ لَهُ رَبِّي أَمَدًا  عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا

Keempat: Ada yang mengaku memiliki pengetahuan ghaib selain Allah.

Sebagaimana firman Allah: "Dia-lah yang mengetahui perkara ghaib, maka Ia tidak terangkan perkara ghaib-Nya kepada siapapun, kecuali siapa yang Ia ridhai dari rasul, maka sesungguhnya Ia adakan didepanya, dan dibelakangnya penjagaan". (QS. al-Jin:26-27)

أَلْخَامِسُ : أَلَّذِى يَعْبُدُ مِنْ دُوْنِ اللهِ وَهُوَ رَاضٍ بِالْعِبَادَةِ. وَالدَّلِيْلُ قَوْلُهُ تَعَالَى :

وَمَنْ يَقُلْ مِنْهُمْ إِنِّي إِلَهٌ مِنْ دُونِهِ فَذَلِكَ نَجْزِيهِ جَهَنَّمَ كَذَلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ

Kelima: Orang yang menyembah selain Allah dan ia ridha dengan ibadahnya itu.

Sebagaimana firman Allah: "Dan barangsiapa dari antara mereka berkata: ‘Sesunguhnya Aku Tuhan, dengan tidak mengindahkan Dia, maka orang itu Kami balasi dia dengan Jahannam; begitulah Kami membalas mereka yang zhalim". (Q.s. al-Anbiya:29)

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab berkata:

وَاعْلَمْ أَنَّ الإِنْسَانَ مَا يَصِيْرُ مُؤْمِنًا بِاللهِ إلاَّ بِالْكُفْرِ بِالطَّاغُوْتِ. وَالدَّلِيْلُ قَوْلُهُ تَعَالَى :

فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan ketahuilah, bahwasanya manusia tidak akan menjadi seorang yang beriman kepada Allah, kecuali dengan cara  kafir kepada thaghut. Sebagaimana firman Allah:

" Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui ". (Q.s. al-Baqarah:256)

Allahu a’lam

Disarikan dari :

الكتاب : الواجبات المتحتمات المعرفة على كل مسلم ومسلمة

المؤلف : محمد بن عبدالوهاب

 

0 Comments

Terimakasih sudah mampir di blog ini, silakan komentar dengan bijak.
Baarakallahu fiik